Skip to content
Nasional

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Tak Hanya Renovasi, tetapi Menghidupkan Sejarah

Matthew Smith - wartanaya.com 4 mins read

Kawasan Kota Tua Jakarta perlahan mulai dibenahi. Area yang identik dengan bangunan-bangunan bersejarah itu kini direvitalisasi untuk menghadirkan ruang

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Tak Hanya Renovasi, tetapi Menghidupkan Sejarah

Wartanaya.com – Kawasan Kota Tua Jakarta perlahan mulai dibenahi. Area yang identik dengan bangunan-bangunan bersejarah itu kini direvitalisasi untuk menghadirkan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua bersama berbagai pemangku kepentingan kini mulai menata ulang wajah kawasan tersebut.

Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra mengatakan, revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pelestarian bangunan cagar budaya, tetapi juga pada penataan kawasan secara menyeluruh agar lebih hidup, nyaman, dan terintegrasi.

Sejak akhir 2025, Pemprov DKI Jakarta mulai mempercepat upaya penataan kawasan tersebut. Salah satunya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggandeng Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membenahi aset-aset milik BUMN di kawasan Kota Tua.

Sementara itu, Pemprov DKI mulai menggarap infrastruktur dasar pada 2026, mulai dari perbaikan jalan, penataan sungai, hingga pelebaran dan peningkatan kualitas jalur pedestrian.

"Kita tidak bisa berdiam saja, karena waktu terus berjalan, pengunjung terus datang, dan progres tetap harus ada," ujar Denny kepada Katadata , Jumat (31/7).

Menurut Denny, proses perbaikan sudah berjalan dengan pembentukan kembali tim revitalisasi melalui Keputusan Gubernur Nomor 499 Tahun 2026, dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai ketua pelaksana. Tim ini menjadi motor koordinasi lintas instansi dalam menjalankan berbagai program revitalisasi.

Salah satu faktor yang diyakini akan mengubah wajah Kota Tua adalah kehadiran moda transportasi MRT ( mass rapid transit ), Jalur MRT ditargetkan tersambung hingga Kota Tua pada 2029, sementara konsep transit-oriented development (TOD) mulai disiapkan sejak sekarang.

" Game changer Kota Tua adalah MRT. Ketika MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, kawasan ini akan berubah secara signifikan," ujar Pramono dikutip dari laman BeritaJakarta.

Sementara itu, Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menilai, kehadiran MRT pada tahun 2029 berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan secara signifikan. Namun, penataan dan kapasitas kawasan harus dipersiapkan sejak sekarang agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Nirwono juga menekankan revitalisasi Kota Tua sebaiknya berangkat dari pembenahan yang paling mendasar dan realistis. “Tantangan utama kawasan ini bukan hanya soal penyusunan master plan , tetapi memastikan arah pengembangannya konsisten meski terjadi pergantian kepemimpinan,” ujar Nirwono, kepada Katadata.

Menurutnya, revitalisasi sebaiknya difokuskan pada pekerjaan sederhana, dengan biaya relatif rendah, tetapi berdampak terhadap pengalaman pengunjung dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna juga menilai, keberhasilan revitalisasi Kota Tua tidak hanya ditentukan oleh perbaikan fisik bangunan, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut dikelola dan dihidupkan melalui berbagai aktivitas.

"Revitalisasi itu bukan hanya renovasi, tetapi perubahan. Kota Tua harus menjadi simbol sejarah sekaligus ruang yang hidup," kata Yayat kepada Katadata.

Di tengah berbagai tantangan, sejumlah bangunan cagar budaya mulai diaktifkan kembali sebagai ruang publik, salah satunya Gedung Kerta Niaga. Sejumlah BUMN juga mulai merevitalisasi asetnya secara mandiri, di antaranya gedung milik Bank Mandiri, Samudera Indonesia, dan PLN. Sementara itu, Kementerian Kebudayaan berencana membangun museum film di salah satu bangunan di kawasan Kota Tua.

Upaya tersebut mulai berdampak pada peningkatan aktivitas pengunjung. Secara keseluruhan, Kota Tua telah menerima sekitar 2,4 juta kunjungan sepanjang 2025. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai 25.000 hingga 40.000 orang, sementara selama libur sekolah pertengahan 2026 lalu, kunjungan mencapai sekitar 200 ribu orang hanya dalam 12 hari.

"Perubahan pola kunjungan itu pasti ada. Yang tadinya cuma numpang lewat, sekarang durasi kunjungan orang jadi lebih lama," kata Denny.

Menurut Yayat, meningkatnya jumlah pengunjung harus menjadi momentum untuk meningkatkan pengalaman wisata di Kota Tua. "Kalau MRT sudah masuk, Kota Tua harus naik kelas menjadi destinasi internasional. Yang dicari orang bukan hanya bangunan tua, tetapi juga kebersihan, keamanan, toilet yang layak, museum yang menarik, hingga aktivitas malam," terang Yayat.

Dalam jangka panjang, Kota Tua tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata berkelas dunia. Rencana pengembangannya mencakup penerapan kawasan rendah emisi, penyediaan jalur trem listrik, hingga integrasi transportasi publik.

Menurut Yayat, keberhasilan revitalisasi Kota Tua nantinya bukan diukur dari banyaknya bangunan yang selesai dipugar. Lebih dari itu, kawasan tersebut harus mampu menjadi ruang publik yang hidup, dengan museum yang terus berkembang, aktivitas budaya yang berlangsung rutin, serta pencahayaan dan atraksi malam yang membuat orang ingin kembali berkunjung.

"Kota Tua jangan hanya menjadi kawasan yang penuh bangunan bersejarah. Kawasan ini harus aktif, punya cerita, punya komunitas, dan menjadi simbol sejarah Jakarta yang benar-benar hidup," tutur Yayat.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Frequently Asked Questions

What is Revitalisasi Kota Tua Jakarta Tak Hanya?

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Tak Hanya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Revitalisasi Kota Tua Jakarta Tak Hanya matter?

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Tak Hanya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion