Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina di Peringatan 100 Tahun Gontor
Wartanaya.com – Presiden Prabowo Subianto menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Seruan tersebut disampaikan di hadapan para tokoh, santri, undangan, jajaran menteri, kepala lembaga Kabinet Merah Putih, serta sejumlah perwakilan diplomatik negara sahabat.
Acara satu abad Gontor itu juga dihadiri duta besar dari Turki, Mesir, Qatar, Kuwait, Sudan, Syria, Yaman, dan Palestina. Kehadiran para perwakilan negara tersebut memberi dimensi internasional pada peringatan lembaga pendidikan Islam yang telah memasuki usia 100 tahun.
Seruan Free Palestine dan Pemberian Kufiya
Saat menyapa satu per satu tamu diplomatik, Prabowo memberikan perhatian khusus kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Al-Sattari. Setelah menyebut perwakilan Palestina, Prabowo menyampaikan seruan dukungan untuk rakyat Palestina dari podium.
“Free Palestine, free Palestine, free Palestine,” kata Prabowo.
Abdalfatah kemudian mendekati Prabowo di atas panggung dan menyerahkan kufiya. Kain penutup kepala bercorak khas tersebut dikenal luas sebagai salah satu simbol identitas serta solidaritas terhadap Palestina. Momen itu berlangsung di tengah rangkaian acara syukuran yang mempertemukan unsur pemerintahan, pendidikan, dan komunitas internasional.
Seruan Prabowo menegaskan bahwa isu Palestina tetap menjadi perhatian dalam forum publik yang dihadirinya. Dalam pidato yang sama, ia mengungkapkan keprihatinan atas kondisi warga Palestina yang terus menghadapi kekerasan dan serangan.
“Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu menempatkan persoalan Palestina dalam konteks kemanusiaan. Prabowo menggambarkan penderitaan penduduk sipil sebagai keadaan yang memunculkan rasa prihatin, sekaligus menyoroti keterbatasan yang dirasakan banyak pihak ketika berupaya memberi bantuan kepada bangsa lain yang tengah berada dalam kesulitan.
Kekuatan Bangsa sebagai Pesan Utama
Selain berbicara mengenai Palestina, Prabowo menggunakan panggung peringatan satu abad Gontor untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun Indonesia yang kuat. Pesan tersebut ditujukan antara lain kepada kalangan kiai, ulama, dan para pendidik yang menjalankan peran penting di lembaga keagamaan.
Ia memandang pendidikan dan pembentukan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat bangsa. Bagi Prabowo, kekuatan nasional diperlukan agar Indonesia memiliki ketahanan dan tidak mudah diperlakukan semena-mena oleh negara lain.
“Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat. Karena bangsa yang tidak kuat itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo.
Pesan itu dikaitkan dengan peran institusi seperti Gontor dalam membina generasi. Lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran ilmu, tetapi juga tempat penanaman nilai, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran kebangsaan. Dalam pandangan Prabowo, pembinaan tersebut memiliki arti penting bagi masa depan Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa keinginan untuk menorehkan sejarah harus dibarengi kemauan mempelajari pengalaman masa lalu. Menurutnya, bangsa perlu melihat kelemahan sendiri secara terbuka agar mampu mengambil pelajaran dan menentukan langkah yang lebih baik ke depan.
“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun,” kata Prabowo.
Refleksi Satu Abad Pendidikan
Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum refleksi mengenai kesinambungan pendidikan dan kontribusinya bagi kehidupan nasional. Usia satu abad menandai perjalanan panjang sebuah institusi dalam mendidik generasi, sekaligus membuka ruang untuk membicarakan tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang.
Dalam konteks pidato Prabowo, pendidikan diposisikan sebagai salah satu unsur yang menopang kemandirian bangsa. Kemampuan membaca sejarah, mengenali kekurangan, serta menumbuhkan tekad untuk maju dinilai menjadi bekal penting agar Indonesia mampu menjaga kepentingannya sendiri.
Prabowo menekankan bahwa kekuatan Indonesia tidak dimaksudkan hanya untuk kepentingan domestik. Ia menyatakan bangsa yang kuat akan memiliki kemampuan lebih besar untuk membantu bangsa lain yang sedang mengalami penderitaan atau kesulitan. Pandangan ini menghubungkan agenda penguatan nasional dengan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan di tingkat global.
Karena itu, dukungan terhadap Palestina dalam acara tersebut hadir berdampingan dengan seruan membangun Indonesia yang tangguh. Prabowo mengaitkan keduanya melalui gagasan bahwa kedaulatan, ketahanan, dan kapasitas nasional dapat memperluas kemampuan sebuah negara untuk menunjukkan solidaritas kepada pihak lain.
Acara di Ponorogo tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan Gontor selama satu abad. Forum itu juga menjadi tempat penyampaian pesan mengenai kemanusiaan, pembelajaran sejarah, serta pentingnya membangun bangsa yang berdaya dan mampu menjaga kemerdekaannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Prabowo Serukan Free Palestine di Gontor?
Prabowo Serukan Free Palestine di Gontor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Prabowo Serukan Free Palestine di Gontor matter?
Prabowo Serukan Free Palestine di Gontor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

