Aksi UGM Bawa SWAP IPO, Cari Dana Rp 45,22 Miliar untuk Bayar Utang
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), entitas yang berada di bawah kendali Universitas Gadjah Mada (UGM), akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI)
SWAP IPO: Rp 45,22 Miliar Digelontorkan, Sebagian Besar untuk Melunasi Kewajiban
Wartanaya.com – PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), entitas yang berada di bawah kendali Universitas Gadjah Mada (UGM), akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO). Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berpeluang menghimpun dana segar maksimal Rp 45,22 miliar.
Prospektus yang diterbitkan perusahaan menyebutkan bahwa sebanyak-banyaknya 323 juta lembar saham baru dilepas ke pasar, mewakili 30,30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. Rentang harga penawaran ditetapkan pada level Rp 130–Rp 140 per lembar. PT Sukadana Prima Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam transaksi ini.
Alokasi Dana: Modal Kerja, Capex, dan Pelunasan Utang
Dari total dana yang berhasil dihimpun, perseroan merencanakan tiga jalur penggunaan utama. Pertama, sekitar Rp 15,8 miliar dicadangkan sebagai modal kerja guna memperluas kapasitas produksi sekaligus menaikkan mutu produk. Kedua, alokasi belanja modal (capital expenditure) mencapai kisaran Rp 12,2 miliar. Ketiga, porsi terbesar—yakni Rp 12 miliar—diperuntukkan untuk pelunasan kewajiban finansial.
Secara terperinci, dari jumlah pelunasan utang tersebut, Rp 2 miliar dialirkan ke PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM), sementara Rp 10 miliar ditujukan kepada Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).
Pemegang Saham Pasca-IPO
Setelah pencatatan, struktur kepemilikan SWAP mengalami pergeseran. PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) tetap menempati posisi mayoritas dengan 67,72% atau setara 721.898.050 lembar saham. Universitas Gadjah Mada (UGM) memegang 1,88% (20.009.190 saham), sedangkan PT Radio Swaragama memiliki 0,05% (549.920 saham).
Pernyataan Pengendali
Berdasarkan Surat Pernyataan Pengendali Perseroan yang tertanggal 12 Agustus 2026, UGM secara resmi tercatat sebagai pemegang saham pengendali. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., selaku perwakilan universitas, menegaskan komitmen berikut:
UGM tidak akan melepas kendalinya atas perseroan selama 12 bulan sejak tanggal efektif pernyataan pendaftaran IPO.
Jejak Sejarah dan Ekspansi Bisnis
SWAP didirikan pada 12 Januari 2012 dengan mandat menjadi wadah komersialisasi riset UGM—khususnya mendorong hilirisasi temuan akademik menjadi produk industri yang kompetitif. Operasional komersial baru dimulai pada 2014.
Pengembangan lini bisnis dilakukan secara bertahap melalui beberapa unit usaha:
Unit Gama Herbal Indonesia menjadi titik awal, memproduksi berbagai produk herbal. Pada 2014, Unit Heprogama dibentuk untuk menangani manufaktur alat kesehatan. Ekspansi berlanjut ke segmen makanan kesehatan melalui Unit Gamafood yang beroperasi sejak 2017. Terakhir, pada 2022, Unit Distribusi IMEDEV didirikan guna memperkuat rantai distribusi serta memperluas nilai tambah dalam ekosistem bisnis perseroan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Aksi UGM Bawa SWAP IPO Cari?
Aksi UGM Bawa SWAP IPO Cari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Aksi UGM Bawa SWAP IPO Cari matter?
Aksi UGM Bawa SWAP IPO Cari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
