Nasional

Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap Kinerja 2 Tahun Prabowo

2026_10_11-17_00_00_c513e900-c561-11f1-9428-0242ac120009_960x640_thumb

Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo

Wartanaya.com – Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap hasil survei yang mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Partai tersebut menilai rapor yang diterbitkan Center of Economic and Law Studies (Celios) tidak didukung bukti yang cukup untuk menggambarkan kondisi pemerintahan secara objektif.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyatakan metode penilaian berbentuk skoring dalam laporan itu lebih dekat dengan pandangan kelompok tertentu. Menurut dia, penilaian atas kebijakan pemerintah seharusnya mempertimbangkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan hanya kesimpulan dari para pengamat.

“Presiden Prabowo tidak dipilih rakyat untuk menyenangkan para pengamat, melainkan untuk mengeksekusi perubahan yang berdampak langsung untuk kesejahteraan rakyat,” kata Sugiat dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10).

Sorotan Gerindra terhadap MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Dalam responsnya, Sugiat menyinggung dua Program Strategis Nasional yang menjadi perhatian dalam survei, yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menilai pandangan yang menyebut KDMP berpotensi menjadi beban mencerminkan kurangnya pemahaman mengenai tujuan penguatan ekonomi desa.

Menurut Sugiat, koperasi desa dirancang sebagai salah satu sarana untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Karena itu, ia menilai program tersebut perlu dilihat dari tujuan jangka panjangnya, termasuk upaya memperluas peran desa dalam kegiatan ekonomi.

Ia juga membela program MBG yang menjadi salah satu sasaran kritik dalam laporan Celios. Sugiat menyebut pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah sebagai fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia. Indonesia, kata dia, akan sulit meningkatkan daya saing global apabila anak-anak masih menghadapi persoalan gizi selama masa pertumbuhan.

“Apakah mereka tega melihat anak-anak kita kembali ke sekolah dengan perut lapar tanpa gizi yang layak?” kata Sugiat.

Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap juga berkaitan dengan hasil survei yang menyebut 75% responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Sugiat menilai klaim itu berlebihan karena dinilai mendramatisasi proses transisi ekonomi dan penyesuaian kebijakan yang sedang dilakukan pemerintah.

Ia mengatakan penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi ditempuh untuk menjaga fondasi keuangan negara dalam jangka panjang. Dari sudut pandang Gerindra, kebijakan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tujuan pemerintah untuk menciptakan kondisi ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Hasil Survei Celios dan Kabinet Bayangan

Survei Celios bersama Kabinet Bayangan menyimpulkan bahwa mayoritas responden masyarakat umum dan ahli menolak dua program pemerintah setelah dua tahun berjalan, yaitu MBG dan KDMP. Temuan tersebut dimuat dalam Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan yang disusun berdasarkan survei pada 15 September 2026 hingga 9 Oktober 2026.

Laporan itu melibatkan dua kelompok responden, yakni ahli dan masyarakat umum. Untuk program MBG, Celios menyatakan 87% dari 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum menginginkan program tersebut dihentikan.

“Selain tidak tepat sasaran, program MBG justru menjadi bancakan elit politik dan menggerus anggaran pendidikan,” tulis laporan tersebut, dikutip Selasa (13/10).

Secara lebih rinci, 87% responden ahli mengusulkan penghentian MBG, baik secara penuh maupun sementara. Hanya 4% responden ahli yang berpendapat program itu dapat diteruskan sepenuhnya dengan perbaikan tata kelola. Sementara 9% lainnya mengusulkan pelaksanaan MBG secara terbatas.

Di kalangan masyarakat umum, 76% responden setuju MBG dihentikan secara penuh. Celios menilai keselarasan pandangan antara masyarakat dan ahli itu menunjukkan program tersebut belum memberikan dampak positif bagi masyarakat menurut penilaian responden survei.

Untuk KDMP, survei mencatat hanya 3% responden ahli dan 21% responden masyarakat umum yang menyatakan setuju. Sebaliknya, 91% responden ahli serta 66% responden masyarakat umum menolak program tersebut.

“Penilaian ini menggambarkan rendahnya keyakinan masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan KDMP,” tulis Celios dan Kabinet Bayangan.

Laporan tersebut juga memuat penilaian mengenai tekanan psikologis responden. Sebanyak 75% responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah, sedangkan 17% menyatakan tidak mengalami stres dan 8% tidak memberikan kepastian jawaban. Selain itu, 67% responden menyatakan stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto, sementara 23% tidak mengalami stres dan 9% menjawab tidak tahu.

Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap temuan tersebut dengan menekankan bahwa evaluasi atas pemerintah perlu memperhatikan konteks kebijakan, tujuan jangka panjang, dan manfaat yang ditargetkan bagi masyarakat. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan adanya perdebatan mengenai cara mengukur efektivitas program pemerintah dan dampaknya terhadap publik.

Pertanyaan Umum

Apa yang dikritik Gerindra dari survei Celios?

Gerindra menilai rapor dan sistem skoring Celios tidak memiliki bukti yang cukup serta lebih mencerminkan opini kelompok tertentu daripada ukuran objektif atas kinerja pemerintah.

Program apa yang menjadi fokus survei Celios?

Survei menyoroti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Mayoritas responden ahli dan masyarakat umum dalam survei tersebut menyatakan penolakan terhadap kedua program itu.

Bagaimana respons Gerindra terhadap kritik atas MBG?

Gerindra memandang MBG sebagai program penting untuk memenuhi gizi anak sekolah dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *