WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Panggil Menkum hingga Mendiktisaintek Bahas Masalah Narkoba

Published September 29, 2026 · Updated September 29, 2026 · By Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Foto : Anthony Rodriguez - wartanaya.com

Prabowo Gelar Rapat Lintas Kementerian untuk Penanganan Narkoba

Wartanaya.com – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan pada Selasa (29/9) untuk membahas penanganan persoalan narkoba. Pertemuan tersebut melibatkan unsur pemerintah yang berkaitan dengan kebijakan hukum, kesehatan, pendidikan tinggi, riset, serta pemberantasan peredaran narkotika.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto hadir dalam rapat itu bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Suyudi Ario Seto.

Brian menjelaskan, Presiden meminta keterlibatan kalangan akademik dan peneliti dalam pembahasan tersebut. Fokusnya mencakup pemahaman mengenai zat narkotika, ketergantungan, metode pendeteksian, hingga kemungkinan dukungan riset bagi layanan terapi.

“Jadi saya diminta membawa salah satu dosen, peneliti yang kaitannya dengan narkoba, ketergantungannya, dan seterusnya,” kata Brian di Istana Kepresidenan, Selasa (29/9).

Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting karena hasil penelitian dapat dihubungkan dengan kebutuhan lembaga yang menangani dampak narkoba secara langsung. Brian menyebut berbagai riset yang telah dikembangkan kampus akan diselaraskan dengan kebutuhan BNN, program terapi, serta sektor kesehatan.

Ia belum mengungkap identitas peneliti yang ikut dalam agenda pertemuan bersama Presiden. Namun, arah pembahasan menunjukkan upaya untuk mempertemukan kebijakan pemerintah dengan pengetahuan ilmiah yang relevan bagi pencegahan, pendeteksian, dan pemulihan pengguna narkotika.

Riset dan Teknologi dalam Penanganan Narkoba

Pembahasan narkoba tidak hanya berkaitan dengan penindakan hukum terhadap jaringan peredaran. Pengembangan teknologi deteksi, layanan kesehatan, terapi ketergantungan, dan pemanfaatan data riset juga menjadi bagian dari penanganan yang lebih menyeluruh.

Brian turut merespons isu rokok elektronik atau vape yang dicampur zat narkotika. Perhatian terhadap bentuk penyalahgunaan ini mengemuka setelah pengungkapan perkara cairan vape yang diduga mengandung etomidate.

“Semua hal yang berkaitan dengan narkoba, apapun teknologinya, untuk mendeteksinya, penyembuhannya, ataupun pemanfaatannya nanti saya laporkan setelah ini,” ujarnya.

Etomidate dikenal sebagai zat yang menjadi perhatian dalam perkara tersebut karena diduga dicampurkan ke cartridge vape. Kasus ini memperlihatkan bahwa modus penyalahgunaan narkotika dapat berkembang melalui produk dan cara distribusi yang berbeda dari pola peredaran konvensional.

Dalam konteks tersebut, koordinasi antara aparat penegak hukum, lembaga kesehatan, BNN, dan institusi pendidikan dapat membantu membedakan kebutuhan penindakan terhadap pengedar dengan pendampingan bagi pengguna yang memerlukan rehabilitasi.

Pengungkapan Peredaran Vape Etomidate

Salah satu perkara yang menjadi sorotan adalah dugaan penyalahgunaan vape berisi etomidate yang melibatkan selebgram Julia Prastini, atau Jule. Polisi menyatakan jaringan tersebut memperoleh keuntungan sekitar Rp700.000 dari setiap cartridge dan memasarkan barang melalui jaringan pertemanan dari mulut ke mulut.

Penanganan perkara dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya. Dalam proses penyidikan, empat orang diamankan, yaitu RR dan RN, dua perempuan berinisial RR dan RN, warga negara asing asal Cina berinisial XC, serta Jule.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu menyampaikan RR, RN, dan XC telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan peredaran narkotika. Sementara Jule ditempatkan sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika dan dijadwalkan menjalani rehabilitasi.

“Diketahui mereka beroperasi sejak bulan Juli dengan keuntungan mencapai sekitar Rp700.000 per cartridge. Pemasaran barang haram ini dilakukan melalui sistem pertemanan dari mulut ke mulut,” kata Michael di Tangerang, Sabtu (19/9).

Pengungkapan jaringan ini diawali dengan penangkapan RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (14/9). Petugas menemukan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate dari lokasi tersebut.

Penyidikan kemudian berkembang hingga mengarah kepada XC. Dari keseluruhan rangkaian pengungkapan, polisi mengamankan 99 cartridge vape yang diduga berisi etomidate. Rinciannya meliputi 27 cartridge dari RR dan RN, 71 cartridge dari XC, serta satu cartridge dalam paket yang ditujukan kepada Jule.

Penyidik juga memperoleh informasi tentang pengiriman paket cartridge vape kepada Jule. Paket itu telah diterima di sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Status Jule dan Langkah Rehabilitasi

Polda Metro Jaya menyatakan hasil pemeriksaan urine Julia Prastini positif mengonsumsi etomidate yang digunakan dalam cairan vape. Temuan tersebut menjadi dasar penempatan Jule sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika dalam perkara ini.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan (Jule) diketahui positif mengonsumsi etomidate,” kata Budi Hermanto di Jakarta, Sabtu.

Perbedaan penanganan antara pihak yang diduga terlibat dalam distribusi dan pengguna merupakan bagian penting dalam penegakan hukum narkotika. Penindakan terhadap jaringan berupaya menghentikan peredaran, sedangkan rehabilitasi diarahkan untuk membantu pemulihan pengguna dari ketergantungan dan risiko kesehatan.

Rapat yang dipimpin Presiden Prabowo menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan penanganan narkoba dari berbagai sisi. Selain langkah penegakan hukum, penguatan riset, layanan terapi, dan kemampuan mendeteksi modus baru seperti cartridge vape menjadi unsur yang relevan dalam menghadapi persoalan tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Panggil Menkum hingga Mendiktisaintek Bahas?

Prabowo Panggil Menkum hingga Mendiktisaintek Bahas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Panggil Menkum hingga Mendiktisaintek Bahas matter?

Prabowo Panggil Menkum hingga Mendiktisaintek Bahas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.