WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menlu Umumkan Pencalonan RI sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Lisa Davis - wartanaya.com

Foto : Lisa Davis - wartanaya.com

Indonesia Ajukan Diri untuk Kursi Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Wartanaya.com – Indonesia resmi menyatakan pencalonannya untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2029–2030. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (26/9) waktu setempat.

Pencalonan ini menandai langkah diplomatik Indonesia untuk kembali mengambil peran di salah satu forum paling penting dalam penanganan isu perdamaian dan keamanan internasional. Dewan Keamanan PBB memiliki tanggung jawab besar dalam merespons konflik, menjaga perdamaian, serta mengeluarkan keputusan yang dapat memengaruhi situasi keamanan global.

“Indonesia mengajukan pencalonan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk masa jabat 2029 - 2030,” kata Sugiono.

Usung Persatuan dan Perdamaian

Dalam pencalonannya, Indonesia membawa tema “Membina Persatuan, Memajukan Perdamaian”. Dua gagasan ini menjadi dasar pendekatan yang ingin ditawarkan Indonesia dalam kerja Dewan Keamanan PBB apabila memperoleh dukungan dari negara-negara anggota.

Membina persatuan dipahami sebagai upaya memperkuat kepercayaan terhadap kerja sama multilateral. Dalam konteks hubungan internasional yang kerap diwarnai perbedaan kepentingan dan ketegangan politik, Indonesia ingin mendorong agar ruang komunikasi antarnegara tetap tersedia. Dialog dipandang penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi hambatan bagi pencarian solusi bersama.

Adapun memajukan perdamaian mencakup komitmen untuk terus mengedepankan hukum internasional. Indonesia juga menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai instrumen yang dimiliki komunitas internasional guna mencegah konflik, memperkuat penyelesaian damai, dan menjaga stabilitas.

Sugiono menilai Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjalankan peran tersebut. Selain pengalaman diplomasi, arah kebijakan luar negeri Indonesia juga berpijak pada amanat konstitusi untuk ikut menjaga perdamaian dunia.

“Konstitusi mengamanatkan kami untuk berkontribusi bagi dunia berdasarkan nilai kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui diplomasi dan mediasi,” ucap dia.

Rekam Jejak dalam Misi Perdamaian

Komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional tidak hanya disampaikan melalui forum diplomatik. Indonesia telah menjadi salah satu kontributor besar bagi misi perdamaian PBB sejak 1957. Keterlibatan tersebut menunjukkan konsistensi partisipasi Indonesia dalam mendukung upaya kolektif dunia untuk menjaga keamanan di wilayah konflik.

Salah satu bentuk keterlibatan yang disoroti adalah kehadiran personel Indonesia dalam United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL. Partisipasi penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon telah berlangsung selama 20 tahun. Penugasan ini mencerminkan peran nyata personel Indonesia di lapangan, bukan semata dukungan politik dari tingkat pemerintahan.

Pengalaman dalam misi perdamaian menjadi bagian penting dari pesan yang dibawa Indonesia dalam pencalonan ini. Keanggotaan tidak tetap di Dewan Keamanan PBB akan memberi kesempatan lebih besar bagi Indonesia untuk menyuarakan pentingnya dialog, penghormatan terhadap hukum internasional, serta kerja sama dalam meredakan konflik.

Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjaga keterbukaan komunikasi dengan berbagai pihak. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mencari titik temu dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi langkah kerja sama yang nyata.

“Kami akan membawa prinsip yang sama, yang memandu kebijakan luar negeri kami saat terlibat dengan semua pihak serta menjaga ruang untuk bekerja sama tetap terbuka,” tambahnya.

Proses Kampanye untuk Periode 2029–2030

Rencana pencalonan Indonesia sebenarnya telah diumumkan sebelumnya dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada 14 Januari 2026. Pada kesempatan itu, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan maju untuk masa keanggotaan 2029–2030 dan segera memulai kampanye guna memperoleh dukungan internasional.

Kampanye pencalonan menjadi tahapan penting karena kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB diperebutkan melalui pemilihan di Majelis Umum PBB. Dukungan dari negara-negara anggota akan menentukan peluang Indonesia untuk kembali duduk di dewan tersebut.

Bagi Indonesia, pencalonan ini juga melanjutkan sejarah keterlibatan yang sudah berlangsung beberapa dekade. Indonesia pernah empat kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, yakni pada 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, serta 2019–2021.

Pada masa keanggotaan terakhirnya, Indonesia bahkan memegang presidensi Dewan Keamanan PBB pada Agustus 2020. Presidensi bersifat bergilir di antara anggota dewan dan memberikan tanggung jawab untuk memimpin agenda serta pertemuan selama satu bulan.

Arti Pencalonan bagi Diplomasi Indonesia

Kursi tidak tetap Dewan Keamanan PBB bukan hanya simbol pengakuan diplomatik. Posisi tersebut dapat memperluas ruang Indonesia untuk terlibat langsung dalam pembahasan isu keamanan internasional, termasuk konflik bersenjata, misi perdamaian, perlindungan warga sipil, dan penerapan prinsip hukum internasional.

Namun, peran itu juga menuntut kemampuan membangun komunikasi dengan negara-negara yang memiliki kepentingan berbeda. Indonesia menempatkan dialog, mediasi, dan kerja sama sebagai bagian dari pendekatan yang akan terus dibawa dalam proses pencalonan maupun jika nantinya terpilih.

Dengan pengalaman keanggotaan sebelumnya, kontribusi dalam misi PBB, serta komitmen terhadap perdamaian dunia, Indonesia memasuki pencalonan periode 2029–2030 dengan pesan utama: menjaga persatuan internasional dan mendorong perdamaian melalui kerja sama yang terbuka.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menlu Umumkan Pencalonan RI sebagai Anggota?

Menlu Umumkan Pencalonan RI sebagai Anggota is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menlu Umumkan Pencalonan RI sebagai Anggota matter?

Menlu Umumkan Pencalonan RI sebagai Anggota matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.