Ini Strategi Bank Indonesia Hadapi Risiko El Nino
Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya menghadapi potensi lonjakan harga pangan yang dipicu fenomena El Nino. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali
BI Siapkan Langkah Antisipasi Tekanan Inflasi dari El Nino hingga Oktober 2026
Wartanaya.com – Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya menghadapi potensi lonjakan harga pangan yang dipicu fenomena El Nino. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menegaskan bahwa anomali cuaca tersebut diproyeksikan menguat hingga Oktober 2026, dengan dampak paling terasa di wilayah timur Indonesia. Kondisi itu dinilai mampu menekan output pertanian sekaligus memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Perkembangan Inflasi Juli 2026 Masih Terkendali
Di tengah ketidakpastian global dan ancaman cuaca ekstrem, angka inflasi nasional per Juli 2026 tetap berada dalam koridor yang ditetapkan. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 2,88% secara tahunan (yoy), menurun dari 3,34% pada Juni 2026. Kontribusi utama penurunan datang dari kelompok volatile food, yang inflasinya anjlok menjadi 2,52% yoy dari 5,58% di bulan sebelumnya.
“Alhamdulillah meski kita di tengah ketidakpastian, inflasi kita bulan Juli ini tetap terjaga di kisaran yang sudah kita tetapkan, bahkan melandai,” kata Ricky.
Fokus pada Komoditas Strategis
Untuk meredam dampak El Nino, BI akan memprioritaskan pemantauan terhadap tiga komoditas pangan kunci: beras, cabai, dan bawang merah. Ketiga item tersebut dinilai paling rentan terhadap gangguan produksi maupun distribusi yang dipicu perubahan cuaca ekstrem.
Strategi Pengendalian Inflasi yang Lebih Menyeluruh
Ricky menjelaskan bahwa pendekatan pengendalian inflasi kini tidak lagi terbatas pada operasi pasar semata. Pemerintah dan BI mendorong penguatan kapasitas produksi, perbaikan penanganan pascapanen, kelancaran distribusi, penguatan kelembagaan pangan, serta modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir.
Langkah konkret yang disiapkan mencakup pengembangan digital farming dan pertanian presisi, penguatan rantai pascapanen dan hilirisasi pangan, serta intensifikasi kerja sama antardaerah (KAD) berbasis model business to business (B2B) yang mempertimbangkan kondisi surplus dan defisit pangan tiap wilayah.
BI juga akan mengedepankan pemanfaatan data serta proyeksi yang bersifat forward looking dalam setiap keputusan pengendalian inflasi. Fasilitasi distribusi pangan, subsidi biaya angkut, dan pelaksanaan gerakan pasar murah termasuk dalam kerangka tersebut.
“Perlu mewaspadai risiko dari El Nino. El Nino diperkirakan akan lebih kuat hingga bulan Oktober 2026 di kawasan timur Indonesia serta tekanan biaya produksi,” ujar Ricky dalam konferensi pers, Rabu (19/8).
Intervensi Pasar yang Lebih Tepat Sasaran
Ricky menekankan bahwa aksi pasar murah ke depan wajib dirancang secara lebih presisi dengan mempertimbangkan jenis komoditas, lokasi pelaksanaan, dan waktu intervensi.
“Kita akan terus mendorong apresiasi berbagai inovasi pengendalian inflasi di daerah semakin targeted dan forward looking,” katanya.
Kondisi Inflasi per Wilayah
Dari sisi kewilayahan, inflasi IHK juga menunjukkan pelandaian di seluruh kawasan. Angka tertinggi tercatat di Sumatera (3,53%) dan Kalimantan (3,52%). Sementara 24 provinsi lainnya telah berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% ± 1%.
Capaian tersebut, menurut Ricky, merupakan buah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GPIP).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ini Strategi Bank Indonesia Hadapi Risiko?
Ini Strategi Bank Indonesia Hadapi Risiko is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ini Strategi Bank Indonesia Hadapi Risiko matter?
Ini Strategi Bank Indonesia Hadapi Risiko matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
