Skip to content
Keuangan

Penutupan KKI 2026: Catatkan Capaian Impresif, Omzet UMKM Capai 177,2 M

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 4 mins read

Bank Indonesia (BI) mengakhiri penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Hall A-B, Jakarta International Convention Center (JICC), pada 23 Agustus

Penutupan KKI 2026: Catatkan Capaian Impresif, Omzet UMKM Capai 177,2 M

KKI 2026 Ditutup dengan Omzet UMKM Tembus Rp177,2 Miliar

Wartanaya.com – Bank Indonesia (BI) mengakhiri penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Hall A-B, Jakarta International Convention Center (JICC), pada 23 Agustus 2026. Selama empat hari (20–23 Agustus 2026), pameran produk unggulan UMKM yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” mencatatkan lonjakan transaksi yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Lonjakan Omzet dan Transaksi Digital

Total nilai penjualan selama gelaran mencapai Rp177,2 miliar, melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat Rp130,8 miliar. Dari total tersebut, kanal digital menyumbang Rp119,44 miliar sementara kanal luring menyumbang Rp57,76 miliar. Rasio ini menunjukkan pergeseran kuat ke arah transaksi daring di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

Sisi ekspor juga mencatat hasil besar. Business Matching Ekspor menghasilkan nilai Rp169,9 miliar melalui 151 kesepakatan yang melibatkan 192 UMKM, 31 pembeli asing, dan 16 negara. Sementara itu, Business Matching Pembiayaan mencetak angka Rp285 miliar, naik 30,3% secara year-on-year.

Pernyataan Pimpinan BI

“Saya ingin menyampaikan syukur dan apresiasi dalam 3 hal, pertama kepada semua yang memastikan KKI ini berjalan sukses. Kedua, bersyukur dan apresiasi atas capaian yg kita peroleh di tahun 2026 ini. Ketiga, bersyukur dan apresiasi atas apa yang menjadi langkah kita ke depannya,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman dalam penutupan KKI 2026 (23/8/2026).

“Mari kita terus cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mendukung UMKM untuk terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya.

Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau (DIEH) BI, Kurniawan Agung, menegaskan bahwa KKI bukan sekadar pameran, melainkan ruang interaksi dan selebrasi bagi ekosistem UMKM.

“Ini merupakan langkah BI untuk menyinergikan, mengharmoniskan, serta mengajak bersama-sama untuk mendukung atau mendorong UMKM agar lebih berdaya saing. Jadi tidak hanya sekedar pameran saja, KKI merupakan selebrasi dan ajang interaksi,” kata Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau (DIEH) BI Kurniawan Agung.

Agung juga menekankan pentingnya pemahaman karakteristik pasar sebelum pelaku usaha melangkah ke tahap ekspor.

“Dengan tahu selera pasar, UMKM bisa lebih fokus menyiapkan produk sesuai pasar global,” katanya.

Skala Partisipasi dan Kolaborasi Lintas Lembaga

KKI 2026 melibatkan 27 kementerian/lembaga serta 34 mitra strategis. Lebih dari 550 UMKM berpartisipasi secara luring di JICC, sedangkan lebih dari 1.300 UMKM mengikuti melalui platform digital. Angka ini melampaui KKI 2025 yang mencatat 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Selama empat hari penyelenggaraan, 44 rangkaian kegiatan digelar, mencakup seminar, talkshow, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, pertemuan dengan pembeli internasional, showcase UMKM, Cangkir Nusantara, kompetisi barista, hingga promosi desa wisata.

Aceh: Narasi Pemulihan Pasca-Bencana

Tahun ini, Aceh menjadi sorotan utama lewat semangat “Beudaya Meusare Sare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Pesan tersebut membawa misi pemulihan UMKM di wilayah yang pernah dilanda bencana alam.

Khairiah, perwakilan Tenun Bungong Jaroe, menuturkan bahwa usahanya sempat lumpuh ketika banjir bandang menghancurkan peralatan produksi. Aktivitas menenun vakum selama sekitar lima bulan. BI kemudian menyalurkan lima unit alat tenun bukan mesin (ATBM) sehingga roda produksi kembali berputar.

“Dan alhamdulillahnya kemarin BI memberikan alat bantuan yang merupakan ATBM lima alat dan alhamdulillah kami bisa menenun dan berpenghasilan kembali untuk ibu rumah tangga,” kata dia.

Setelah lolos kurasi di Medan, Bungong Jaroe memperoleh kesempatan tampil di KKI 2026.

Senada dengan itu, Ratna Dewi—pelaku UMKM binaan BI di Lhokseumawe—mengatakan pembinaan dari BI berdampak langsung pada omzetnya. Dari sebelumnya di bawah Rp30 juta per bulan, kini pendapatannya mencapai Rp50 juta per bulan. Melalui brand Bungong Geulima yang memproduksi fesyen dan home decor berbahan anyaman pandan, usahanya diarahkan untuk menjajaki peluang business matching serta membuka jaringan menuju pasar internasional.

Tiga Sasaran Pengembangan UMKM

Seluruh rangkaian capaian di atas merupakan bagian dari upaya pengembangan UMKM oleh BI yang diarahkan pada tiga sasaran utama: bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Program ini menyentuh berbagai dimensi usaha, mulai dari kapasitas produksi, kualitas produk, digitalisasi, pembiayaan, pemasaran, hingga akses pasar. KKI dirancang sebagai instrumen pendukung proses transformasi tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Penutupan KKI 2026?

Penutupan KKI 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penutupan KKI 2026 matter?

Penutupan KKI 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion