Nasional

Prabowo Janji Tambah 300 Ribu Layar Digital untuk Sekolah

2026_08_14-18_22_00_b6c5f56a-97de-11f1-9cb1-0242ac12000a_960x640_thumb

Pemerintah Siapkan Tambahan Hampir 300 Ribu Layar Pintar untuk Sekolah

Wartanaya.com – Pemerintah menempatkan digitalisasi ruang kelas sebagai salah satu agenda pendidikan pada 2026. Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana penambahan hampir 300.000 layar digital pintar bagi sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk lembaga pendidikan pesantren.

Perangkat tersebut dirancang untuk membantu siswa memperoleh materi belajar dan pengetahuan melalui teknologi digital. Dengan akses yang lebih luas, sekolah di berbagai wilayah diharapkan dapat memanfaatkan sumber pembelajaran dari beragam penjuru dunia.

Komitmen itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan hari ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat malam, 18 September. Ia menyinggung pengiriman perangkat yang telah dilakukan pemerintah serta rencana penambahan unit berikutnya.

“Kami sudah mengirim 228 layar pintar digital untuk semua sekolah Indonesia. Tahun ini kita akan tambah, tambah mungkin mendekati 300.000 lagi,” kata Prabowo.

Target Empat Kelas Berteknologi Digital

Program layar pintar ini tidak hanya diarahkan kepada sekolah umum. Pesantren juga masuk dalam sasaran pemasangan perangkat, sehingga pemanfaatan teknologi pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak lingkungan pendidikan.

Skema yang disiapkan pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki empat ruang kelas dengan layar digital interaktif. Tahap awal dilakukan melalui pemberian satu layar pada 2025, lalu dilanjutkan dengan tambahan tiga Interactive Flat Panel atau IFP pada 2026.

Apabila pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, sekolah secara bertahap dapat menyediakan beberapa ruang belajar yang didukung perangkat interaktif. Layar tersebut dapat digunakan untuk menampilkan bahan ajar, materi visual, presentasi, maupun sumber pengetahuan digital yang relevan dengan kegiatan belajar mengajar.

Prabowo menilai akses terhadap teknologi penting agar perbedaan lokasi tidak membatasi kesempatan siswa dalam memperoleh pengetahuan. Ia menekankan bahwa sekolah dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk terhubung dengan materi pembelajaran dari berbagai negara.

“Sehingga anak-anak kita akan punya akses terhadap ilmu pengetahuan dari seluruh dunia bisa diakses oleh setiap sekolah,” kata dia.

Distribusi IFP Terus Berjalan

Penyaluran perangkat digital telah berlangsung secara nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya menyampaikan bahwa hingga September 2026, sebanyak 288.000 unit IFP telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pengadaan layar digital menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan. Penambahan hampir 300.000 perangkat yang disampaikan Presiden akan memperkuat agenda tersebut dan menambah jumlah ruang kelas yang dapat memakai sarana interaktif.

Keberadaan layar pintar tidak hanya berkaitan dengan perangkat fisik di dalam kelas. Pemanfaatannya juga bergantung pada kesiapan materi pembelajaran, kemampuan pendidik dalam mengoperasikan teknologi, serta ketersediaan dukungan yang memungkinkan perangkat digunakan secara berkelanjutan.

Bagi siswa, layar interaktif dapat memberi pengalaman belajar yang lebih visual dan partisipatif ketika digunakan bersama bahan ajar yang sesuai. Sementara bagi guru, perangkat itu berpotensi membantu penyampaian materi melalui gambar, video, dokumen, dan presentasi dalam satu media pembelajaran.

Rencana pemerintah untuk menjangkau sekolah dan pesantren memperlihatkan bahwa digitalisasi pendidikan diarahkan ke beragam bentuk satuan pendidikan. Target empat kelas berlayar pintar di setiap sekolah juga menandakan pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap, bukan hanya melalui distribusi satu perangkat.

Akses Pembelajaran yang Lebih Luas

Dalam konteks pendidikan nasional yang tersebar di banyak daerah, perluasan akses teknologi menjadi salah satu cara untuk menghadirkan bahan belajar yang lebih beragam di ruang kelas. Layar digital dapat berfungsi sebagai sarana pendukung, sementara proses belajar tetap membutuhkan peran aktif guru dan keterlibatan siswa.

Program ini juga membawa harapan agar kesempatan memperoleh informasi dan materi pendidikan tidak hanya terkonsentrasi pada sekolah tertentu. Dengan perangkat yang tersedia di lebih banyak kelas, siswa dapat mengenal sumber pembelajaran digital sebagai bagian dari kegiatan belajar sehari-hari.

Pemerintah kini menyiapkan kelanjutan distribusi perangkat menuju target 2026. Penambahan hampir 300.000 layar pintar, bersama 288.000 unit IFP yang telah disebut telah tersalurkan hingga September 2026, menjadi bagian dari langkah memperluas pemanfaatan teknologi untuk pendidikan di Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Janji Tambah 300 Ribu Layar?

Prabowo Janji Tambah 300 Ribu Layar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Janji Tambah 300 Ribu Layar matter?

Prabowo Janji Tambah 300 Ribu Layar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *