Nasional

DEN Ingatkan Mitigasi Masalah Pangan Dampak El Nino dan La Nina hingga 2027

2026_09_19-14_39_00_5801ad9e-b412-11f1-9607-0242ac12000a_960x640_thumb

Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Pangan Hadapi El Nino dan La Nina

Wartanaya.com – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menekankan pentingnya kesiapan pemerintah menghadapi perubahan cuaca akibat El Nino dan La Nina yang berpotensi memengaruhi sektor pangan Indonesia hingga 2027. Persiapan tersebut mencakup pengelolaan pasokan, penyesuaian masa tanam, perlindungan wilayah rawan kekeringan, hingga langkah pengendalian harga bahan pangan.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan isu tersebut setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan jajaran menteri di Istana Merdeka pada Selasa, 20 Oktober. Ia menilai fenomena iklim perlu dihadapi dengan rencana kontinjensi karena dampaknya dapat diperkirakan, meski tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia.

“Dengan demikian ada kontinjensi untuk menghadapi hal-hal yang memang di luar kemampuan kita karena itu masalah alam, namun bisa diprediksi bakal terjadi,” kata Luhut.

El Nino umumnya menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah kawasan. Kondisi itu dapat mengganggu ketersediaan air bagi pertanian, memengaruhi jadwal tanam, serta menekan hasil panen apabila tidak diantisipasi sejak awal. Sementara itu, La Nina dapat membawa risiko berbeda, terutama curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir dan bencana terkait cuaca.

Penyesuaian Tanam dan Persediaan Pangan

Luhut menyebut pemerintah perlu menyiapkan pangan dan menentukan waktu tanam secara lebih cermat. Pengaturan tersebut menjadi penting agar petani tidak menghadapi risiko besar saat curah hujan menurun tajam maupun ketika hujan datang dengan intensitas tinggi.

Anggota DEN Mari Elka Pangestu menyampaikan El Nino diperkirakan masih berlangsung sampai kuartal pertama tahun depan. Setelah itu, La Nina diproyeksikan mulai terjadi pada pertengahan 2027. Rentang waktu tersebut memberi ruang bagi pemerintah untuk menyusun respons yang lebih terarah, terutama di daerah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan atau banjir.

Langkah mitigasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas pangan di tingkat nasional. Pemerintah juga perlu memetakan lokasi yang paling mungkin mengalami gangguan pasokan air. Data mengenai kondisi tanah, cuaca, pola hujan, serta kebutuhan irigasi dapat membantu menentukan wilayah yang perlu didahulukan dalam penanganan.

“Antisipasi baik dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan, dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana ya. Jadi ini antisipasi-antisipasi yang perlu dilakukan tapi berbasis data dan melihat perkiraan-perkiraan,” ucap Mari.

Penggunaan pompa air menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan pada area pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air. Namun, pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat agar tidak sekadar menjadi respons sementara. Keputusan mengenai penundaan tanam juga dapat diperlukan apabila risiko kekeringan membuat penanaman pada periode tertentu menjadi terlalu berisiko.

Di sisi lain, wilayah yang berpotensi mengalami hujan berlebih perlu memiliki kesiapan menghadapi genangan dan banjir. Gangguan pada lahan pertanian, jalur distribusi, maupun permukiman dapat memperbesar dampak La Nina apabila langkah pencegahan tidak disusun lebih dini.

Harga dan Cadangan Beras Perlu Dijaga

DEN juga menggarisbawahi perlunya menjaga stabilitas harga pangan. Ketika kondisi iklim mengurangi produksi atau menghambat distribusi, harga bahan pangan dapat meningkat dan menekan daya beli masyarakat. Karena itu, ketersediaan pasokan, stok cadangan, distribusi yang lancar, serta operasi pasar apabila diperlukan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah.

Beras mendapat perhatian khusus karena menjadi salah satu pangan pokok yang kebutuhan hariannya sangat luas. Cadangan pangan yang memadai dapat membantu pemerintah merespons gejolak pasokan dan harga, terutama apabila hasil pertanian terdampak cuaca ekstrem atau jalur pengiriman terganggu.

“Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi,” kata dia.

Pengendalian harga tidak hanya bergantung pada jumlah barang yang tersedia. Ketepatan waktu distribusi turut menentukan apakah pangan dapat sampai ke wilayah yang membutuhkan sebelum harga bergerak terlalu tinggi. Dengan pemantauan yang konsisten, pemerintah dapat mengarahkan intervensi ke daerah yang mengalami tekanan pasokan lebih besar.

Bagi masyarakat, kesiapan menghadapi El Nino dan La Nina dapat terlihat melalui keberlangsungan pasokan pangan sehari-hari serta kemampuan pemerintah menjaga harga tetap terkendali. Bagi pelaku pertanian, informasi cuaca dan rekomendasi jadwal tanam yang mudah dipahami juga menjadi unsur penting untuk mengurangi risiko kerugian.

Perhatian untuk Wilayah Terdampak Asap Karhutla

Selain ancaman pada pangan, DEN menyoroti penanganan kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Mari menyarankan adanya layanan kesehatan khusus di kawasan yang paling terdampak asap, termasuk tiga provinsi di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Asap dari kebakaran hutan dapat mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan kebutuhan perlindungan kesehatan bagi kelompok yang terpapar. Penanganan di lokasi terdampak perlu mencakup akses pelayanan kesehatan serta pembagian perlengkapan perlindungan seperti masker.

“Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan, bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka termasuk pembagian masker dan seterusnya,” ujarnya.

Rangkaian perhatian DEN menunjukkan bahwa antisipasi iklim perlu dijalankan secara terpadu. Persoalan pangan, kekeringan, banjir, kenaikan harga, kebakaran hutan, dan dampak kesehatan masyarakat dapat saling berkaitan. Penggunaan data yang baik, perencanaan lebih awal, serta pelaksanaan yang tepat di lapangan menjadi kunci agar dampak perubahan cuaca dapat ditekan.

Frequently Asked Questions

What is DEN Ingatkan Mitigasi Masalah Pangan Dampak?

DEN Ingatkan Mitigasi Masalah Pangan Dampak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DEN Ingatkan Mitigasi Masalah Pangan Dampak matter?

DEN Ingatkan Mitigasi Masalah Pangan Dampak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *