Skip to content
E Commerce

Belanja Kebutuhan Harian Makin Pindah ke E-commerce, Transaksi Rp 88 Triliun

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 3 mins read

Belanja kebutuhan harian makin pindah ke kanal digital, dan dampaknya terasa nyata pada angka transaksi semester pertama 2026. Nilai penjualan produk

Belanja Kebutuhan Harian Makin Pindah ke E-commerce, Transaksi Rp 88 Triliun

Belanja Kebutuhan Harian Makin Pindah ke E-commerce

Wartanaya.com – Belanja kebutuhan harian makin pindah ke kanal digital, dan dampaknya terasa nyata pada angka transaksi semester pertama 2026. Nilai penjualan produk fast-moving consumer goods (FMCG) di marketplace Indonesia menembus Rp 88,4 triliun sepanjang Januari–Juni, tumbuh 29,4% secara tahunan. Data ini dirilis Compas.co.id melalui laporan FMCG E-commerce Market Insight Semester 1 2026, yang mencatat kenaikan volume tersebar di hampir seluruh kategori yang dipantau.

“Pertumbuhan pasar FMCG e-commerce Indonesia di Semester 1 2026 bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase ekspansi yang sehat,” ujar Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, dalam keterangan pers Kamis (20/8).

Konsolidasi Pasar ke Dua Platform Besar

Struktur distribusi FMCG daring kini sangat terkonsentrasi. Shopee dan TikTok ShopTokopedia secara gabungan menguasai 99% penjualan di setiap kategori yang dilacak sepanjang semester pertama 2026. Meski demikian, dinamika keduanya tidak seragam: TikTok ShopTokopedia menunjukkan ekspansi Official Store paling agresif pada Beauty, Food & Beverages, Healthcare, dan Mom & Baby.

Homecare menjadi pengecualian. Shopee merebut kembali dominasi di kategori tersebut dengan pangsa 69% pada semester pertama 2026, naik 8 poin persentase dalam satu periode. Hanindia menekankan bahwa perilaku volume, dominasi seller, dan momentum pertumbuhan di kedua platform berbeda pada tiap kategori, sehingga brand yang ingin memperluas bisnis daring di semester kedua wajib menyesuaikan pendekatan secara spesifik.

“Pasar sudah terkonsolidasi ke dua platform, tapi keduanya tidak bisa diperlakukan dengan strategi yang sama,” tegas Hanindia.

Pergerakan Pertumbuhan per Kategori

Homecare mencatat laju pertumbuhan tercepat: nilai penjualan melonjak 78,3% YoY dengan kenaikan volume 42%. Food & Beverages menyusul dengan pertumbuhan nilai 52,1% dan volume 33%. Healthcare tumbuh 24,4% dari sisi nilai serta 20% dari sisi volume. Beauty & Care menunjukkan kenaikan nilai 20,8% dan volume 12,8%, sementara Mom & Baby tumbuh lebih moderat pada nilai 18,7% dan volume 3,6%.

Compas menilai bahwa pertumbuhan nilai dan volume yang terjadi secara simultan menciptakan fondasi pasar yang lebih kokoh dibandingkan kenaikan yang hanya ditopang satu indikator tunggal.

Pengaruh Ramadan dan Lebaran terhadap Pola Belanja

Momen Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada kuartal pertama membentuk pola belanja FMCG daring secara signifikan. Mayoritas subkategori dengan lonjakan volume tertinggi berkaitan langsung dengan kebutuhan selama dua perayaan tersebut. Pada Food & Beverages, Mineral Water mencatat pertumbuhan nilai paling tajam, yakni 219% YoY, diikuti Cooking Oil 123% dan Candy 121%. Lonjakan ini dikaitkan dengan melonjaknya permintaan saat sahur, berbuka puasa, dan perayaan Lebaran.

Pola serupa terlihat di Beauty: Nail Polish tumbuh 119%, Setting Spray 85%, dan Eyeshadow 77%. Di Healthcare, subkategori Eye Care naik 91%. Pada Mom & Baby, Baby Sun Care memimpin dengan pertumbuhan 50%, diikuti Baby Cologne 46%. Angka tertinggi secara keseluruhan tercatat pada Homecare: Insektisida melonjak 162%, menjadikannya subkategori dengan kenaikan nilai paling ekstrem dalam laporan tersebut.

Hanindia menegaskan bahwa pola peningkatan penjualan FMCG daring saat Ramadan dan Lebaran bukan fenomena baru; tren serupa telah berulang pada tahun-tahun sebelumnya. Periode itu konsisten menjadi titik puncak penjualan dibanding rentang waktu lainnya. Brand FMCG, menurutnya, dapat mengoptimalkan performa dengan memahami pola musiman tersebut serta menyesuaikan waktu dan komposisi produk yang ditawarkan.

FAQ: Belanja Kebutuhan Harian di E-commerce

Apakah belanja kebutuhan harian makin pindah ke e-commerce berarti toko fisik akan hilang? Tidak. Data semester pertama 2026 menunjukkan pergeseran volume ke kanal digital, namun toko fisik tetap berperan sebagai titik pengambilan dan pengalaman belanja langsung. Keduanya berjalan paralel, bukan saling menggantikan.

Kategori FMCG mana yang paling cepat tumbuh di marketplace? Homecare mencatat pertumbuhan nilai tertinggi, yakni 78,3% YoY, dengan kenaikan volume 42%. Subkategori Insektisida di dalam Homecare bahkan melonjak 162%, menjadi angka tertinggi dalam laporan Compas.

Bagaimana brand FMCG sebaiknya merespons konsolidasi pasar ke dua platform? Hanindia Narendrata menyarankan agar setiap brand menyesuaikan strategi secara spesifik untuk masing-masing platform, karena dinamika seller, volume, dan momentum pertumbuhan Shopee serta TikTok ShopTokopedia berbeda pada tiap kategori.

Join the discussion