Harga Minyak Terus Naik Usai Ancaman Trump ke Ekonomi Iran
Pasar minyak mentah global mencatat kenaikan untuk hari kelima secara beruntun, dipicu pengumuman paket langkah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Perang Ekonomi Trump terhadap Iran Dorong Minyak Naik Hari Kelima Beruntun
Wartanaya.com – Pasar minyak mentah global mencatat kenaikan untuk hari kelima secara beruntun, dipicu pengumuman paket langkah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara eksplisit bertujuan menghancurkan perekonomian Iran. Langkah ini menandai pergeseran strategi Washington dari opsi militer menuju tekanan ekonomi berskala besar dalam beberapa pekan terakhir.
Pergerakan Harga di Pasar Global
Pada pukul 09.42 waktu Singapura, kontrak Brent tercatat naik 0,4% ke level US$ 92,01 per barel. Di sisi lain, West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,3% menjadi US$ 86,07 per barel. Lonjakan tajam harga minyak tahun ini berakar pada pecahnya konflik bersenjata antara Washington dan Teheran di kawasan Timur Tengah, di mana kedua belahan masih terjebak dalam konfrontasi terkait penguasaan Selat Hormuz.
Dampak terhadap Rantai Pasokan Cina
Paket kebijakan yang telah disampaikan Menteri Keuangan Scott Bessent pada pekan lalu berisiko memperuncing ketegangan dengan negara-negara pembeli minyak Iran, terutama Cina. Sebagai ekonomi terbesar Asia sekaligus importir utama minyak Teheran, posisi Beijing menjadi sorotan. Namun, data bea cukai resmi menunjukkan tidak ada aliran minyak dari Iran sejak tahun 2022. Sebagian besar volume tersebut diserap kilang-kilang swasta yang lazim disebut “teapot” — istilah yang merujuk pada praktik pembelian dengan diskon akibat dampak sanksi AS pada putaran sebelumnya.
UEA Putus Hubungan Ekonomi dengan Teheran
Pengumuman AS ini datang sehari setelah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan seluruh ikatan ekonomi dengan Teheran, menyusul tuduhan bahwa Iran meluncurkan rudal ke wilayahnya. Sebagai pusat keuangan dan bisnis utama bagi warga Iran, langkah UEA diperkirakan memperdalam isolasi Republik Islam Iran di panggung internasional.
Pernyataan Trump: “D-DAY Ekonomi”
“Paket tersebut akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini akan menjadi D-DAY ekonomi, dan kami membutuhkan seluruh sekutu kami untuk berdiri bersama Amerika Serikat.”
Kutipan itu disampaikan Trump melalui media sosialnya, sebagaimana dilaporkan Bloomberg pada Kamis (20/8). Ia menambahkan bahwa negara mana pun yang membiarkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintah membantu Iran akan menanggung konsekuensi ekonomi sangat besar, tanpa merinci mekanisme konkretnya. Aktivitas penyelundupan, transfer uang tunai, rumah penukaran valuta asing, serta pendaftaran kapal disebutnya harus dihentikan.
Blokade Pelabuhan dan Jalur Selat Hormuz
Saat ini, pasukan AS terus memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Terdapat indikasi bahwa sebagian minyak mentah dari produsen lain di kawasan Teluk Persia secara diam-diam diangkut keluar melalui Selat Hormuz, meskipun ancaman terhadap aktivitas pelayaran masih membayangi. Trump menegaskan bahwa volume minyak yang cukup besar masih melewati jalur perairan tersebut. Tujuan akhir strategi tekanan ini adalah mendorong Teheran kembali ke meja perundingan untuk mengakhiri perang secara permanen, memaksa penghentian program nuklir Iran, serta menghentikan upaya penguasaan Selat Hormuz.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Harga Minyak Terus Naik Usai Ancaman?
Harga Minyak Terus Naik Usai Ancaman is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Harga Minyak Terus Naik Usai Ancaman matter?
Harga Minyak Terus Naik Usai Ancaman matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
