Skip to content
Nasional

Mensesneg Sebut RI Ingin Kembangkan Teknologi Nuklir untuk PLTN hingga Medis

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

Mensesneg Sebut RI Ingin Kembangkan Teknologi Nuklir sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian energi. Menteri

Mensesneg Sebut RI Ingin Kembangkan Teknologi Nuklir untuk PLTN hingga Medis

Mensesneg Sebut RI Ingin Kembangkan Teknologi Nuklir untuk PLTN dan Medis

Wartanaya.com – Mensesneg Sebut RI Ingin Kembangkan Teknologi Nuklir sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian energi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengemukakan bahwa pemerintah sedang mengarahkan pengembangan teknologi nuklir guna mendukung tiga sektor utama, yaitu energi, pertahanan, dan kesehatan. Dalam konteks energi, pemerintah tengah mengkaji peluang pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di berbagai wilayah Indonesia.

Prasetyo Hadi menyampaikan pernyataan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Jumat (7/8). Ia menegaskan bahwa fokus pengembangan nuklir tidak hanya terbatas pada penelitian, tetapi juga mencakup kepentingan energi dan kesehatan. Menurut Mensesneg, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan teknologi nuklir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Kalau berkenaan dengan masalah nuklir lebih fokus ke masalah untuk selain penelitian untuk kepentingan energi dan kesehatan,” kata Prasetyo Hadi.

Potensi Teknologi Nuklir di Sektor Pertahanan dan Medis

Selain sektor energi, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan teknologi nuklir di bidang pertahanan. Prasetyo menjelaskan bahwa kajian tersebut mencakup kemungkinan penggunaan teknologi nuklir pada peralatan utama sistem persenjataan (alutsista). Pengembangan teknologi nuklir untuk pertahanan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dalam menghadapi tantangan global.

“Misalnya, untuk mungkinkah pembangkit listrik tenaga nuklir, atau mungkinkah peralatan alutsista berbahan nuklir, dan kesehatan terutama untuk medis,” ujarnya.

Inovasi BRIN untuk Kesehatan dan Pangan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria sebelumnya telah menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga mencakup bidang pangan dan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa BRIN telah mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi nuklir untuk mendukung pelayanan medis sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan nasional. BRIN terus melakukan riset untuk menemukan aplikasi baru teknologi nuklir yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia.

Arif menyebutkan bahwa BRIN telah mengembangkan radiofarmaka yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi maupun membantu penanganan penyakit kanker. Pengembangan tersebut menjadi salah satu fokus pemanfaatan teknologi nuklir di sektor kesehatan. Radiofarmaka ini telah digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia untuk diagnosis dan terapi kanker.

Di sektor pangan, BRIN juga mendorong pemanfaatan teknologi nuklir melalui proses iradiasi untuk mengawetkan bahan pangan. Menurut Arif, teknologi tersebut dapat memperpanjang masa simpan buah dan komoditas pangan lainnya sehingga memenuhi persyaratan ekspor yang diterapkan sejumlah negara. Proses iradiasi ini telah terbukti efektif membunuh bakteri dan patogen tanpa mengubah nilai gizi makanan.

Ia menjelaskan bahwa BRIN telah memiliki fasilitas iradiasi di kawasan Pasar Jumat, Jakarta Selatan, serta di Serpong, Tangerang Selatan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk ekspor Indonesia. Fasilitas-fasilitas ini beroperasi dengan standar internasional dan telah melayani berbagai industri pangan di seluruh Indonesia.

“Nuklir untuk pangan dan Kesehatan ini harus didorong, termasuk di dalamnya untuk pengawetan pangan,” kata Arif di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (7/8).

Perkembangan PLTN di Indonesia

Pembangunan PLTN di Indonesia telah menjadi prioritas strategis untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTN pertama di wilayah Kalimantan atau Sulawesi dalam beberapa tahun ke depan. Teknologi nuklir diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk masalah ketahanan energi nasional.

Indonesia memiliki cadangan uranium yang cukup besar, terutama di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pemanfaatan sumber daya ini untuk produksi energi nuklir akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung program transisi energi nasional.

FAQ: Teknologi Nuklir untuk Indonesia

Apa saja sektor yang akan dikembangkan teknologi nuklirnya? Teknologi nuklir akan dikembangkan untuk tiga sektor utama, yaitu energi (PLTN), pertahanan (alutsista), dan kesehatan (medis dan pangan).

Kapan PLTN pertama di Indonesia diharapkan beroperasi? Pemerintah menargetkan pembangunan PLTN pertama di wilayah Kalimantan atau Sulawesi dalam beberapa tahun ke depan.

Apakah Indonesia memiliki sumber daya uranium? Ya, Indonesia memiliki cadangan uranium yang cukup besar, terutama di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Bagaimana teknologi nuklir membantu sektor kesehatan? Teknologi nuklir digunakan untuk pengembangan radiofarmaka dalam diagnosis dan terapi kanker, serta untuk sterilisasi peralatan medis.

Di mana fasilitas iradiasi BRIN berada? BRIN memiliki fasilitas iradiasi di kawasan Pasar Jumat, Jakarta Selatan, serta di Serpong, Tangerang Selatan.

Join the discussion