Pembangunan IKN Capai Rp257,56 Triliun, Target Ibu Kota Politik 2028
Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur telah menyerap dana sebesar Rp257,56 triliun, gabungan dari APBN dan sektor swasta. Otorita IKN
Ibu Kota Politik 2028: Rp257,56 Triliun Sudah Tercurah untuk IKN
Wartanaya.com – Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur telah menyerap dana sebesar Rp257,56 triliun, gabungan dari APBN dan sektor swasta. Otorita IKN menegaskan bahwa seluruh tahapan konstruksi tetap berjalan sesuai jadwal demi mewujudkan status ibu kota politik pada tahun 2028.
Fokus Beralih ke Kawasan Legislatif dan Yudikatif
Basuki Hadimuljono, Kepala OIKN, menyampaikan bahwa prioritas pemerintah kini tertuju pada pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif. Ia menjelaskan bahwa tahap pertama kawasan eksekutif—yang menaungi kantor Presiden, kediaman Presiden, serta masjid—sudah selesai dikerjakan.
“Kawasan eksekutif yang mencakup kantor dan kediaman Presiden serta masjid telah rampung dari pembangunan tahap pertama,” ujar Basuki dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Ekonomi IKN, Kalimantan Timur, Senin (17/8).
Di sisi lain, progres konstruksi fasilitas legislatif dan yudikatif masih dalam tahap awal. Per akhir Juli 2026, pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial baru mencapai 12,41 persen, sementara jaringan jalan di kawasan yudikatif telah menyentuh angka 27,6 persen.
Hunian ASN dan Sumber Pendanaan
OIKN juga mencatat kemajuan signifikan pada penyediaan hunian bagi aparatur sipil negara dan pekerja lembaga negara. Dari total target 47 tower rumah susun ASN, sebanyak 43 tower telah rampung hingga semester I 2026.
Secara finansial, kebutuhan pembangunan IKN melalui APBN tercatat Rp48,8 triliun. Pemerintah juga menggerakkan pembiayaan lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp134,22 triliun, ditambah investasi swasta sebesar Rp74,54 triliun yang berasal dari 67 investor.
Konsep Forest City dan Pemulihan Ekosistem
Basuki menegaskan bahwa pembangunan IKN diarahkan untuk membentuk kota yang mengintegrasikan konsep forest city, smart city, dan sponge city. Di antara ketiganya, karakter forest city dinilai paling menonjol karena OIKN secara konsisten menjalankan program penanaman pohon serta pemulihan ekosistem kawasan.
“Dari ketiga konsep tersebut, karakter forest city paling terlihat karena OIKN terus melakukan penanaman pohon di kawasan IKN,” ujar Basuki.
Program tersebut menargetkan penanaman sekitar 700 hingga 800 pohon setiap dua minggu dan akan berlangsung selama enam tahun ke depan. Pemerintah turut menyiapkan lahan seluas 70–90 hektare sebagai miniatur tropical rainforest guna mendukung pemulihan ekosistem hutan di kawasan IKN.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pembangunan IKN Capai Rp257 56 Triliun?
Pembangunan IKN Capai Rp257 56 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pembangunan IKN Capai Rp257 56 Triliun matter?
Pembangunan IKN Capai Rp257 56 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
