Gubernur BI Terpilih & Wakil Ketua DK LPS Hadiri Katadata Padel Tournament
Sebuah lapangan padel di kawasan Satrio, Jakarta, Sabtu (29/8), menjadi titik temu yang jarang terjadi: regulator keuangan, eksekutif media, dan praktisi
Gubernur BI Perempuan Pertama Turun Lapangan di Turnamen Padel yang Menghadirkan Regulator dan Profesional Lintas Sektor
Wartanaya.com – Sebuah lapangan padel di kawasan Satrio, Jakarta, Sabtu (29/8), menjadi titik temu yang jarang terjadi: regulator keuangan, eksekutif media, dan praktisi humas dari berbagai institusi berhadapan langsung di atas net. Katadata Padel Tournament, yang mempertemukan 72 peserta pada kategori Men’s Doubles dan Women’s Doubles, bukan sekadar ajang kompetisi raket. Kehadiran Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia terpilih sekaligus perempuan pertama yang menduduki kursi tertinggi di otoritas moneter nasional, memberi bobot tersendiri pada acara yang juga melibatkan Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Nasution serta Chief Content Officer Katadata Heri Susanto.
Skala dan Format Turnamen
Turnamen utama diikuti 72 pemain yang berkompetisi dalam format ganda putra dan ganda putri. Di luar kompetisi inti, 15 peserta tambahan ambil bagian dalam exhibition match berformat mixed doubles. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp35 juta. Acara dipandu oleh Rico Ceper dan Mima Irma, dan dibuka secara resmi oleh Farid Nasution bersama Heri Heri Susanto.
Padel sendiri merupakan olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash, dimainkan di lapangan lebih kecil dengan dinding pantul. Berbeda dari tenis konvensional, padel menuntut koordinasi tim yang intens karena setiap pasangan harus berkomunikasi secara konstan untuk membaca arah bola dan membagi tanggung jawab pertahanan. Karakter inilah yang, menurut penyelenggara, menjadikannya medium sosial yang efektif di luar konteks kompetisi murni.
Perspektif Regulator: Work-Life Balance dan Sinergi Lintas Lembaga
Destry Damayanti menegaskan bahwa ruang informal semacam ini memiliki fungsi strategis yang melampaui aktivitas fisik semata. Baginya, interaksi di luar koridor kantor dan ruang rapat memungkinkan percakapan yang tidak selalu terbuka dalam setting profesional formal.
“Harus work-life balance. Ini menjadi tempat untuk networking, menjadi sinergi, bisa berbicara, berdiskusi, dan membuka hal-hal lain, bukan hanya tentang padel.”
Destry sendiri tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan. Ia turun bertanding dan berpasangan dengan mantan Puteri Indonesia Maria Selena dalam salah satu laga. Lawan yang dihadapinya di lapangan adalah Farid Nasution. Pengalaman itu, menurut Destry, berlangsung sengit dan menghibur.
“Sangat luar biasa melawan Pak Farid. Match-nya seru, saya berpasangan dengan Maria Selena.”
Ia menutup keterlibatannya dengan apresiasi singkat bagi penyelenggara: “Salut untuk Katadata.”
Farid Nasution: Kesehatan dan Kebersamaan di Atas Skor
Wakil Ketua DK LPS itu menekankan bahwa orientasi utama kegiatan olahraga korporat bukanlah kemenangan atau kekalahan. Bagi Farid, nilai inti terletak pada pemeliharaan kesehatan fisik dan penguatan ikatan sosial di antara para peserta yang sehari-hari bergerak di sektor berbeda.
“Bukan cari menang kalah, tapi cari sehat.”
Ia menambahkan bahwa interaksi di luar jam kerja membuka kanal komunikasi yang sulit dibangun melalui agenda rapat atau surat resmi. Dalam konteks lembaga penjamin simpanan yang berinteraksi dengan perbankan, pasar modal, dan sektor riil, ruang informal semacam ini menjadi pelengkap yang tidak tergantikan.
Heri Susanto: Padel sebagai Alat Komunikasi dan Komitmen Katadata terhadap Olahraga Nasional
Heri Susanto menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang khusus untuk mempertemukan insan humas dari BUMN, perusahaan swasta, instansi pemerintah, hingga lembaga perbankan. Tujuan utamanya adalah menjaga silaturahmi dan membuka jalur kerja sama yang mungkin tidak pernah terlintas dalam rutinitas operasional.
“Acara ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus untuk menjalin komunikasi dan kerja sama.”
Heri juga menyoroti dimensi teknis padel sebagai olahraga yang melatih komunikasi tim. Setiap pukulan menuntut negosiasi cepat antara dua pemain di lapangan, sehingga secara tidak langsung mengasah kemampuan koordinasi dan kepercayaan antarpasangan.
“Padel semakin menarik. Padel bukan sekadar permainan, tapi juga cocok untuk menjalin komunikasi. Padel melatih kita untuk saling berkomunikasi.”
Lebih luas lagi, Katadata memposisikan dirinya sebagai pemangku kepentingan yang mendorong pertumbuhan olahraga di Indonesia. Di samping padel, organisasi ini secara rutin terlibat dalam kegiatan lari dan aktivitas fisik lainnya. Heri menegaskan bahwa turnamen padel bukan semata kompetisi, melainkan juga instrumen jejaring dan komunikasi.
“Event padel ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga untuk berjejaring dan berkomunikasi. Katadata berusaha menumbuhkan olahraga-olahraga di Indonesia.”
Pesan Penutup: Fighting Spirit dan Harapan untuk Edisi Berikutnya
Destry menutup kehadirannya dengan dua pesan. Pertama, olahraga melatih fighting spirit yang relevan bagi kehidupan profesional—ketangguhan mental, daya tahan, dan kemampuan bangkit setelah tertinggal poin. Kedua, ia berharap turnamen semacam ini dapat diselenggarakan secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas, termasuk mengundang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), hingga anggota DPR.
“Melatih fighting spirit. Semoga bisa terus menyelenggarakan event seperti ini.”
Ia juga menitipkan pesan personal agar setiap individu menikmati pekerjaannya dengan ikhlas, bukan sekadar menjalankan kewajiban.
“Nikmati setiap apa pun yang kamu kerjakan. Lakukan dengan ikhlas. Kerja merupakan sesuatu yang enjoyable.”
Dalam lanskap regulasi keuangan Indonesia yang semakin kompleks—dengan BI, OJK, LPS, dan PPATK masing-masing memegang mandat berbeda—ruang-ruang informal yang mempertemukan para pemangku kepentingan lintas lembaga menjadi semakin relevan. Turnamen padel di Satrio, dengan total hadiah Rp35 juta dan ratusan jam interaksi di lapangan, mungkin kecil skalanya dibandingkan kebijakan moneter atau regulasi perbankan. Namun, sebagaimana diakui oleh para pesertanya sendiri, justru di situlah percakapan yang tidak akan pernah muncul di ruang rapat menemukan jalannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gubernur BI Terpilih Wakil Ketua DK LPS?
Gubernur BI Terpilih Wakil Ketua DK LPS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gubernur BI Terpilih Wakil Ketua DK LPS matter?
Gubernur BI Terpilih Wakil Ketua DK LPS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
