Skip to content
Ekonomi Sirkular

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Pramono Sebut Efek Kemarau dan El Nino

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Data Air Quality Index menunjukkan rata-rata indeks kualitas udara di ibu kota menyentuh angka 110,39 poin pada bulan ini. Angka tersebut menempatkan udara

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Pramono Sebut Efek Kemarau dan El Nino

Indeks Polusi Udara Jakarta Tembus 110 Poin, 3,78 Juta Warga Berisiko

Wartanaya.com – Data Air Quality Index menunjukkan rata-rata indeks kualitas udara di ibu kota menyentuh angka 110,39 poin pada bulan ini. Angka tersebut menempatkan udara Jakarta pada kategori tidak sehat bagi kelompok rentan—termasuk anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Dampaknya bukan sekadar statistik. Badan Pusat Statistik mencatat 2,28 juta penduduk berusia di bawah 15 tahun pada tahun lalu, sementara populasi lansia mencapai 1,27 juta jiwa. Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa prevalensi penyakit jantung di DKI Jakarta pada 2025 berada di angka 1,56% dari total populasi. Jumlah penderita tuberkulosis di ibu kota tercatat 54.305 orang hingga Desember 2025. Secara keseluruhan, sekitar 3,78 juta warga—setara 35% populasi Jakarta—terpapar kondisi udara yang membahayakan kesehatan mereka.

Pramono: Kemarau dan El Nino Hambat Upaya Hujan Buatan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa perburukan kualitas udara bulan ini dipicu oleh pertemuan musim kemarau dengan fenomena El Nino. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat Pemprov DKI tidak mampu menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) secara efektif.

“TMC tidak bisa selalu berhasil. Kalau awannya tidak cukup, tidak bisa muncul hujan. Kami telah melakukan upaya TMC dua kali pada akhir pekan lalu tapi tidak kunjung berhasil.”

Pernyataan itu disampaikan Pramono di Stasiun LRT Manggarai pada Senin (24/8). Ia menegaskan bahwa TMC bekerja dengan menstimulasi awan bibit hujan yang terbentuk secara alami, bukan menciptakan hujan dari nol. Tanpa awan yang memadai, teknologi tersebut tidak akan menghasilkan curah hujan.

“Pemerintah Jakarta harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, karena sebagian kewenangan penanganan hal ini ada di pemerintah pusat.”

Emisi dari Sekitar Jakarta Jadi Faktor Tambahan

Pramono juga menyoroti bahwa polusi udara ibu kota tidak semata-mata bersumber dari wilayah Batavia. Emisi yang dihasilkan pabrik dan pembangkit listrik di kawasan penyangga turut memperburuk kondisi. Ia mengingatkan bahwa selama sumber energi masih bergantung pada batu bara, daerah sekitar akan terus menyumbang peningkatan emisi di Jakarta.

“Kalau masih pakai batu bara, sampai kapan pun daerah penyangga akan berkontribusi menaikkan emisi di Jakarta.”

Langit Kelabu Saat Peringatan HUT ke-81 RI

Perhatian publik terhadap kualitas udara Jakarta kembali memuncak saat peringatan kemerdekaan RI ke-81. Pada Senin (17/8), atraksi pesawat dan penerjun TNI yang seharusnya menjadi sorotan justru teredup oleh langit kelabu akibat kabut polusi. Pemantauan udara.jakarta.go.id milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta pada pukul 08.00 WIB menunjukkan sejumlah wilayah telah mencapai level tidak sehat.

Lembaga non-profit Bicara Udara turut menyoroti kejadian tersebut melalui unggahan Instagram resminya pada Selasa (18/8):

“Atraksi pesawat dan penerjun TNI mewarnai langit dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 hari ini. Namun, aksi hebat ini justru terlihat tidak menarik karena kabut polusi udara di sekelilingnya.”

Imbauan DLH Jakarta Saat Udara Tidak Sehat

Dinas Lingkungan Hidup Jakarta mengimbau warga untuk memantau kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan, menjaga asupan cairan tubuh terutama saat berada di luar, serta memakai masker ketika berada di area berdebu, dekat jalur padat kendaraan, atau terpapar asap kendaraan secara langsung.

Frequently Asked Questions

What is Kualitas Udara Jakarta Buruk Pramono Sebut?

Kualitas Udara Jakarta Buruk Pramono Sebut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kualitas Udara Jakarta Buruk Pramono Sebut matter?

Kualitas Udara Jakarta Buruk Pramono Sebut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion