Skip to content
Investasi Hijau

Latest Program: Indonesia Perketat Perdagangan Karbon, Setiap Kredit Bakal Bisa Dilacak

Patricia Thomas - wartanaya.com 2 mins read

Perdagangan Karbon dengan Sistem Pendaftaran Kredit Latest Program - Dalam upayanya mendorong ekonomi hijau, Indonesia meluncurkan Latest Program berupa

Latest Program: Indonesia Perketat Perdagangan Karbon, Setiap Kredit Bakal Bisa Dilacak

Latest Program: Indonesia Tingkatkan Transparansi Perdagangan Karbon dengan Sistem Pendaftaran Kredit

Latest Program – Dalam upayanya mendorong ekonomi hijau, Indonesia meluncurkan Latest Program berupa Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat transparansi dalam perdagangan karbon, memastikan setiap kredit karbon dapat dilacak sepanjang siklus hidupnya. SRUK merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko double counting dan meningkatkan akuntabilitas kebijakan lingkungan.

Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pasar Karbon

Sistem ini memberikan akses ke database terpusat yang mencakup informasi tentang emisi yang dihasilkan, proses verifikasi, serta kegiatan retirement kredit karbon. Dengan sistem ini, pihak yang ingin membeli kredit bisa memastikan bahwa produk tersebut berasal dari sumber yang terverifikasi dan tidak terduplikasi. Latest Program ini juga memberikan peluang bagi investor untuk melihat proses keberlanjutan proyek perubahan iklim secara lebih jelas.

“Penerapan SRUK melalui Latest Program bertujuan menyelaraskan sistem data karbon Indonesia dengan standar internasional. Ini akan memudahkan keterhubungan dengan pasar global sekaligus membangun kepercayaan terhadap kualitas kredit,” kata Alice Carr, Managing Director Climate Data Steering Committee (CDSC), setelah peluncuran sistem.

Kolaborasi dengan CDSC dan Standar Global

Peluncuran SRUK didukung oleh kerja sama dengan CDSC, yang memberikan kerangka kerja terpercaya untuk pengelolaan data karbon. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa ini menjadi langkah strategis dalam menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pengelolaan lingkungan yang transparan. Latest Program ini juga merujuk pada komitmen untuk mengadopsi standar data yang telah disepakati dalam forum G20, yang akan menjadi dasar bagi integrasi internasional.

Latest Program ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi pionir dalam penggunaan teknologi digital untuk pendokumentasian emisi dan pengelolaan kredit. Kita berharap ini menjadi contoh bagi negara lain di kawasan ASEAN,” ujar Zulhas dalam sambutan resmi.

Salah satu keunggulan SRUK adalah kemampuannya mengakses informasi dari berbagai proyek penangkapan karbon (carbon capture) yang ada di Indonesia. Sistem ini memanfaatkan teknologi blockchain untuk memastikan setiap transaksi kredit karbon dapat diakses secara real-time oleh pemangku kepentingan. Dengan demikian, keterlibatan publik dalam pengawasan kebijakan lingkungan menjadi lebih efektif.

Keberhasilan Latest Program juga diharapkan meningkatkan daya saing Indonesia dalam pasar karbon global. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara lain seperti Jerman dan Inggris telah menerapkan sistem serupa. Indonesia kini menjadi salah satu negara yang memiliki standar data karbon yang lengkap dan dapat dipercaya, sehingga menarik minat investor internasional.

Menurut data CDSC, lebih dari 150 proyek penangkapan karbon telah terdaftar dalam sistem ini. Proyek tersebut mencakup kegiatan seperti reboisasi, pengurangan emisi dari industri, serta program energi terbarukan. Dengan pengelolaan data yang lebih baik, Latest Program diharapkan bisa mendorong pertumbuhan pasar karbon Indonesia menjadi lebih besar dalam waktu dekat.

Join the discussion