Antrean BBM di Makassar Mulai Berkurang di Mayoritas SPBU
Wartanaya.com – Situasi pengisian bahan bakar minyak di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai menunjukkan perbaikan. Pertamina Patra Niaga menyatakan antrean di 35 dari total 45 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota tersebut telah berangsur lebih tertib dan tidak sepanjang sebelumnya.
Perbaikan itu juga terlihat dari berkurangnya waktu yang diperlukan masyarakat untuk memperoleh bahan bakar. Kondisi ini terjadi setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan pemerintah daerah menjalankan evaluasi serta sejumlah penyesuaian pelayanan di lapangan.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, menyampaikan bahwa sebagian besar SPBU telah mengalami kondisi antrean yang lebih terkendali. Upaya penanganan masih dilanjutkan agar distribusi BBM subsidi semakin lancar.
“Sekitar 80% SPBU sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama pemerintah daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik,” ungkap Okky dalam siaran pers, Senin (14/9).
Penambahan Kapasitas dan Titik Pengisian
Penguatan layanan dilakukan melalui beberapa langkah sekaligus. Pertamina menambah operator di sejumlah SPBU serta membuka tambahan jalur pelayanan untuk pembelian BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pengisian dan mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam ramai.
Sebanyak 25 SPBU juga dioperasikan penuh selama 24 jam. Dengan jam pelayanan yang lebih panjang, masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih luas untuk mengisi bahan bakar dan tekanan pada SPBU tertentu diharapkan dapat berkurang.
Selain itu, Pertamina menambah titik penyaluran lewat SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia atau CPI. Kehadiran fasilitas ini menjadi alternatif bagi warga yang memerlukan akses pengisian bahan bakar, sekaligus membantu membagi arus kendaraan yang sebelumnya terkonsentrasi di SPBU reguler.
Pemantauan antrean tetap dilakukan secara berkala. Setiap SPBU dapat memiliki kebutuhan berbeda, baik dari sisi volume kendaraan, jumlah petugas, maupun jalur layanan yang tersedia. Evaluasi lapangan diperlukan agar penyesuaian pelayanan dapat diterapkan pada lokasi yang paling membutuhkan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama pemerintah daerah akan meneruskan evaluasi terhadap layanan BBM bersubsidi di Makassar. Fokusnya bukan hanya meredakan antrean sementara, tetapi juga menjaga agar masyarakat yang berhak tetap memperoleh akses bahan bakar dengan lebih baik.
Imbauan Pengisian Sesuai Kebutuhan
Masyarakat diminta membeli BBM secukupnya dan mematuhi ketentuan pengisian yang berlaku. Pembelian berlebihan dapat memperbesar tekanan terhadap stok di titik penyaluran dan memperpanjang waktu tunggu pengguna lain yang membutuhkan bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.
Warga yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan keluhan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam untuk menerima komunikasi dari pelanggan.
Kelangkaan BBM yang terjadi di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir sebelumnya memicu antrean di sejumlah SPBU. Pemerintah menyoroti perlunya pengawasan agar bahan bakar bersubsidi digunakan oleh kelompok yang menjadi sasaran kebijakan tersebut.
Sorotan atas Penyalahgunaan Pertalite
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkap adanya dugaan praktik penyalahgunaan Pertalite di Makassar. Modus yang disorot melibatkan perubahan kapasitas tangki kendaraan, dari mobil hingga truk, untuk menampung bahan bakar dalam jumlah jauh lebih besar.
“Sekarang sedang viral, contoh di Makassar itu ada mobil Fortuner dan truk membuat tangki yang muatnya 700 liter sampai 1 ton (BBM). Mereka antre BBM hanya untuk tujuan tertentu,” kata Bahlil saat ditemui seusai acara InTechSEA 2026, di Jakarta, Senin (14/9).
Bahlil menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak semestinya dibiarkan. BBM bersubsidi dirancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sehingga penyimpangan dapat mengurangi kesempatan pengguna yang berhak memperoleh bahan bakar tersebut.
Selain tindakan sejumlah pihak yang diduga melakukan kecurangan, pemerintah juga melihat adanya perubahan pola konsumsi. Sebagian pengguna yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi beralih ke produk bersubsidi. Perubahan pilihan konsumsi ini ikut menambah permintaan pada Pertalite.
“Saya mengimbau kepada Saudara-Saudara yang mampu, kendaraannya bagus masa mengambil hak subsidi rakyat lainnya?” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan roda empat memiliki batas pengisian BBM bersubsidi hingga 50 liter per hari. Volume tersebut diperkirakan dapat digunakan untuk perjalanan sekitar 200 hingga 300 kilometer, bergantung pada kondisi kendaraan dan penggunaan di jalan.
Pemerintah telah bekerja sama dengan pemerintah daerah serta aparat kepolisian untuk menangani persoalan distribusi dan antrean tersebut. Bahlil menyebut kondisi mulai membaik, namun langkah lanjutan tetap diperlukan agar penyaluran subsidi tidak melenceng dari sasaran.
“Alhamdulillah sudah mulai terurai, tapi kami akan melakukan hal-hal yang penting untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran,” ucapnya.
Melandainya antrean di sebagian besar SPBU menjadi sinyal awal perbaikan layanan, meski pengawasan distribusi dan disiplin pembelian tetap penting. Penambahan kapasitas pelayanan, pengoperasian SPBU selama 24 jam, serta pembukaan titik pengisian alternatif diharapkan memberi ruang bagi kebutuhan masyarakat tanpa memperparah antrean di lokasi tertentu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina Klaim 80 Antrean SPBU di Makassar?
Pertamina Klaim 80 Antrean SPBU di Makassar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina Klaim 80 Antrean SPBU di Makassar matter?
Pertamina Klaim 80 Antrean SPBU di Makassar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

