Bayan Resources (BYAN) Bantah Rumor Haji Isam Akuisisi 62,2% Saham
Bayan Resources BYAN Bantah Rumor pengambilalihan mayoritas saham yang sempat mengguncang pasar modal Indonesia pada Selasa (18/8). Saham PT Bayan Resources
Bayan Resources BYAN Bantah Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam
Wartanaya.com – Bayan Resources BYAN Bantah Rumor pengambilalihan mayoritas saham yang sempat mengguncang pasar modal Indonesia pada Selasa (18/8). Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak 19,97% ke Rp 17.275 per lembar, mendorong kapitalisasi pasar hingga Rp 575,83 triliun. Dalam lima hari perdagangan sebelumnya, saham emiten batu bara itu sudah menanjak 43,66%. Bersamaan dengan itu, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menyentuh batas atas auto reject atas (ARA) sebesar 24,88% ke Rp 2.510, dengan kapitalisasi pasar Rp 23,17 triliun dan kenaikan 31,41% dalam lima hari terakhir. Pergerakan dua emiten secara simultan memicu spekulasi di kalangan investor ritel maupun institusional.
Isu yang memicu lonjakan tersebut berakar dari kabar yang menyebar luas di media sosial: pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad—yang akrab disapa Haji Isam—disebutkan akan mengakuisisi sekitar 62,2% saham BYAN. Hingga berita ini diturunkan, kedua perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi apa pun mengenai rencana tersebut.
Klarifikasi Resmi dari Manajemen Bayan Resources
Jenny Quantero, Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi atas sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasi dengannya, sebagaimana yang beredar di ruang publik. Ia menyatakan bahwa informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha maupun harga saham perseroan tidak ada hingga tanggal surat keterangan tersebut.
“Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan,” ujar Jenny dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons resmi pertama dari manajemen BYAN terhadap spekulasi yang beredar. Dengan demikian, Bayan Resources BYAN secara tegas membantah rumor akuisisi tersebut dan mengimbau publik untuk merujuk pada pengumuman resmi perseroan melalui Bursa Efek Indonesia.
Akar Rumor dan Konteks Kepemilikan Saham
Kabar pengambilalihan ini menguat setelah terungkap adanya pertemuan antara Low Tuck Kwong—pemilik konglomerasi di balik BYAN—dengan Norman Joesoef di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Norman merupakan pendiri sekaligus chairman Republikorp, perusahaan swasta Indonesia yang beroperasi di sektor industri pertahanan strategis dan teknologi militer. Pertemuan tersebut menjadi bahan spekulasi pasar meskipun tidak ada dokumen resmi yang mengonfirmasi adanya kesepakatan akuisisi.
Struktur kepemilikan saham BYAN saat ini mencakup: Low Tuck Kwong (40,25%), Elaine Low selaku putri Low Tuck Kwong (22%), PT Sumber Suryadaya Prima (10%), Korea East-West Power (4%), Korea Western Power (4%), Korea Southern Power (4%), Korea Midland Power (4%), Korea South-East Power (4%), Lim Chai Hock (3,26%), serta Jenny Quantero (2,98%). Jika dijumlahkan, porsi kepemilikan Low Tuck Kwong beserta putrinya mencapai 62,25%—angka yang secara kebetulan selaras dengan persentase yang disebut dalam rumor akuisisi tersebut. Kesamaan angka inilah yang diduga menjadi pemicu utama spekulasi di pasar.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui Investor
Apakah rumor akuisisi Haji Isam terhadap BYAN sudah dikonfirmasi? Belum. Manajemen Bayan Resources secara resmi membantah adanya rencana pengambilalihan 62,2% saham oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasi. Investor disarankan memantau pengumuman resmi melalui BEI dan situs perseroan.
Kenapa angka 62,2% muncul dalam rumor? Angka tersebut secara kebetulan mendekati total kepemilikan Low Tuck Kwong dan putrinya (62,25%) dalam struktur saham BYAN saat ini. Tidak ada bukti bahwa angka itu merujuk pada transaksi yang sedang dinegosiasikan.
Apakah pergerakan saham BYAN dan JARR saling terkait? Kedua emiten bergerak liar secara bersamaan pada hari yang sama, namun tidak ada pengumuman resmi yang menjelaskan hubungan kausal antara keduanya. Lonjakan lebih dipicu oleh spekulasi media sosial ketimbang oleh informasi fundamental.
