Skip to content
Nasional

Kemenkes: Tiga Juta Orang Lebih Terpapar Asap, Kasus ISPA Melonjak di Kalimantan

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 4 mins read

Kemenkes mencatat lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Tengah dalam kurun waktu satu pekan. Data resmi Kementerian

Kemenkes: Tiga Juta Orang Lebih Terpapar Asap, Kasus ISPA Melonjak di Kalimantan

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap, ISPA Melonjak

Wartanaya.com – Kemenkes mencatat lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Tengah dalam kurun waktu satu pekan. Data resmi Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah penderita meloncat dari 402 menjadi 716 kasus, atau naik 78,1 persen hanya dalam tujuh hari. Lonjakan ini menjadi sinyal peringatan bahwa paparan asap kebakaran hutan dan lahan telah mencapai titik yang mengancam kesehatan jutaan warga di kawasan terdampak.

“Kasus ISPA melonjak dari 402 kasus menjadi 716 kasus dalam waktu 1 minggu, naik 78,1 persen,” tulis Kemenkes dalam rilis resminya.

Pola kenaikan serupa juga tercatat di Riau dan Kalimantan Selatan, disertai laporan kasus asma serta iritasi pernapasan. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai korban jiwa yang berkaitan dengan bencana kabut asap tersebut.

Paparan Asap dan Sebaran Karhutla

Kemenkes mengungkapkan bahwa lebih dari tiga juta penduduk di 37 kabupaten/kota terpapar langsung asap kebakaran hutan dan lahan. Kalimantan Barat, yang memiliki luas karhutla terbesar, mencatat 151 ribu kasus ISPA sejak awal Januari 2026. Titik lonjakan tertinggi berada di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Kebakaran hutan dan lahan saat ini melanda tujuh provinsi: Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana. Kondisi ini memperbesar risiko kesehatan masyarakat yang tinggal di kawasan berdekatan dengan titik api, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan kronis.

Respons Medis dan Distribusi Logistik

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menyatakan bahwa pemerintah telah mengerahkan ratusan tenaga kesehatan ke daerah terdampak untuk memperkuat kapasitas penanganan di lapangan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal tanpa akses layanan.

“Kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” kata Agus Jamaludin dalam siaran pers, dikutip Sabtu (22/8).

Sejumlah perlengkapan medis juga telah didistribusikan ke wilayah-wilayah yang terdampak. Total logistik yang tersalurkan mencakup 278.940 masker, 56 unit Oxygen Concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri, 33 dus Pemberian Makanan Tambahan, ditambah obat-obatan dan vitamin. Distribusi ini bertujuan memastikan fasilitas kesehatan di zona merah memiliki stok memadai untuk menangani lonjakan pasien secara berkelanjutan.

Di kawasan berisiko tinggi seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya, pemerintah telah membangun pos kesehatan serta ruang oksigen. Program “Oase Udara” juga dioperasikan di fasilitas kesehatan Kalimantan Barat guna menjamin pasokan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas akibat paparan partikel halus dalam jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya harus ke dokter jika hanya merasa tenggorokan gatal? Kemenkes mengimbau warga untuk segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam. Tenggorokan ringan yang hilang dalam beberapa jam umumnya tidak memerlukan kunjungan ke fasilitas kesehatan, namun jika gejala menetap atau memburuk, konsultasikan ke dokter terdekat.

Bagaimana cara memantau kualitas udara di sekitar rumah? Warga dapat memantau indeks kualitas udara secara berkala melalui aplikasi resmi yang tersedia di perangkat seluler. Kemenkes menyarankan untuk mengecek indeks sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari ketika konsentrasi partikel cenderung lebih tinggi.

Apakah masker biasa cukup untuk melindungi dari asap karhutla? Masker kain atau masker medis standar memberikan perlindungan terbatas terhadap partikel halus. Untuk paparan asap berkepanjangan, masker dengan filter partikel (N95 atau setara) lebih dianjurkan. Kemenkes telah mendistribusikan ratusan ribu masker ke wilayah terdampak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses perlindungan dasar.

Kapan puncak musim kemarau diperkirakan berakhir? Berdasarkan proyeksi yang disampaikan Kemenkes, puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Selama periode tersebut, warga di kawasan rawan karhutla disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, mengenakan masker saat berada di luar, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan asupan air putih, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala gangguan pernapasan.

Frequently Asked Questions

What is Kemenkes?

Kemenkes is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenkes matter?

Kemenkes matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion