WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemenhub Minta Aplikator Perinci Biaya Dibayar Penumpang dan yang Diterima Ojol

Published Agustus 22, 2026 · Updated Agustus 22, 2026 · By Lisa Davis - wartanaya.com

Foto : Lisa Davis - wartanaya.com

Kemenhub Desak Aplikator Transparan Soal Rincian Pendapatan Pengemudi Ojol

Wartanaya.com – Pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden tentang Ekosistem Transportasi Digital, yang kerap disebut Perpres Ojol. Regulasi ini tidak terbatas pada layanan pengantaran orang, melainkan juga merangkul pengiriman barang serta makanan. Di tengah proses penyusunan tersebut, Kementerian Perhubungan menggeser fokus ke aspek transparansi finansial bagi para pengemudi ojek online.

Permintaan Rincian Pembayaran di Setiap Resi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh aplikator agar menampilkan rincian pembayaran dan potongan secara gamblang dalam tanda terima yang diterima pengemudi. Ia menegaskan bahwa resi harus mencantumkan nilai pendapatan riil yang benar-benar masuk ke kantong pengemudi, bukan sekadar angka yang dibayarkan konsumen.

"Saya kemarin minta supaya aplikator itu harus secara jelas memberikan di dalam resi-nya bahwa berapa sih sebenarnya yang diterima oleh pengemudi," kata Dudy di Gedung Kementerian Perhubungan, Jumat (21/8).

Pantauan Katadata.co.id menunjukkan bahwa Gojek dan Grab telah menyesuaikan format rincian pendapatan pengemudi sejak akhir tahun lalu, memisahkan secara eksplisit antara jumlah yang dibayar konsumen dan porsi yang diterima pengemudi.

Konteks Kebijakan Potongan 8 Persen

Pemerintah sebelumnya menetapkan batas potongan sebesar 8% yang boleh dipungut aplikator atas layanan pengantaran orang dengan kendaraan roda dua. Sejumlah aplikator mulai menerapkan ketentuan itu sejak 1 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penurunan komisi dari 20% menjadi 8% terhitung 1 Mei, dan kebijakan tersebut resmi berlaku sejak Juli serta akan diinkorporasikan ke dalam Perpres Ojol.

Menurut Dudy, sebagian pengemudi masih beranggapan bahwa seluruh nominal yang ditawarkan penumpang merupakan hak penuh mereka. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini berbeda dari mekanisme ojek pangkalan, di mana tarif yang disepakati langsung menjadi pendapatan pengemudi tanpa perantara platform.

"Teman-teman pengemudi ojol itu masih ada yang merasa bahwa semua pembayaran yang dilakukan oleh konsumen itu adalah haknya dia," ujarnya.

Dalam ekosistem aplikasi, terdapat biaya yang melekat pada penggunaan platform. Karena itu, Dudy menilai penjelasan rinci atas setiap komponen pembayaran menjadi krusial agar tidak muncul penafsiran keliru mengenai nilai yang sesungguhnya menjadi hak pengemudi.

Istilah "Platform Fee" Bukan "Komisi"

Dudy juga menekankan pentingnya penggunaan istilah yang tepat. Ia menolak label "komisi" karena menurutnya istilah tersebut memicu persepsi bahwa aplikator mengambil porsi berlebihan dari pembayaran pengguna.

"Sebenarnya platform fee (biaya platform), bukan komisi ya," kata Dudy.

Ia menjelaskan bahwa pengemudi memanfaatkan platform untuk memperoleh pesanan, dan terdapat biaya yang melekat pada penyediaan layanan tersebut. Transparansi pembayaran, menurutnya, menjadi penting karena transaksi ojol melibatkan dua arah arus dana: pembayaran dari pengguna dan biaya yang dikenakan kepada pengemudi.

Dampak Penurunan Komisi terhadap Penghasilan Pengemudi

Dalam pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8), Prabowo menyatakan bahwa penurunan komisi telah berdampak langsung pada peningkatan penghasilan pengemudi.

"Banyak pengemudi yang melaporkan penghasilan naik. Ada yang naik dua kali, dan ada juga yang tiga kali lipat," kata Prabowo.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemenhub Minta Aplikator Perinci Biaya Dibayar?

Kemenhub Minta Aplikator Perinci Biaya Dibayar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenhub Minta Aplikator Perinci Biaya Dibayar matter?

Kemenhub Minta Aplikator Perinci Biaya Dibayar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.