Skip to content
Industri

Topics Covered: Amman Mineral Sebut Smelternya sudah Beroperasi Penuh Sejak Juni 2026

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

Sejak Juni 2026 Topics Covered: PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) secara resmi mengonfirmasi bahwa unit pengolahan bijih mineral mereka, yaitu smelter

Topics Covered: Amman Mineral Sebut Smelternya sudah Beroperasi Penuh Sejak Juni 2026

Amman Mineral Klaim Smelter Beroperasi Penuh Sejak Juni 2026

Topics Covered: PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) secara resmi mengonfirmasi bahwa unit pengolahan bijih mineral mereka, yaitu smelter, telah berjalan optimal sejak bulan Juni 2026. Dalam pertemuan terbaru dengan Komisi XII, Presiden Direktur perusahaan, Rachmat Makassau, menjelaskan bahwa perbaikan fasilitas ini rampung pada akhir tahun 2025, memungkinkan produksi bijih mineral berjalan maksimal sesuai rencana.

Teknologi Smelter AMNT dan Kapasitas Produksi

Smelter AMNT, yang berlokasi di kawasan tambang Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dirancang dengan teknologi Double Flash Technology. Teknologi ini dianggap hampir setara dengan sistem yang diterapkan oleh PT Freeport, salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia. Dengan teknologi ini, perusahaan berharap bisa meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi limbah, dan memperkuat keberlanjutan operasional. Kapasitas pengolahan smelter mencapai 900 ribu ton bijih per tahun, yang merupakan langkah penting untuk mendukung produksi mineral seperti tembaga, emas, dan perak.

Dalam operasionalnya, smelter ini diharapkan mampu menghasilkan 220 ribu katoda tembaga, 18 ton emas, 55 ton perak, serta 77 ton selenium setiap tahun. Selain itu, proses produksi juga akan menghasilkan asam sulfat sebanyak 830.000 ton per tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa Topics Covered perusahaan sudah mencapai tahap stabil dalam pengolahan bijih, yang sebelumnya sempat mengalami hambatan selama fase commissioning.

Tantangan dalam Operasional Smelter

Sebelum mencapai keberhasilan operasional penuh, smelter AMNT mengalami dua gangguan teknis signifikan. Pertama, kebocoran pada sistem pendingin asam terjadi sejak awal 2025 karena retak di sambungan besar. Masalah ini memperlambat proses produksi dan memerlukan intervensi teknis mendalam untuk diperbaiki. Kedua, kebocoran pada tungku flash converting furnace terjadi di bulan April 2025, yang menjadi penghalang awal dalam menjalankan operasi sesuai rencana.

Rachmat Makassau menjelaskan bahwa kebocoran pada sistem pendingin asam menyebabkan penurunan produksi hingga beberapa bulan. “Masalah tersebut terjadi di awal 2025, sehingga memperlambat proses dan mengharuskan kami melakukan perbaikan teknis yang intensif,” tambahnya dalam rapat yang diadakan Selasa (14/7). Dengan penggunaan teknologi Double Flash Technology, kebocoran tersebut akhirnya berhasil diperbaiki, memungkinkan smelter berjalan penuh sejak Juni 2026.

Di samping itu, perusahaan menyatakan masih ada beberapa pekerjaan perbaikan yang ditunda hingga tahun depan. Salah satu rencana adalah shutdown lengkap pada Desember 2026 atau Januari 2027 untuk mengganti peralatan yang tidak bisa diperbaiki dalam empat bulan pertama pengoperasian. Hal ini menunjukkan komitmen AMNT dalam menjaga kualitas produksi dan keberlanjutan operasional, sejalan dengan Topics Covered yang mereka banggakan.

Meski telah beroperasi penuh, Rachmat menekankan bahwa keberhasilan ini adalah awal dari proses yang lebih panjang. “Kami optimis bahwa dengan operasional penuh, AMNT bisa berkontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan industri nasional,” ujarnya. Tantangan yang dihadapi selama pemanasan smelter menjadi bukti bahwa perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.

Topics Covered ini juga menjadi momentum penting bagi AMNT dalam mencapai target produksi tahunan. Dengan smelter yang berjalan optimal, perusahaan berharap bisa meningkatkan volume ekspor mineral, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan memberikan dampak positif pada lingkungan melalui pengurangan emisi. Rachmat menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur mineral Indonesia, salah satu Topics Covered utama dalam strategi mereka.

Join the discussion