Industri

Sejumlah Perusahaan Swasta Bakal Diakuisisi BUMN Tekstil, Termasuk Sritex

Pekerja_di_pabrik_Sritex-2024_10_26-15_49_08_40078c8cb5fab91df4315ede5c878ae1_960x640_thumb

Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil untuk Konsolidasi Industri Nasional

Wartanaya.com – Pemerintah tengah menyiapkan pembentukan badan usaha milik negara di sektor tekstil yang diarahkan untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil nasional. Entitas baru ini dirancang sebagai wadah pengembangan perusahaan-perusahaan tekstil dalam negeri, termasuk melalui akuisisi sejumlah perusahaan swasta.

Menteri Perindustrian Sarmuji menyampaikan bahwa pembahasan pembentukan BUMN Tekstil berlangsung bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Lembaga tersebut memiliki investasi besar pada BUMN yang bergerak di sektor tekstil.

Salah satu perusahaan yang masuk dalam rencana akuisisi adalah PT Sri Rejeki Iman, yang dikenal sebagai Sritex. Langkah tersebut juga dapat mencakup perusahaan tekstil yang sedang menghadapi tekanan berat dalam kegiatan usahanya.

“Ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi,” kata Sarmuji saat ditemui di kantornya, di Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Sarmuji menjelaskan, perusahaan yang diambil alih tidak hanya berasal dari kondisi usaha yang sehat. Pemerintah juga membuka kemungkinan memasukkan pelaku industri tekstil yang hampir mengalami kebangkrutan ke dalam skema konsolidasi tersebut.

Sinergi dari Hulu hingga Hilir

Konsep BUMN Tekstil disiapkan untuk menyatukan berbagai subsektor dalam industri tekstil dan produk tekstil, atau TPT. Dengan pengelolaan yang lebih terhubung, pemerintah berharap kapasitas dan keunggulan tiap perusahaan dapat saling melengkapi.

Industri tekstil mencakup rangkaian kegiatan yang luas, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi benang dan kain, hingga pembuatan pakaian serta produk tekstil jadi. Integrasi antartahap produksi dinilai penting agar pengembangan sektor ini tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Itu menjadi lebih bermakna karena menyatukan beberapa kekuatan. Mungkin satu perusahaan tekstil dengan perusahaan tekstil lainnya punya kekuatan masing-masing, nanti akan kita sinergikan,” ujar Sarmuji.

Melalui pendekatan tersebut, BUMN Tekstil diharapkan mampu menghimpun aset, kemampuan produksi, mesin, teknologi, dan jaringan usaha yang tersebar di berbagai perusahaan. Pemerintah menempatkan sinergi sebagai tujuan utama, bukan sekadar pengalihan kepemilikan perusahaan.

Danantara sebelumnya juga telah menyiapkan arah pengembangan perusahaan tekstil dengan model industri terpadu dari hulu sampai hilir. Model ini akan menghubungkan berbagai mata rantai produksi dalam satu kerangka pengembangan yang lebih terkoordinasi.

Danantara Mengkaji Kemitraan dan Pembentukan Entitas Baru

Kepala Danantara Rosan Roeslani menyatakan pembentukan BUMN tekstil baru menjadi salah satu langkah untuk kembali memperkuat industri tekstil nasional. Selain membangun perusahaan baru, Danantara mempertimbangkan peluang kerja sama dengan perusahaan tekstil yang sudah beroperasi.

Pertimbangan kemitraan tersebut berkaitan dengan potensi yang telah dimiliki perusahaan-perusahaan eksisting. Aspek seperti kondisi mesin, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan menciptakan lapangan kerja menjadi bagian dari hal yang akan diperhatikan.

“Akan bikin perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kami akan lihat apa bisa bermitra dengan perusahaan tekstil yang sudah ada,” kata Rosan setelah menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (22/9).

Rencana ini menunjukkan bahwa penguatan industri tidak hanya diarahkan pada pendirian perusahaan pelat merah dari awal. Pemerintah juga melihat kemungkinan memanfaatkan fondasi usaha yang telah tersedia pada pelaku tekstil nasional.

Dalam tahap kajian sebelumnya, Rosan menyebut terdapat sedikitnya dua mekanisme yang dipertimbangkan untuk membentuk BUMN Tekstil. Pilihan pertama berupa penyaluran kredit, sedangkan pilihan lainnya adalah mendirikan perusahaan BUMN baru. Mekanisme finalnya masih dikaji.

Aset Sritex Masuk dalam Opsi yang Dipertimbangkan

Aset bekas Sritex menjadi salah satu opsi yang dikaitkan dengan pembentukan BUMN tekstil. Perusahaan tersebut memiliki aset berupa tanah, bangunan, mesin, dan peralatan yang dapat menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan industri ke depan.

Tim Kurator Sritex telah memutuskan untuk menyewakan seluruh tanah, bangunan, mesin, dan peralatan milik perusahaan itu. Nilai sewa keseluruhan aset tersebut mencapai Rp326,86 miliar setiap tahun.

Keberadaan aset produksi menjadi unsur penting dalam pembahasan industri tekstil karena kegiatan manufaktur membutuhkan fasilitas, peralatan, dan kemampuan operasional yang memadai. Jika aset dan perusahaan yang relevan dapat disatukan dalam skema yang tepat, pemerintah berharap pengembangan sektor TPT dapat berjalan lebih terintegrasi.

Pembentukan BUMN Tekstil pada akhirnya diarahkan untuk menghimpun kekuatan perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi berbeda. Tahap berikutnya akan menentukan bentuk entitas, pola kemitraan, serta mekanisme akuisisi yang digunakan dalam pelaksanaan rencana tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Sejumlah Perusahaan Swasta Bakal Diakuisisi BUMN?

Sejumlah Perusahaan Swasta Bakal Diakuisisi BUMN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sejumlah Perusahaan Swasta Bakal Diakuisisi BUMN matter?

Sejumlah Perusahaan Swasta Bakal Diakuisisi BUMN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *