WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Siswi Keracunan MBG Diduga Gangguan Ingatan, Gibran Siapkan Rujukan ke Jakarta

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Lisa Davis - wartanaya.com

Foto : Lisa Davis - wartanaya.com

Gibran Siapkan Rujukan Jakarta bagi Korban Keracunan MBG di Karo

Wartanaya.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menemui anak-anak yang masih dirawat setelah kasus keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Dalam kunjungan pada Jumat, 11 September, Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien sekaligus memastikan pemerintah menyiapkan dukungan pengobatan, termasuk kemungkinan rujukan ke Jakarta.

Kunjungan dilakukan di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi. Gibran datang untuk melihat kondisi para pasien secara langsung, mendengarkan kebutuhan keluarga, serta memastikan layanan medis diberikan secara maksimal bagi anak-anak yang terdampak.

Febiona Purba Disiapkan untuk Rujukan

Salah satu pasien yang dipersiapkan untuk mendapatkan rujukan adalah Febiona Purba. Siswi SMK berusia 16 tahun asal Kabupaten Karo itu masih menjalani perawatan di RSU Amanda Berastagi setelah mengonsumsi menu MBG pada 13 Agustus.

Febiona diduga mengalami gangguan ingatan disertai penurunan kondisi kesehatan setelah kejadian tersebut. Rujukan ke Jakarta disiapkan agar ia dapat memperoleh penanganan yang lebih sesuai dengan kebutuhan medisnya. Langkah itu juga mencerminkan upaya untuk menyediakan fasilitas dan dukungan yang lebih lengkap apabila perawatan lanjutan diperlukan.

Selain Febiona, pemerintah akan mengidentifikasi pasien lain yang memerlukan penanganan lebih intensif. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi antara tenaga medis, rumah sakit, dan pihak terkait di Kabupaten Karo.

“Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengkoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” kata Gibran.

Dalam agenda tersebut, Gibran turut membawa dokter pribadinya. Dokter itu diminta sementara berada di Kabupaten Karo untuk membantu komunikasi dengan rumah sakit, memantau perkembangan kebutuhan pasien, dan menilai kemungkinan rujukan bagi anak-anak yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Keluarga Pasien Menyampaikan Kebutuhan Pengobatan

Gibran juga berbicara dengan keluarga pasien untuk menerima keluhan serta masukan selama masa perawatan berlangsung. Sebelum meninggalkan lokasi, ia menyempatkan diri mendengar aduan warga di lobi rumah sakit. Sejumlah keluhan yang disampaikan berkaitan dengan kebutuhan obat dan kondisi anak-anak yang masih merasakan gejala setelah mengalami keracunan makanan.

Bagi keluarga, kepastian akses terhadap pengobatan menjadi hal penting, khususnya ketika pasien masih memerlukan observasi atau terapi lanjutan. Pemerintah menyatakan akan membantu proses rujukan bagi pasien yang memang membutuhkan layanan kesehatan lebih lengkap di Jakarta.

Fitriani, salah satu orang tua pasien, menyambut pilihan rujukan yang diberikan untuk putrinya, Agnesia Paruliana br Silitonga. Agnesia masih dirawat di RS Efarina Etaham. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan anaknya, Fitriani memilih agar Agnesia menjalani penanganan di Jakarta.

“Jadi kami tadi sudah bicara sama ayahnya Agnes juga, sama anak juga, kami ke Jakarta. Biar lebih mendapatkan obat yang terbaik, dan jaminan kesehatan yang terbaik juga. Dan para dokter yang terbaik juga di sana,” ujar Fitriani.

Keputusan rujukan pada dasarnya bergantung pada kebutuhan pasien serta kesiapan fasilitas penerima. Dalam kasus ini, pendampingan koordinasi menjadi penting agar perpindahan pasien, kebutuhan pemeriksaan, dan keberlanjutan perawatan dapat disiapkan dengan baik.

Evaluasi Program MBG Berlanjut

Kasus di Kabupaten Karo turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis, yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Gibran menyatakan keluhan keluarga dan warga akan diteruskan kepada pimpinan untuk memperoleh tindak lanjut.

Ia menegaskan bahwa evaluasi program sedang dilakukan oleh Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program dapat terus disempurnakan, terutama dalam aspek yang berkaitan langsung dengan keamanan makanan dan perlindungan penerima manfaat.

“Hal ini sedang dievaluasi oleh Kepala BGN. Tapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut. Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Gibran.

Permintaan maaf tersebut disampaikan di tengah perhatian keluarga terhadap pemulihan anak-anak mereka. Fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan pasien yang masih menjalani perawatan memperoleh layanan yang dibutuhkan, baik di Kabupaten Karo maupun melalui rujukan ke Jakarta apabila kondisi medis mengharuskannya.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya tindak lanjut yang cepat ketika muncul keluhan kesehatan setelah konsumsi makanan dalam program pelayanan publik. Bagi keluarga pasien, pemantauan kondisi anak, akses obat, komunikasi yang jelas dengan tenaga kesehatan, serta kepastian penanganan lanjutan menjadi kebutuhan yang paling mendesak selama proses pemulihan berlangsung.

Pemerintah melalui koordinasi di lapangan diharapkan dapat memastikan setiap pasien terdampak memperoleh perhatian sesuai kondisinya. Sementara itu, keluarga yang memilih rujukan ke Jakarta menaruh harapan pada tersedianya pemeriksaan, obat, dan dukungan medis yang lebih komprehensif bagi anak-anak mereka.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Siswi Keracunan MBG Diduga Gangguan Ingatan?

Siswi Keracunan MBG Diduga Gangguan Ingatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Siswi Keracunan MBG Diduga Gangguan Ingatan matter?

Siswi Keracunan MBG Diduga Gangguan Ingatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.