WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Puan Minta Pemerintah Tangani Karhutla Lebih Cepat, Singgung Peran BNPB

Published September 8, 2026 · Updated September 8, 2026 · By Richard Wilson - wartanaya.com

Foto : Richard Wilson - wartanaya.com

Setelah Api Padam, Luka Karhutla Masih Panjang: Puan Maharani Desak Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang

Wartanaya.com – Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tidak berakhir ketika nyala api akhirnya dipadamkan. Asap yang mengendap di udara, tanah yang kehilangan kesuburan, serta ribuan warga yang kehilangan akses terhadap layanan dasar—semua itu menjadi beban yang harus ditanggung masyarakat jauh setelah musim kebakaran berlalu. Menyadari kompleksitas dampak tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada fase pemadaman semata, melainkan wajib merancang langkah pemulihan yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan warga terdampak.

Empat Dimensi Krisis Pasca-Karhutla

Dalam konferensi pers di Gedung DPR pada Selasa (8/9), Puan merinci empat sektor yang paling terbebani ketika kawasan dilanda kebakaran hutan dan lahan. Keempatnya mencakup persoalan sosial, gangguan terhadap proses pendidikan, penurunan kesejahteraan ekonomi masyarakat, serta memburuknya kondisi kesehatan warga. Ia menyoroti secara khusus dua ancaman yang menuntut respons cepat: terganggunya kegiatan belajar-mengajar akibat kabut asap, serta lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang membebani fasilitas kesehatan di daerah terdampak.

"Bagaimana penanganan masing-masing masalah ke depan itu harus segera ada solusinya," kata Puan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Selasa (8/9).

Peringatan ini bukan sekadar retorika politik. Setiap tahun, jutaan hektare lahan gambut dan hutan tropis di Sumatra, Kalimantan, dan Papua terbakar, memicu kabut lintas provinsi bahkan lintas negara. Anak-anak di sekolah terpaksa belajar dengan masker, petani kehilangan hasil panen, dan rumah sakit daerah kewalahan menangani pasien dengan gejala pernapasan. Tanpa intervensi terstruktur, siklus kemiskinan dan kerentanan kesehatan akan terus berulang di komunitas yang sama.

BNPB sebagai Kunci Operasional Pemadaman

Puan menekankan bahwa kecepatan memadamkan api merupakan prasyarat mutlak sebelum dampak lanjutan dapat dikendalikan. Dalam konteks inilah, ia menyebut peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai faktor penentu. Tanpa koordinasi terpusat yang dipimpin lembaga dengan mandat dan kapasitas teknis memadai, upaya pemadaman akan terfragmentasi antar daerah dan antar kementerian, memperpanjang durasi kebakaran dan memperluas area yang hangus.

"Dengan situasi seperti ini, saya mengharapkan pengalaman saat itu bisa dilakukan lagi. Kuncinya ada leading sector yang untuk segera mengantisipasi karhutla sehingga bisa segera selesai," katanya.

Jejak Sejarah: Dua Musim Karhutla Terbesar di Era Puan

Puan bukan berbicara dari ruang hampa. Selama menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada periode 2014–2019, ia menyaksikan langsung dua episode karhutla berskala nasional yang sangat destruktif. Pada 2015, kebakaran menghanguskan sekitar 2,61 juta hektare lahan, menjadikannya salah satu peristiwa lingkungan terburuk dalam sejarah Indonesia modern. Empat tahun kemudian, pada 2019, angka kerusakan kembali mencapai 1,65 juta hektare. Kedua episode itu memicu krisis kabut lintas batas yang mengganggu penerbangan, kesehatan publik, dan aktivitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Puan menilai bahwa keberhasilan menekan dampak pada masa itu tidak terlepas dari mekanisme mitigasi bencana yang diorkestrasikan oleh BNPB sebagai leading sector. Ia berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu mengaktifkan kembali pola koordinasi yang terbukti efektif tersebut, sehingga respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara masif, terpadu, dan tepat waktu.

Alokasi Anggaran 2019: Skala Investasi Penanggulangan

Untuk memberi gambaran konkret tentang skala sumber daya yang dibutuhkan, data tahun 2019 menunjukkan bahwa BNPB mengalokasikan kurang lebih Rp 6,7 triliun dari Dana Siap Pakai (DSP) untuk seluruh penanganan bencana. Dari jumlah tersebut, Rp 3,4 triliun secara khusus diperuntukkan bagi penanganan karhutla. Rincian alokasi mencakup Rp 176,5 miliar untuk operasi siaga darurat karhutla dan Rp 3,24 triliun untuk keperluan penanganan lainnya.

Dana itu membiayai operasi udara dan darat dalam skala besar: 88 unit helikopter dikerahkan untuk water bombing, 29.039 personel gabungan diterjunkan ke lapangan, serta logistik berupa 471,5 liter air untuk water bombing, 366,8 ton garam, dan 43,5 ribu kilogram kapur digunakan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran ulang di lahan gambut. Angka-angka ini menggarisbawahi bahwa penanganan karhutla bukan operasi kecil yang dapat ditangani oleh satu dinas daerah, melainkan misi nasional yang menuntut mobilisasi lintas sektor.

Respons Eksekutif: Prabowo Perintahkan Penguatan Anggaran dan Peralatan

Di sisi eksekutif, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penanganan karhutla saat ini telah berjalan secara masif, meskipun masih terdapat sejumlah keterlambatan di lapangan. Ia menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas guna memperkuat kebutuhan anggaran dan peralatan penanggulangan bencana. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat menyadari keterbatasan kapasitas daerah dan berupaya menutup celah logistik serta pendanaan secara terpusat.

Implikasi dari seluruh rangkaian pernyataan ini jelas: penanganan karhutla di Indonesia tidak lagi bisa dipandang sebagai urusan musiman yang selesai ketika musim kemarau berakhir. Ia menuntut kerangka kebijakan permanen yang mencakup pencegahan, deteksi dini, pemadaman cepat, serta pemulihan sosial-ekonomi-kesehatan pascabencana. Tanpa komitmen struktural semacam itu, masyarakat di kawasan rawan kebakaran akan terus menanggung konsekuensi yang jauh melampaui batas musim api.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Puan Minta Pemerintah Tangani Karhutla Lebih?

Puan Minta Pemerintah Tangani Karhutla Lebih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Puan Minta Pemerintah Tangani Karhutla Lebih matter?

Puan Minta Pemerintah Tangani Karhutla Lebih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.