Skip to content
Investasi Hijau

Special Plan: Menteri Jumhur Sambangi Perkebunan Sukanto Tanoto, Cek Sistem Mitigasi Karhutla

Michael Moore - wartanaya.com 3 mins read

Special Plan: Menteri Jumhur Tinjau Sistem Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sukanto Tanoto Special Plan menjadi fokus utama kunjungan Menteri Lingkungan Hidup

Special Plan: Menteri Jumhur Sambangi Perkebunan Sukanto Tanoto, Cek Sistem Mitigasi Karhutla

Special Plan: Menteri Jumhur Tinjau Sistem Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sukanto Tanoto

Special Plan menjadi fokus utama kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumhur Hidayat, ke area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (APRIL Group) yang berada di bawah manajemen Sukanto Tanoto. Tujuan utama dari rangkaian ini adalah memastikan sistem mitigasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) terus diperbaiki untuk mengurangi risiko bencana di Provinsi Riau, khususnya di kawasan perkebunan yang rentan terhadap kekeringan.

Kunjungan Jumhur ke Pangkalan Kerinci menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung upaya mitigasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Sistem pengelolaan air gambut, salah satu komponen kunci dari Special Plan, menjadi objek evaluasi utama. Menteri mengunjungi beberapa titik pengukuran untuk memastikan kelembapan gambut terjaga sepanjang musim kering.

Strategi Water Sharing dalam Mengendalikan Karhutla

“Special Plan memerlukan pendekatan terpadu dalam mengelola air gambut, termasuk implementasi sistem water sharing yang memastikan ketersediaan air di wilayah produksi dan komunitas sekitar,” jelas Jumhur dalam pernyataannya.

Sistem water sharing di perusahaan ini berupa zona air yang terpisah dengan sekat kanal untuk mengontrol aliran air. Setiap zona dilengkapi panel pemantau yang menampilkan tinggi muka air secara real-time. Metode ini tidak hanya menjaga stabilitas kelembapan gambut, tetapi juga mencegah pembakaran yang dapat menyebar ke area masyarakat sekitar.

Menurut Jumhur, pengelolaan air tersebut harus disesuaikan dengan kondisi iklim tropis. Dengan menetapkan target ketinggian air gambut sebesar 4,8 meter di atas permukaan laut (mdpl), perusahaan bisa lebih awal mengantisipasi penurunan air dan mengambil langkah pencegahan sebelum musim kering memasuki puncak.

Pengendalian Emisi dan Data Cuaca sebagai Dukungan Strategis

Di samping sistem air gambut, Jumhur juga melihat fasilitas pemantauan emisi karbon dioksida dan metana, serta stasiun cuaca yang mengumpulkan data suhu dan kelembapan. Kebijakan ini menjadi bagian integral dari Special Plan untuk mendukung pengendalian emisi dan meminimalkan dampak lingkungan.

Empat menara pemantau emisi gas rumah kaca di area operasional dan lahan restorasi perusahaan menunjukkan keterlibatan APRIL Group dalam menjaga kualitas udara. Dengan data cuaca yang akurat, perusahaan bisa merespons perubahan iklim lebih cepat dan menyesuaikan strategi mitigasi sesuai kondisi real-time.

“Special Plan tidak hanya tentang pencegahan karhutla, tetapi juga tentang menciptakan sistem pengendalian emisi yang dapat menjadi contoh untuk perusahaan lain,” kata Jumhur.

Langkah-Langkah Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sukanto Tanoto

Kunjungan Jumhur menyoroti keberhasilan APRIL Group dalam menerapkan langkah-langkah mitigasi seperti penggunaan teknologi pengendalian api, penanaman vegetasi penutup tanah, dan pembersihan lahan secara terencana. Semua inisiatif ini dilakukan dalam rangka memperkuat komitmen terhadap ekonomi hijau dan lingkungan yang berkelanjutan.

Sukanto Tanoto, pendiri APRIL Group, menyambut baik evaluasi dari Menteri. Ia menegaskan bahwa perusahaan terus mengembangkan inovasi untuk mengurangi risiko kebakaran hutan. Dalam wawancara, Tanoto menjelaskan bahwa Special Plan memperkuat koordinasi antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kering.

Beberapa anggota masyarakat sekitar juga memberikan apresiasi atas upaya mitigasi yang dilakukan. Mereka mengatakan bahwa sistem water sharing telah membantu mengurangi kekeringan lahan dan menghindari kebakaran yang sering terjadi sebelumnya. Dengan pelibatan masyarakat, Special Plan diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Join the discussion