Topics Covered: Malaysia – Singapura Tancap Gas Bangun Hub AI, Indonesia Berisiko Jadi Pasar
Kerja Sama Singapura-Malaysia Tancap Gas Bangun Hub AI, Ancaman Indonesia Jadi Pasar Topics Covered: Kemitraan antara Singapura dan Malaysia dalam mempercepat
Kerja Sama Singapura-Malaysia Tancap Gas Bangun Hub AI, Ancaman Indonesia Jadi Pasar
Topics Covered: Kemitraan antara Singapura dan Malaysia dalam mempercepat pengembangan koridor digital Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) semakin menimbulkan risiko Indonesia tertinggal dalam persaingan menarik investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Koridor ini memadukan keunggulan Singapura sebagai pusat konektivitas digital dengan akses ke lahan, listrik, dan potensi pembangunan yang tinggi di Johor, menjadikannya sangat menarik bagi investor hyperscale dan penyedia layanan AI global. Dengan kemajuan ini, Indonesia perlu memperkuat strategi agar tidak hanya menjadi tempat ekspor teknologi, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem AI.
Langkah Indonesia dalam Memperkuat Kawasan Digital
Indonesia sedang gencar membangun Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai kawasan digital dan pusat data. Namun, dengan kecepatan pembangunan JS-SEZ yang signifikan, ada kekhawatiran bahwa Indonesia akan kesulitan menandingi. Kementerian Perekonomian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mengejar komitmen kerja sama dengan Singapura, termasuk mengembangkan Infrastruktur Kabel Bawah Laut I-2SEA. Kabel ini diharapkan memperkuat akses data dan mempercepat integrasi ekosistem digital, sebagaimana yang ditekankan dalam Topics Covered.
Kesiapan Ekosistem untuk Membangun Pusat Data AI
Sebagai bagian dari Topics Covered, ekosistem pendukung investasi AI di Indonesia harus siap menghadapi tantangan kompetisi global. Faktor-faktor seperti pasokan listrik berkapasitas tinggi, penggunaan energi rendah karbon, infrastruktur kabel bawah laut, kecepatan perizinan, dan pengembangan semikonduktor menjadi penentu utama. Indonesia memiliki potensi besar, tetapi kesiapan ini harus ditingkatkan secara bertahap agar dapat menarik minat investor hyperscale.
Infrastruktur Kabel Bawah Laut I-2SEA
Kabel bawah laut I-2SEA, yang memiliki panjang 3.600 km dan menghubungkan India dengan Malaysia serta Singapura, sedang dioperasikan oleh konsorsium yang terdiri dari Microsoft, Tata Communications, dan Singapore Telecommunications. Stasiun pendaratan kabel ini akan dibangun di Machilipatnam, Pradesh, yang juga dipilih oleh Meta dan Google sebagai lokasi pusat data. Proyek ini diharapkan beroperasi pada kuartal keempat 2029, menjadi bagian dari Topics Covered dalam membangun koneksi digital kawasan Asia Tenggara.
Investasi Pusat Data di Malaysia dan Singapura
Dalam Topics Covered, Malaysia dan Singapura telah menunjukkan keunggulan dalam menarik investasi pusat data. Malaysia sendiri mengalokasikan sekitar RM 114,7 miliar dalam pengembangan data center selama 2021–2023, termasuk kontribusi Microsoft US$ 2,2 miliar, Google US$ 2 miliar, dan Oracle US$ 6,5 miliar. Sementara itu, Singapura memiliki kapasitas pusat data 1,4 gigawatt, jauh lebih besar daripada Indonesia yang hanya mencapai sekitar 456 megawatt. Kehadiran JS-SEZ dan kabel I-2SEA menjadi pelengkap dalam Topics Covered, menunjukkan kecepatan transformasi digital kawasan tersebut.
Pembiayaan dan Target Batam
Indonesia Investment Authority (INA) telah menganggarkan Rp 6,7 triliun untuk proyek DayOne yang menargetkan pembangunan tiga pusat data dengan kapasitas total 72 MW di Batam. Proyek ini menjadi bagian dari strategi mengembangkan kawasan Batam sebagai sentra digital. Sementara itu, pengelola Nongsa Digital Park berencana membangun hingga 13 fasilitas data center dengan daya sekitar 800 MW, tetapi masih memerlukan kepastian realisasi proyek. Dengan mendorong Topics Covered ini, Indonesia bisa memperkuat posisi sebagai bagian dari ekosistem AI regional.
Perkembangan Kawasan Perbatasan dan SIJORI
Kemitraan antara Indonesia dan Singapura dalam pembangunan kawasan perbatasan, seperti yang dibahas dalam Pertemuan Tingkat Menteri Keenam Kelompok Kerja Sama Ekonomi Bilateral (Six Bilateral Economic Working Groups) pada 9 Juni 2026, menjadi bagian dari Topics Covered. Di sisi lain, Pertemuan Sosek Malindo ke-22 pada 22–25 Juni menyoroti kerja sama sosial-ekonomi kawasan perbatasan antara Kepulauan Riau, Riau, Johor, dan Melaka. Gagasan SIJORI, yang pertama kali ditandatangani pada 1994, tetap relevan sebagai landasan kerja sama dalam menghadapi persaingan global.
“Kemajuan dalam Topics Covered akan menentukan apakah Indonesia bisa menjadi pilar ketiga dalam ekosistem AI atau hanya menjadi pasar teknologi. Peluang sempit ini perlu diambil segera,”
Kata Hendra Suryakusuma, Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), saat ditemui oleh Katadata.co.id pada Rabu (14/7).
