Anwar Ibrahim Surati Prabowo, BUMN Malaysia Rugi Rp11 T di Emiten Peter Sondakh
Kabar diplomatik yang mengguncang pasar modal Indonesia datang langsung dari Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim surati Prabowo Subianto
Anwar Ibrahim Surati Prabowo Soal BUMN Malaysia
Wartanaya.com – Kabar diplomatik yang mengguncang pasar modal Indonesia datang langsung dari Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim surati Prabowo Subianto untuk meminta perhatian khusus terhadap nasib investasi BUMN Malaysia, Federal Land Development Authority (Felda), di perusahaan perkebunan kelapa sawit Eagle High Plantations (BWPT) milik konglomerat Peter Sondakh. Surat tersebut memicu reaksi instan di bursa: saham BWPT langsung tertekan pada perdagangan intraday Rabu (26/8) pukul 10.03 WIB, anjlok 3,74% ke level Rp 103 per lembar.
Dalam sesi yang sama, sebanyak 202,23 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 20,86 miliar. Kapitalisasi pasar BWPT tercatat Rp 3,25 triliun. Penurunan ini bukan kejadian terisolasi; secara year to date saham tersebut telah tertekan 28,67%, dan dalam rentang lima tahun terakhir anjlok hingga 18,40%. Pola pelemahan berkepanjangan ini menunjukkan bahwa tekanan fundamental perusahaan sudah berlangsung lama sebelum kabar diplomatik memperparah sentimen negatif.
Isi Surat dan Skala Kerugian Rp 11 Triliun
Melalui pernyataan resmi, Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dana yang tertanam di Eagle High Plantations berpotensi menguap hingga 2,5 miliar ringgit, setara sekitar Rp 11 triliun. Ia menegaskan bahwa keputusan menanamkan modal itu diambil pada masa pemerintahan PM Najib Razak. Dari total investasi tersebut, estimasi dana yang masih dapat dipulihkan hanya sekitar 200 juta ringgit, atau kurang dari 10% dari nilai awal.
“Pelaburan ini (EHP) yang tersangkut di mahkamah di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto meminta beliau…”
Konteks surat ini penting karena menyangkut kepentingan ribuan pekerja dan pensiunan Felda yang bergantung pada dividen serta pengembalian modal dari investasi perkebunan tersebut. Tekanan diplomatik setingkat perdana menteri kepada presiden negara tetangga merupakan langkah yang jarang terjadi dalam hubungan bilateral Indonesia–Malaysia, sehingga pasar merespons dengan kehati-hatian ekstra terhadap seluruh emiten yang tersangkut sengketa serupa.
Dampak ke Pasar Modal dan Sentimen Investor
Reaksi pasar terhadap kabar surat Anwar Ibrahim ke Prabowo soal BUMN Malaysia ini menunjukkan betapa sensitifnya investor terhadap risiko geopolitik yang menyentuh emiten lokal. BWPT, yang selama ini diperdagangkan di kisaran
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anwar Ibrahim Surati Prabowo BUMN Malaysia?
Anwar Ibrahim Surati Prabowo BUMN Malaysia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anwar Ibrahim Surati Prabowo BUMN Malaysia matter?
Anwar Ibrahim Surati Prabowo BUMN Malaysia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
