Rencana Penghapusan Batas Harga Saham, Kenapa Saham GOTO Diuntungkan?
BEI tengah merancang aturan baru yang menurunkan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 di pasar reguler maupun pasar tunai. Rencana Penghapusan
BEI Turunkan Ambang Harga Saham ke Rp1: Apa Artinya untuk GOTO?
Wartanaya.com – BEI tengah merancang aturan baru yang menurunkan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 di pasar reguler maupun pasar tunai. Rencana Penghapusan Batas Harga Saham ini mengubah secara fundamental cara mekanisme pembentukan harga bekerja, terutama bagi emiten yang selama ini terjebak di level Rp50. Di antara nama-nama yang paling terdampak, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi sorotan utama karena kombinasi tekanan regulasi sebelumnya dan pemulihan kinerja finansialnya.
Penilaian Analis: Perubahan Struktural, Bukan Sinyal Beli
Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyebut perubahan ambang batas tersebut sebagai sentimen positif bagi ekosistem pasar secara keseluruhan. Ruang price discovery yang selama ini terhambat akhirnya terbuka, dan harga tidak lagi terkunci secara artifisial di angka Rp50.
“Namun, dampaknya tidak otomatis bullish karena harga nantinya benar-benar akan ditentukan oleh keseimbangan supply-demand,” ujar Nafan dalam keterangan tertulis, Senin (24/8).
Ia menegaskan bahwa perubahan ini bersifat struktural, bukan katalis spekulasi. Saham dengan fundamental lemah justru berisiko tertekan ke level jauh lebih rendah setelah ambang Rp50 dihapus. Investor dituntut lebih selektif dalam memilih instrumen dan tidak sekadar mengejar saham yang secara nominal terlihat murah.
Konteks GOTO: Dari Tekanan Regulasi ke Momentum Positif
Harga saham GOTO sempat menyentuh Rp50 setelah pemerintah menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar 8%. Kebijakan itu memicu kekhawatiran bahwa perusahaan induk Gojek dan Gopay berpotensi kembali mencatat kerugian menyusutnya margin pendapatan.
Sejak saat itu, tren negatif berhasil dibalikkan. Pada kuartal I-2026, GOTO membukukan laba bersih Rp171 miliar, lalu melanjutkan momentum dengan laba bersih Rp252 miliar di kuartal II-2026. Manajemen juga menyiapkan program buyback saham senilai hingga Rp3,5 triliun sebagai penopang tambahan bagi pemegang saham.
Nafan menilai kombinasi perbaikan operasional dan rencana buyback menjadi faktor penopang utama bagi GOTO. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa investor tetap perlu mengamati apakah kekuatan permintaan mampu mengimbangi potensi tekanan jual yang muncul setelah batas minimum dihapus.
Likuiditas dan Efisiensi Pembentukan Harga
Dari sudut pandang likuiditas, rencana penghapusan batas harga saham berpotensi menghidupkan kembali aktivitas perdagangan pada saham-saham berkapitalisasi kecil. Selama batas lama berlaku, ruang penurunan harga di pasar reguler praktis tertutup begitu saham menyentuh level tersebut, sehingga mekanisme pembentukan harga menjadi kurang optimal dan antrean jual menumpuk tanpa jalan keluar.
Dengan batas baru Rp1, pasar memperoleh ruang yang jauh lebih luas untuk menemukan harga keseimbangan. Harga dapat menyesuaikan diri secara lebih fleksibel terhadap fundamental emiten, persepsi pasar, serta dinamika permintaan dan penawaran secara real-time.
Perspektif Kiwoom Sekuritas
Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menegaskan bahwa rencana penghapusan batas harga saham ini bukan sekadar mengubah angka di layar perdagangan. Ia menilai kebijakan tersebut benar-benar membuka kemungkinan suatu saham ditransaksikan hingga Rp1 di pasar reguler continuous auction maupun pasar tunai.
Menurut Liza, sisi positifnya terletak pada kemampuan kebijakan ini membuka antrean saham yang selama ini mentok di Rp50, memberikan jalan keluar bagi investor, sekaligus membentuk harga yang lebih mencerminkan kondisi supply-demand riil. Mengenai GOTO secara spesifik, ia mengakui bahwa secara teori harga saham tersebut memang bisa turun perlahan hingga Rp1. Namun, hal itu tidak otomatis terjadi hanya karena aturan berubah — fundamental, sentimen pasar, serta kekuatan jual-beli tetap menjadi penentu utama arah harga.
Kebijakan ini sebaiknya dipandang sebagai upaya meningkatkan efisiensi mekanisme pasar, bukan sebagai sinyal untuk berspekulasi pada saham-saham berharga murah.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui Investor
Apakah Rencana Penghapusan Batas Harga Saham berarti semua saham akan jatuh ke Rp1? Tidak. Harga tetap ditentukan oleh keseimbangan penawaran dan permintaan. Saham dengan fundamental kuat tidak akan otomatis tertekan hanya karena batas bawah dihapus.
Kapan aturan baru ini berlaku? BEI masih dalam tahap persiapan dan sosialisasi. Investor disarankan memantau pengumuman resmi BEI untuk mengetahui jadwal implementasi yang pasti.
Apakah GOTO berisiko tertekan setelah aturan berlaku? Secara teori ruang penurunan memang lebih
