Skip to content
Teknologi

Latest Program: Induk Instagram Latih Ratusan UMKM Bandung, Batam, Jakarta Pakai AI untuk Ekspor

Michael Moore - wartanaya.com 4 mins read

Latest Program: Meta dan UKMIndonesia.id Latih Ratusan UMKM di Bandung, Batam, Jakarta dengan AI untuk Ekspor Latest Program - Meta, melalui platform

Latest Program: Induk Instagram Latih Ratusan UMKM Bandung, Batam, Jakarta Pakai AI untuk Ekspor

Latest Program: Meta dan UKMIndonesia.id Latih Ratusan UMKM di Bandung, Batam, Jakarta dengan AI untuk Ekspor

Latest Program – Meta, melalui platform Instagram dan Facebook, bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan serta UKMIndonesia.id, meluncurkan Small Business Growth Academy (SBGA) untuk mendukung transformasi digital UMKM di Indonesia. Program ini menyasar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandung, Batam, dan Jakarta, dengan tujuan mengajarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pasar ekspor. Dengan pendekatan inovatif, SBGA diharapkan menjadi penggerak utama dalam menghadirkan kemampuan digital bagi UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

SBGA: Pengembangan Keterampilan Pemasaran dan Ekspor Berbasis AI

SBGA menjadi bagian dari inisiatif regional Meta yang beroperasi di 12 pasar Asia Pasifik. Peserta program akan mengikuti serangkaian modul pelatihan, termasuk workshop interaktif, sesi pendampingan, dan praktik langsung dalam integrasi AI ke dalam strategi bisnis. Fokus utama adalah pengembangan kompetensi digital marketing, penerapan teknologi canggih, serta optimisasi strategi ekspor melalui analisis data dan otomatisasi proses. Program ini dirancang untuk membekali UMKM dengan kemampuan mengakses pasar global secara lebih mudah dan efektif.

“UMKM Indonesia telah menunjukkan minat besar terhadap teknologi AI. Tantangan terbesarnya adalah mengubah ketertarikan ini menjadi praktik nyata dalam bisnis. Kami yakin, Latest Program ini akan memperkuat kemandirian para pengusaha dalam menghadapi persaingan internasional,” ujar Pieter Lydian, Country Director Meta Indonesia.

Kemendag: Meningkatkan Akses ke Pasar Global Melalui Transformasi Digital

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, menyoroti kenaikan signifikan transaksi produk lokal selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025. Laporan menunjukkan 46% dari total transaksi berasal dari produk dalam negeri, mencapai nilai Rp16,6 triliun. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi, khususnya media sosial, menjadi faktor kunci dalam memperluas jaringan ekspor. Kolaborasi dengan Meta dan UKMIndonesia.id dalam Latest Program dianggap sebagai langkah strategis untuk mempercepat adopsi digital di sektor UMKM.

Kementerian Perdagangan menyambut baik upaya Meta dan mitranya dalam memperkuat keterampilan digital para pelaku usaha. Mereka berharap keberhasilan program ini dapat menjadi contoh yang menyebar ke tingkat nasional, sehingga lebih banyak UMKM bisa memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas promosi. Dukungan dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) diharapkan mendorong integrasi solusi digital ke dalam rantai pasok internasional.

Manfaat Teknologi AI dalam Transformasi Bisnis UMKM

Meta mengklaim teknologi AI telah memberikan dampak signifikan bagi UMKM. Berdasarkan data internal, bisnis yang menggunakan platform Meta mencatat Return on Ad Spend (ROAS) rata-rata 3,10 kali. Dengan solusi AI seperti Advantage+, ROAS meningkat hingga 22%, memungkinkan pengusaha menjangkau target pasar yang lebih tepat. Ini menunjukkan potensi AI sebagai alat pendorong pertumbuhan, terutama dalam meningkatkan efisiensi pemasaran dan mengoptimalkan proses operasional.

Latest Program ini juga menyediakan pembelajaran praktis tentang fitur seperti iklan berbasis AI, Meta Business Agent, dan WhatsApp Business. Peserta akan memahami cara mengotomatisasi interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi target audiens, serta merancang strategi pemasaran lintas negara. Penggunaan teknologi canggih diharapkan mampu membuka peluang ekspor yang lebih luas, sekaligus mengurangi biaya operasional melalui analisis data yang lebih tepat.

Adopsi AI di Asia Pasifik: Tren dan Potensi UMKM

Dalam laporan AI for Business: APAC Trends, Meta menyebutkan adopsi AI di sektor UMKM Asia Pasifik terus meningkat. Riset Deloitte menunjukkan 78% UMKM di Indonesia dan negara-negara lain di kawasan menggunakan setidaknya satu alat AI. Sebanyak 82% responden menyatakan berencana mengembangkan penerapan teknologi tersebut dalam waktu dekat. Dengan Latest Program, Meta bertujuan menjembatani antusiasme tinggi terhadap AI dengan penerapan konkret di lapangan.

Data penelitian juga menunjukkan 86% pelaku usaha menyatakan AI mampu mengoptimalkan produktivitas sekaligus mengurangi biaya operasional. Program SBGA, sebagai bagian dari Latest Program, diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing UMKM di tingkat nasional. Dengan mendorong adopsi teknologi, Meta berupaya meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dalam ekspor, yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Contoh Nyata: Imago Raw Honey Manfaatkan AI untuk Ekspor

Sebagai bukti keberhasilan Latest Program, Imago Raw Honey, UMKM asal Bogor, mampu memperluas pasar hingga ekspor setelah mengadopsi solusi bisnis Meta. Founder perusahaan tersebut, Henry Hidayat, menjelaskan bahwa teknologi membantu perusahaannya bertransformasi dari pemasok lokal menjadi penyedia layanan ke hotel berbintang lima, serta menjangkau konsumen di berbagai negara. Dengan memanfaatkan Reels dan iklan berbasis AI, Imago Raw Honey mampu meningkatkan visibilitas produk secara signifikan.

Kisah Imago Raw Honey menjadi contoh bahwa AI bukan hanya alat untuk perusahaan besar, tetapi juga bisa menjadi peluang bagi UMKM kecil. Dengan penerapan teknologi yang tepat, bisnis lokal bisa membangun strategi pemasaran yang kompetitif, meningkatkan kualitas layanan, dan mempercepat proses ekspor. Latest Program diharapkan menjadi pemicu utama dalam memperkuat keterlibatan UMKM di pasar internasional, sekaligus memberikan ruang bagi inovasi digital yang lebih luas.

Join the discussion