Key Discussion: Komdigi: RI Siapkan Satelit LEO Nasional, Telkomsat dan PSN Ajukan Slot Orbit
Indonesia Siapkan Pengembangan Satelit LEO Nasional Key Discussion mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan
Indonesia Siapkan Pengembangan Satelit LEO Nasional
Key Discussion mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan pengembangan satelit Low Earth Orbit (LEO) sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur digital nasional. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses komunikasi dan layanan internet di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil. Pada saat ini, pengembangan satelit LEO masih berada di tahap persetujuan hak orbit dan pengalokasian frekuensi, dengan dua operator satelit nasional, Telkomsat dan Perusahaan Satelit Nusantara (PSN), yang telah mengajukan slot orbit.
Tahapan Persetujuan Slot Orbit dan Frekuensi
Adis Alifian, Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital, menjelaskan bahwa proses pengajuan slot orbit memerlukan koordinasi internasional melalui International Telecommunication Union (ITU). Key Discussion menyoroti bahwa keberhasilan pengembangan satelit LEO sangat bergantung pada kesiapan operator serta kebijakan regulasi yang terpadu. Selain itu, Adis menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan keberlanjutan layanan satelit tanpa mengganggu sistem komunikasi negara lain.
“Pengajuan slot orbit dan frekuensi adalah langkah awal penting untuk membangun konstelasi satelit LEO. Kami sudah menerima permohonan dari operator dalam negeri dan sedang mengkoordinasikannya ke ITU,” ujar Adis dalam wawancara di Gedung BRIN, Jakarta, Rabu (8/7).
Menurut Adis, sistem satelit LEO membutuhkan persiapan yang matang, termasuk perhitungan posisi orbit, jadwal launching, dan pengalokasian frekuensi yang tepat. Proses ini memakan waktu hingga tujuh tahun karena melibatkan verifikasi dari berbagai pihak internasional. Key Discussion juga menyoroti bahwa penggunaan frekuensi yang optimal menjadi kunci keberhasilan pengembangan teknologi ini, sehingga pemerintah terus berupaya mempercepat pemeriksaan dan persetujuan.
Peran Telkomsat dan PSN dalam Pengembangan Satelit LEO
Adis mengungkapkan bahwa Telkomsat dan PSN adalah dua operator satelit nasional yang sudah aktif mengajukan slot orbit untuk proyek LEO. Key Discussion mencatat bahwa kehadiran operator lokal dalam sektor ini diharapkan mampu mendukung keberagaman layanan dan mengurangi ketergantungan pada operator asing. Telkomsat, yang telah lama beroperasi, dan PSN, yang merupakan perusahaan baru, menunjukkan komitmen untuk membangun sistem komunikasi yang lebih inklusif.
“Kami bersama Telkomsat dan PSN sedang fokus pada pengembangan konstelasi LEO yang memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Proses ini membutuhkan konsistensi dari pihak operator dan regulasi yang mendukung,” tambah Adis.
Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan koordinasi yang cermat antara operator dan instansi terkait. Key Discussion memprediksi bahwa keberhasilan proyek ini akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya komunikasi satelit secara mandiri. Selain itu, ini juga bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan teknologi komunikasi berbasis LEO di masa depan.
Kebutuhan Dukungan Teknis dan Finansial
Key Discussion juga memperhatikan bahwa pengembangan satelit LEO tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada ketersediaan dana dan teknologi yang memadai. Telkomsat, misalnya, telah membangun infrastruktur yang mumpuni, sementara PSN masih dalam tahap pematangan. Kedua operator ini diperkirakan akan membutuhkan investasi besar untuk menyelesaikan proyek mereka, termasuk pengembangan sistem satelit yang bisa beroperasi secara efisien di ketinggian 300 hingga 2.000 kilometer.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital menekankan bahwa pengelolaan frekuensi dan orbit harus dilakukan secara terpadu agar tidak terjadi gangguan antar-sistem. Key Discussion menyoroti bahwa peningkatan akses internet di daerah terpencil menjadi salah satu tujuan utama dari satelit LEO, yang berbeda dari layanan Starlink yang lebih fokus pada akses global.
“Dengan membangun konstelasi satelit LEO, kita bisa memastikan keberlanjutan layanan komunikasi digital. Prosesnya memakan waktu, tetapi hasilnya akan sangat signifikan bagi Indonesia,” jelas Wayan.
