WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur AI Senilai Rp 3,8 Triliun

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Foto : Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Investasi Rp 3,8 Triliun untuk Fondasi AI Indonesia: Hashim dan Indosat Bergerak Serius

Wartanaya.com – Angka Rp 3,8 triliun kini menjadi patokan awal bagi rencana pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial di dalam negeri. Dana tersebut dialokasikan untuk dua komponen strategis: manufaktur semikonduktor dan proyek kabel bawah laut. Keduanya dirancang agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi konsumen teknologi AI, melainkan turut memegang kendali atas rantai pasoknya.

Kolaborasi yang Membentuk RAIA Grid

Di balik proyek ini berdiri PT Infra Fiber Teknologi (IFT), entitas yang lahir dari kemitraan antara Arsari Group—keluarga usaha milik Hashim Djojohadikusumo—dan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Melalui platform bernama RAIA Grid, keduanya mengoperasikan jaringan fiber optik sepanjang 86.000 kilometer yang menjalar lintas wilayah, menghubungkan data center, operator telekomunikasi, dan berbagai layanan digital.

Jaringan fiber itu kerap dijuluki sebagai "jalan tol digital" Indonesia. Kapasitasnya dirancang untuk menopang layanan 5G, fiber-to-the-home (FTTH), serta koneksi antardata center secara simultan.

Perakitan GPU: Target Desember 2026

Salah satu langkah paling konkret yang tengah disiapkan adalah perakitan GPU di dalam negeri. Aryo Djojohadikusumo, Deputy CEO sekaligus COO Arsari Group, mengungkapkan bahwa IFT menargetkan dimulainya GPU assembly pada Desember 2026. Fasilitas produksi tersebut akan berlokasi di kawasan sekitar Jakarta dan dibangun melalui kerja sama RAIA Grid dengan Indosat, dengan dukungan teknis dari Nvidia.

Kapasitas awal yang ditargetkan berkisar 140 hingga 150 unit GPU H300. Sementara itu, Nvidia juga menyiapkan GPU B300 atau Blackwell Ultra, chip yang secara khusus dioptimalkan untuk memproses beban kerja AI termasuk large language model (LLM) dengan efisiensi lebih tinggi.

"Ambisi kami bukan hanya sekadar menghubungkan. Kami ingin memenuhi semua kebutuhan ini dan mulai membangun komponen-komponen infrastrukturnya di Indonesia," ujar Aryo dalam peluncuran RAIA Grid, Rabu (26/8).

Kabel Bawah Laut dan Alokasi Modal

Di sisi konektivitas internasional, RAIA Grid juga menyiapkan proyek subsea cable untuk memperkuat jalur pertukaran data volume besar antara Indonesia dan jaringan global. Hendra Purnama, Director of Finance RAIA Grid, merinci bahwa perusahaan mengalokasikan capex sekitar US$22 juta (setara Rp 389,6 miliar) untuk komponen semikonduktor.

Untuk kabel bawah laut, investasi panel pertama mencapai sekitar US$192 juta atau Rp 3,4 triliun. Hendra menambahkan bahwa totalnya mencakup tiga panel.

"Untuk semikonduktor sekitar US$ 22 juta. Untuk subsea, kita ada tiga panel. Yang pertama sekitar US$ 192 juta," kata Hendra.

Perlu dicatat bahwa angka Rp 3,8 triliun tersebut bukan representasi total investasi RAIA Grid. Nilai keseluruhan proyek belum diungkapkan secara publik oleh perusahaan.

Makna Strategis bagi Rantai Pasok Global

Hendra menegaskan bahwa pengembangan kemampuan manufaktur semikonduktor di dalam negeri diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi AI dunia. Tanpa kapasitas produksi sendiri, Indonesia berisiko tetap terjebak sebagai pasar semata bagi teknologi yang dikembangkan di luar negeri.

Dengan kombinasi fiber optik, kabel bawah laut, dan perakitan GPU, RAIA Grid berupaya merangkai ekosistem infrastruktur yang lebih utuh—sebuah fondasi yang dimaksudkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi AI di Indonesia secara berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur?

Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur matter?

Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.