Main Agenda: Danantara Development Fund Siap Kelola Dana PSN, Termasuk Giant Sea Wall
Dana PSN, Termasuk Proyek Giant Sea Wall Main Agenda menjadi tema utama dalam rapat kerja tertutup yang digelar PT Danantara Development Management Fund
Danantara Development Fund Berencana Kelola Dana PSN, Termasuk Proyek Giant Sea Wall
Main Agenda menjadi tema utama dalam rapat kerja tertutup yang digelar PT Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (1/7). Dalam pertemuan tersebut, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan infrastruktur ini memaparkan rencana kerja dan anggaran (RKA) 2026, dengan fokus utama pada proyek hilirisasi dan pembangunan Giant Sea Wall. Main Agenda ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan pengelolaan dana PSN (Perusahaan Swasta Nasional) yang dikelola oleh DDMF, yang diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi strategis.
Rapat kerja tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan, termasuk CEO Danantara Rosan Roeslani dan Managing Director Rohan Hafas. Mereka menjelaskan bahwa DDMF akan berperan aktif dalam pengelolaan dana PSN, termasuk dalam proyek-proyek besar seperti Giant Sea Wall. Main Agenda dalam rapat ini mencakup pembahasan detail anggaran, serta evaluasi kebijakan yang menentukan arah pembangunan sektor infrastruktur. Direktur Utama DDMF, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan bahwa setiap proyek yang dipilih akan melalui proses evaluasi ketat untuk memastikan kelayakan dan keberlanjutan.
“Seluruh proyek strategis, termasuk Giant Sea Wall, telah dipaparkan dalam Main Agenda ini. Kami berharap dengan pendekatan ini, dana PSN bisa memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ujar Sigit Puji Santosa setelah acara di Kompleks Parlemen, Senayan.
Salah satu Main Agenda utama yang dibahas adalah proyek Giant Sea Wall, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat basis ekonomi di sepanjang pesisir Indonesia. Proyek ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan dari kolaborasi antara lembaga keuangan dan sektor publik dalam mengelola dana yang dialokasikan untuk pembangunan jangka panjang. Selain itu, DDMF juga memaparkan beberapa proyek lain yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan investor.
Detail Rencana Kerja dan Anggaran
Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, rapat kerja tertutup diadakan untuk memastikan transparansi dalam penggunaan dana PSN. Main Agenda dalam rapat ini mencakup pembahasan anggaran dan strategi kerja DDMF selama 2026. “Kami memantau berbagai aspek seperti pengembalian modal, risiko, dan dampak sosial-ekonomi dari setiap proyek yang dipilih,” tambah Misbakhun. Dalam Main Agenda ini, proyek yang diperhitungkan juga menggambarkan kesiapan DDMF dalam menghadapi tantangan sektor investasi.
ROSAN Roeslani, CEO Danantara, menjelaskan bahwa Main Agenda dalam rapat ini mencakup penyampaian visi kebijakan jangka panjang perusahaan. “Kami ingin memastikan bahwa dana PSN diarahkan ke proyek-proyek yang memiliki potensi besar untuk membangun ekonomi Indonesia,” ujarnya. Sigit Puji Santosa, Direktur Utama DDMF, menambahkan bahwa anggaran proyek akan disesuaikan dengan prioritas nasional, termasuk pembangunan infrastruktur yang mendukung keberlanjutan ekonomi.
“Rapat ini memastikan bahwa setiap proyek yang masuk ke DDMF memiliki dasar yang kuat. Main Agenda dalam pemilihan proyek tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi kepentingan nasional,” jelas Sigit.
Strategi Pengelolaan Dana PSN
Di sisi lain, Managing Director Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa DDMF sedang finalisasi skema pendanaan proyek strategis. “Kami memastikan bahwa setiap proyek yang dikelola oleh DDMF dilakukan dengan cara yang transparan dan bertanggung jawab. Main Agenda dalam pengelolaan dana PSN juga melibatkan evaluasi terhadap kinerja investasi selama fase pertama proyek,” katanya. Rohan menekankan bahwa proyek-proyek yang dipilih akan tetap diukur berdasarkan aspek komersial, meskipun sebagian besar memiliki tujuan untuk kepentingan nasional.
Proyek Giant Sea Wall, sebagai salah satu Main Agenda utama, akan menjadi contoh nyata dari pengelolaan dana yang berorientasi jangka panjang. Proyek ini diperkirakan akan memakan anggaran besar, namun diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam Main Agenda tersebut, pihak DPR juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah dalam mengawasi keberhasilan proyek tersebut.
“Kehadiran negara dalam Main Agenda ini sangat penting. Dengan pengawasan yang ketat, kami yakin Giant Sea Wall akan mencapai hasil optimal,” tambah Misbakhun.
Dalam konteks Main Agenda pembangunan ekonomi, DDMF juga berencana menggandeng lembaga keuangan internasional untuk memperkuat kapasitas finansial. Hal ini menjadi strategi baru dalam mengelola dana PSN, yang sebelumnya dominan dikelola oleh sektor swasta. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul peluang investasi yang lebih besar, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur strategis.
