WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Ajak Kafilah MTQ Jelajahi Destinasi Wisata

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Richard Jackson - wartanaya.com

Foto : Richard Jackson - wartanaya.com

Semarang Siapkan Tiga Pilihan City Tour untuk Kafilah MTQ Nasional XXXI

Wartanaya.com – Kafilah serta pendamping Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 mendapat kesempatan mengenal sisi lain Kota Semarang melalui program City Tour Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan tiga rute wisata selama 15 hingga 19 September 2026, mulai dari perjalanan sejarah, keliling kawasan perkotaan, sampai kunjungan ke desa wisata dan area alam.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kunjungan peserta MTQ dari berbagai provinsi menjadi momentum untuk memperlihatkan kekayaan wisata yang dimiliki kota ini. Tidak hanya pusat kota, agenda tersebut juga membawa peserta ke destinasi yang menampilkan warisan budaya, keberagaman, serta kehidupan masyarakat di kawasan wisata berbasis desa.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Selama berada di sini, kami mengajak para kafilah mengenal Kota Semarang lebih dekat melalui City Tour. Ada wisata sejarah dan budaya, ada perjalanan melihat wajah kota, dan ada pula pengalaman menikmati desa wisata serta alam Kota Semarang,” ujar Agustina, dalam keterangan resmi, Rabu (16/9).

Tiga paket perjalanan yang tersedia adalah Heritage Tour, Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, serta Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim. Masing-masing dirancang dengan karakter perjalanan yang berbeda sehingga peserta dapat memilih pengalaman sesuai minat dan kuota yang tersedia.

Heritage Tour Menyusuri Jejak Sejarah Kota

Heritage Tour dijadwalkan berlangsung pada 16 dan 17 September 2026. Setiap hari, program ini menampung hingga 150 peserta. Rute yang disiapkan mencakup Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-alun Semarang, serta kawasan Kota Lama.

Lawang Sewu menjadi salah satu titik awal untuk melihat jejak bangunan masa kolonial yang telah lama melekat dalam lanskap Kota Semarang. Dari sana, perjalanan berlanjut menuju Sam Poo Kong, klenteng bersejarah yang memperlihatkan pentingnya perjumpaan budaya dalam perjalanan panjang kota ini.

Peserta juga akan mengunjungi Museum Kota Lama untuk melihat informasi mengenai perkembangan kawasan bersejarah tersebut. Kunjungan kemudian diteruskan ke Alun-alun Semarang dan area Kota Lama, yang dikenal memiliki banyak bangunan lama serta menjadi salah satu kawasan cagar budaya di Semarang.

Susunan destinasi ini memberikan gambaran tentang perubahan Kota Semarang dari waktu ke waktu. Selain menghadirkan bangunan dan ruang publik bersejarah, rute tersebut memperlihatkan keberagaman budaya yang tumbuh bersama identitas kota. Bagi peserta dari luar daerah, perjalanan ini dapat menjadi cara singkat untuk memahami bagaimana unsur sejarah, perdagangan, keagamaan, dan kehidupan urban bertemu dalam satu wilayah.

Program Keliling Kota untuk 250 Peserta per Hari

Bagi kafilah yang ingin menikmati suasana perkotaan, Pemerintah Kota Semarang menyediakan Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang. Program ini berjalan sepanjang 15–19 September 2026 dengan kapasitas hingga 250 orang setiap hari.

Dalam agenda tersebut, peserta diajak berkeliling menggunakan armada wisata yang dipersiapkan khusus bagi tamu dari berbagai daerah. Perjalanan mencakup persinggahan di Alun-alun Semarang dan kawasan Kota Lama. Rute ini memberi kesempatan kepada kafilah untuk melihat wajah Semarang melalui perjalanan yang lebih santai, sekaligus mengenali sejumlah ruang publik dan kawasan bersejarah yang menjadi daya tarik kota.

Program keliling kota menjadi pilihan bagi peserta yang memiliki waktu terbatas tetapi tetap ingin merasakan atmosfer Semarang. Dengan titik-titik tujuan yang mudah dikenali, perjalanan ini memadukan pengalaman menikmati jalanan kota dengan kunjungan ke kawasan yang mencerminkan karakter lokal.

Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo Hadirkan Nuansa Alam

Alternatif ketiga, Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim, membawa peserta ke Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Program ini juga dilaksanakan pada 15–19 September 2026, dengan kuota 75 peserta per hari.

Desa Wisata Kandri menawarkan kesempatan untuk mengenal kegiatan budaya dan kearifan lokal warga. Pilihan ini memperlihatkan bahwa potensi wisata Semarang tidak hanya berada di pusat kota atau kawasan bangunan bersejarah, melainkan juga tumbuh melalui peran masyarakat di lingkungan desa.

Perjalanan dilanjutkan ke Goa Kreo, kawasan wisata alam yang berada di sekitar Waduk Jatibarang. Kehadiran destinasi ini memberi pengalaman berbeda bagi para peserta, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana lebih hijau dan jauh dari kepadatan kawasan perkotaan.

Melalui rute desa wisata, peserta dapat melihat variasi daya tarik Semarang yang mencakup alam, budaya, dan aktivitas masyarakat. Program tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengalaman berkunjung ke sebuah kota dapat diperluas hingga wilayah-wilayah yang memiliki karakter lingkungan tersendiri.

Keberangkatan Dipusatkan di Balai Kota Semarang

Seluruh perjalanan City Tour berangkat dan kembali melalui Balai Kota Semarang. Jadwal kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Pengaturan titik kumpul yang sama diharapkan memudahkan koordinasi bagi kafilah maupun pendamping dari tiap kontingen.

Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan 10 kendaraan untuk mendukung mobilitas peserta. Armada tersebut terdiri atas satu Bus Wisata Si Kenang, satu Bus Wisata Si Kuncung, satu Bus Wisata Si Denok, dua bus listrik, tiga shuttle, serta dua bus sekolah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang turut memfasilitasi tiket masuk ke lokasi wisata sesuai kapasitas yang tersedia. Selain itu, tour leader disediakan untuk menemani peserta selama perjalanan, sehingga kunjungan ke setiap tujuan dapat berlangsung lebih terarah.

Pendaftaran City Tour dilakukan melalui Liaison Officer atau LO dari masing-masing kontingen provinsi. Informasi pendaftaran dibagikan dalam bentuk flyer yang dilengkapi kode QR. Dengan sistem tersebut, peserta dapat memperoleh pilihan perjalanan yang sesuai, sementara penyelenggara dapat mengatur jumlah pengunjung di setiap rute sesuai kuota.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Ajak?

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Ajak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Ajak matter?

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Ajak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.