Pemprov Jakarta Buka Balai Kota untuk Umum, Warga Bisa Tur hingga Menonton Film
Pemprov Jakarta Buka Balai Kota untuk Tur, Film, dan Kegiatan Warga
Wartanaya.com – Pemprov Jakarta Buka Balai Kota bagi masyarakat melalui program Namu Balai Kota atau City Hall Experience. Program ini mengajak warga mengenal lingkungan pusat pemerintahan Jakarta lewat tur gedung, layanan publik, kegiatan seni, pemutaran film, serta aktivitas kreatif komunitas.
Balai Kota diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat kerja pejabat dan pusat administrasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menjadikannya ruang yang lebih terbuka agar warga dapat berinteraksi, mempelajari sejarah bangunan, dan melihat aktivitas pemerintahan dari dekat.
Makna Bale dalam Program Namu Balai Kota
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa nama program tersebut terinspirasi dari filosofi bale dalam kebudayaan Betawi. Bale merupakan bagian rumah yang terbuka bagi tamu dan menjadi ruang untuk membangun kedekatan antarsesama.
Nilai keterbukaan itu diterapkan dalam Namu Balai Kota. Kawasan Balai Kota dirancang sebagai tempat pertemuan yang memadukan pendidikan, rekreasi, pelayanan, dan kegiatan kebudayaan bagi warga Jakarta.
Tur Balai Kota dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu. Sementara program Namu Balai Kota direncanakan digelar dua pekan sekali sepanjang 2026. Pelaksanaannya akan dievaluasi untuk menentukan kemungkinan penambahan jadwal pada tahun berikutnya.
“Tahun depan kami lihat, kalau dianggap kurang, mungkin bisa jadi setiap minggu Wakil Gubernur jadi penerima tamu di sini,” kata Rano Karno dalam konferensi peresmian.
Pembukaan Balai Kota pada akhir pekan memberi kesempatan kepada warga untuk memasuki area yang biasanya tidak dipakai untuk aktivitas publik. Pengunjung dapat mengenal sejarah gedung, ruang pelayanan pemerintahan, serta kegiatan komunitas yang digelar di sekitarnya.
Tur Balai Kota Berdurasi Sekitar 75 Menit
Uji coba program dilakukan pada 3 Oktober 2026. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi menyebut sekitar 300 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan perdana melalui aplikasi JAKI dan situs jakarta.go.id.
Dalam tur, peserta didampingi pemandu untuk mengunjungi sejumlah titik penting di lingkungan Balai Kota. Rute dimulai dari area kedatangan, dilanjutkan dengan sesi foto di pendopo, kemudian menuju Pendopo Balai Agung, ruang Sunda Kelapa, ruang Tamu Gubernur, dan ruang Fatahillah.
Peserta juga diajak mengunjungi Balairung serta area Photo Experience. Tur turut mengenalkan Jakarta Smart City dan fasilitas pelayanan publik di Blok G. Setiap lokasi memiliki waktu kunjungan berbeda, termasuk ruang Tamu Gubernur yang memperoleh alokasi kunjungan hingga 15 menit.
Satu putaran tur berlangsung kurang lebih 75 menit, termasuk kedatangan, kunjungan ke ruangan-ruangan utama, sesi foto, dan penutupan. Panitia menyediakan empat sesi, yaitu pukul 08.30–09.30 WIB, 10.30–11.30 WIB, 13.00–13.50 WIB, serta 14.30–15.30 WIB.
Warga yang ingin mengikuti kegiatan perlu memperhatikan jadwal sesi dan mendaftar melalui kanal resmi. Pengaturan peserta melalui pendaftaran membantu panitia menjaga kelancaran kunjungan di dalam gedung.
Mengenal Arsitektur dan Koleksi Sejarah
Tur ini juga memperlihatkan corak arsitektur Indische Empire pada sejumlah ruang di Balai Kota. Gaya tersebut memadukan unsur Eropa dan elemen lokal yang menjadi bagian dari sejarah bangunan.
Pengunjung dapat melihat beragam koleksi, seperti lukisan, patung, dan benda bernilai sejarah. Dengan demikian, program Pemprov Jakarta Buka Balai Kota tidak hanya menawarkan kunjungan ke pusat pemerintahan, tetapi juga pengalaman belajar mengenai warisan budaya dan sejarah Jakarta.
Misi Utami, warga Cilincing, Jakarta Utara, mengikuti Tur Balai Kota bersama sekitar 30 anak Abang None Cilik 2026 dari Lembaga Kebudayaan Betawi. Perempuan berusia 57 tahun itu menilai kunjungan ke gedung pemerintahan memberi pengalaman berbeda, khususnya bagi anak-anak.
Bagi peserta muda, kesempatan melihat ruang rapat, karya seni, dan bagian-bagian gedung yang jarang diakses publik dapat membantu mereka memahami lingkungan kerja pemerintahan kota secara lebih nyata.
Aksesibilitas Menjadi Perhatian
Selain menyambut baik program tersebut, Misi menilai dukungan bagi penyandang disabilitas perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Akses yang nyaman dan informasi yang jelas akan membantu lebih banyak warga menikmati tur Balai Kota.
Pemprov Jakarta Buka Balai Kota sebagai bagian dari upaya mendekatkan pemerintahan dengan masyarakat. Dengan tur, pertunjukan seni, pemutaran film, dan aktivitas komunitas, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang inklusif.
FAQ Pemprov Jakarta Buka Balai Kota
Apa itu program Namu Balai Kota?
Namu Balai Kota atau City Hall Experience adalah program kunjungan dan kegiatan publik di Balai Kota Jakarta. Program ini mencakup tur gedung, layanan publik, seni, pemutaran film, dan aktivitas komunitas.
Kapan Tur Balai Kota berlangsung?
Tur Balai Kota dijadwalkan setiap Sabtu dengan empat sesi kunjungan, mulai pukul 08.30 WIB hingga 15.30 WIB. Warga sebaiknya memeriksa jadwal terbaru melalui kanal resmi sebelum mendaftar.
Berapa lama durasi satu sesi tur?
Satu putaran tur berlangsung sekitar 75 menit. Peserta akan diajak mengunjungi sejumlah ruang penting, area bersejarah, fasilitas pelayanan publik, dan titik foto di lingkungan Balai Kota.
Bagaimana cara mengikuti tur Balai Kota?
Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JAKI dan situs jakarta.go.id. Pendaftaran diperlukan agar jumlah peserta setiap sesi dapat diatur oleh panitia.