Daerah

Antrean BBM Masih Panjang, BPH Migas Klaim Stok di Sulsel Terkendali

2026_09_10-13_25_00_3ffcc242-acec-11f1-9607-0242ac12000a_960x640_thumb

Antrean BBM Masih Panjang, BPH Migas Pastikan Stok Sulsel Terkendali

Wartanaya.com – Antrean BBM Masih Panjang BPH Migas menjadi perhatian di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Kendaraan roda dua dan roda empat masih terlihat mengantre untuk mendapatkan bahan bakar. Meski kondisi di lapangan menimbulkan kekhawatiran, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menyatakan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi di wilayah tersebut tetap terkendali.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi bersama Pertamina Patra Niaga dan manajemen pusat Pertamina. Koordinasi tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran penyaluran sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU yang melayani kebutuhan masyarakat.

Cadangan BBM dan Pengiriman Laut Tetap Dijaga

Menurut BPH Migas, persediaan BBM di fasilitas Pertamina disiapkan untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan. Stok yang tersimpan berada dalam kisaran kebutuhan harian wilayah, sehingga masih tersedia ruang penyangga ketika permintaan bahan bakar mengalami peningkatan.

Distribusi melalui jalur laut juga terus dijalankan secara berkala. Kapal pengangkut dijadwalkan tiba setiap dua hingga tiga hari untuk menopang pasokan ke Sulawesi Selatan. Pengiriman ini mencakup beberapa jenis bahan bakar, termasuk Biosolar yang banyak dibutuhkan oleh kendaraan angkutan dan kegiatan usaha.

“Nanti secara kontinu suplai akan dijaga dengan kapal, baik itu dari Tuban maupun dari Balikpapan, termasuk Biosolar. Kondisinya adalah normal, rata-rata stok yang tersimpan antara tujuh sampai dengan 12 hari,” kata Wahyudi, Minggu (14/9).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa panjangnya antrean tidak serta-merta berarti stok BBM di Sulawesi Selatan habis. Ketersediaan bahan bakar di tingkat regional dan kelancaran pelayanan di SPBU merupakan dua hal yang berbeda. Ketika kendaraan menumpuk pada waktu atau lokasi tertentu, antrean dapat tetap terjadi meskipun cadangan pasokan masih mencukupi.

Jumlah SPBU Buka 24 Jam Ditingkatkan

Untuk mempercepat pelayanan, Pertamina menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Makassar. Sebelumnya, terdapat 11 SPBU yang melayani pengisian sepanjang hari. Kini, jumlahnya ditingkatkan menjadi 25 SPBU agar pengendara memiliki lebih banyak pilihan lokasi pengisian.

Penambahan SPBU dengan jam layanan penuh turut didukung penguatan kapasitas pelayanan. Pertamina melakukan penyesuaian dengan menambah nozzle dan operator di sejumlah titik. Langkah ini diharapkan mempercepat proses pengisian, mengurangi waktu tunggu, serta membantu menyebarkan arus kendaraan yang sebelumnya terkonsentrasi pada SPBU tertentu.

Upaya tersebut menjadi penting karena masyarakat banyak mengandalkan Pertalite dan Biosolar untuk kegiatan sehari-hari. Jika banyak kendaraan datang secara bersamaan, antrean dapat memanjang walaupun distribusi tetap berlangsung. Operasional SPBU selama 24 jam diharapkan memberi kesempatan kepada pengendara untuk mengisi bahan bakar di waktu yang lebih fleksibel.

Konsumsi Pertalite Meningkat

Antrean BBM Masih Panjang BPH Migas juga berkaitan dengan kenaikan konsumsi Pertalite di Sulawesi Selatan. Dalam kondisi normal, penyaluran Pertalite berada di kisaran 800 kiloliter per hari. Saat antrean meningkat, kebutuhan hariannya naik menjadi sekitar 1.300 kiloliter.

Artinya, terdapat tambahan permintaan sekitar 500 kiloliter per hari dibandingkan pola konsumsi biasa. Kenaikan ini membuat pengelolaan stok, jadwal kedatangan kapal, dan penyaluran dari fasilitas penyimpanan ke SPBU perlu terus dipantau agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

BPH Migas menilai stok secara umum masih berada dalam kondisi normal. Namun, penanganan antrean tetap membutuhkan kerja sama regulator dan badan usaha penyalur, termasuk melalui pengiriman yang konsisten, pelayanan SPBU yang lebih cepat, serta pemantauan kebutuhan di lokasi dengan permintaan tinggi.

Bagi masyarakat, kondisi Antrean BBM Masih Panjang BPH Migas perlu disikapi dengan tetap tenang dan melakukan pengisian sesuai kebutuhan. Pengisian secara wajar membantu perputaran stok di setiap SPBU, terutama ketika konsumsi sedang meningkat di atas rata-rata harian.

FAQ Antrean BBM di Makassar dan Sulawesi Selatan

Apakah stok BBM di Sulawesi Selatan habis?

Tidak. BPH Migas menyatakan stok BBM subsidi dan nonsubsidi di Sulawesi Selatan masih terkendali. Antrean yang terjadi lebih berkaitan dengan peningkatan konsumsi dan kepadatan pelayanan di sejumlah SPBU.

Mengapa antrean tetap panjang jika stok dinyatakan aman?

Antrean dapat terjadi ketika permintaan kendaraan meningkat dalam waktu bersamaan atau terkonsentrasi di SPBU tertentu. Kelancaran distribusi dan kapasitas layanan di setiap SPBU turut menentukan seberapa cepat pengendara dapat memperoleh bahan bakar.

Bagaimana cara mencari SPBU yang melayani 24 jam di Makassar?

Pengendara dapat memperhatikan informasi di SPBU terdekat atau mengikuti arahan petugas di lapangan. Penambahan SPBU 24 jam dimaksudkan agar arus kendaraan tidak hanya terpusat pada beberapa lokasi.

Apa yang dapat dilakukan pengendara saat antrean BBM meningkat?

Pengendara sebaiknya mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan, mengikuti jalur antrean yang ditetapkan petugas, dan mempertimbangkan waktu pengisian di luar jam ramai. Sikap tersebut dapat membantu pelayanan di SPBU berjalan lebih tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *