Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Gempa NTT, Siapkan Dana Revitalisasi
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di NTT dan Alokasi Dana Pemulihan
Wartanaya.com – Pada Senin (24/8), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan peninjauan langsung ke sejumlah satuan pendidikan yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan berbagai bentuk bantuan bagi warga sekolah yang terdampak bencana.
Bantuan yang Disalurkan
Di titik kunjungan pertama, yakni Sekolah Dasar Katolik (SDK) Rowa di Kabupaten Nagekeo, Kemendikdasmen menyerahkan 1.650 paket makanan ringan, bantuan pemerintah, dana revitalisasi sekolah, serta buku-buku kepada warga sekolah. Bantuan juga ditujukan bagi guru dan murid yang menderita luka berat pascagempa. Hingga saat itu, 20 tenda sudah didirikan untuk menopang kegiatan kelas darurat serta kebutuhan harian warga terdampak.
Rangkaian bantuan dalam seluruh kunjungan mencakup 400 buku nonteks dari Pusat Perbukuan (berat sekitar 80 kg) untuk seluruh jenjang pendidikan, ditambah 9.000 buku cerita dari Badan Bahasa (sekitar 15 kg). Pemerintah juga menyalurkan 115 paket school kit dan ransum makanan dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) dengan total berat sekitar 350 kg. Selain itu, tersedia voucher bantuan bagi sekolah terdampak pada jenjang SD, SMP, SMA, PAUD, dan PKPLK, seribu kaos untuk warga terdampak, serta 1.650 bingkisan makanan ringan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Skala Kerusakan di Kabupaten Nagekeo
Data di lapangan menunjukkan 15 sekolah di Kabupaten Nagekeo mengalami kerusakan berat dan 20 sekolah lainnya rusak sedang. Gempa tersebut juga melukai 13 warga sekolah secara berat, terdiri atas delapan siswa dan lima guru.
SDK Rowa sendiri menaungi 155 siswa, 13 guru, dan empat tenaga kependidikan. Di lokasi yang berdekatan, SMP Negeri 6 Boawae memiliki 98 siswa, 15 guru, dan dua tenaga kependidikan, sedangkan TK Santa Clara melayani 35 siswa.
Mekanisme Pemulihan dan Revitalisasi
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa proses pemulihan bangunan sekolah akan segera dijalankan. Tim Kemendikdasmen dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi kondisi kerusakan, dengan pendampingan Kepala Dinas Pendidikan setempat. Langkah ini bertujuan memastikan tingkat kerusakan secara akurat sekaligus menghitung kebutuhan anggaran yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Anggaran pemulihan telah dialokasikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2026, sehingga eksekusi teknis dapat dimulai begitu seluruh tahapan verifikasi rampung.
"Proses pemulihan secepatnya, tim kami sudah akan turun untuk melakukan verifikasi dan validasi ditampung oleh Kepala Dinas Pendidikan," kata Abdul Mu'ti di SDK Rowa.
Untuk sekolah yang sebelumnya telah menyelesaikan program revitalisasi namun kemudian rusak akibat gempa, pemerintah akan menerima pengajuan ulang agar mendapat dukungan perbaikan sesuai tingkat kerusakan baru. Adapun sekolah yang masih dalam tahap pengerjaan revitalisasi tahun 2026 akan dilakukan penghitungan ulang kebutuhan anggarannya.
"Sekolah ini sudah selesai revitalisasi nanti diajukan lagi yang baru yang masih dalam proses pengerjaan yang dapat revitalisasi tahun 2026," ujarnya.
Kunjungan ke Kabupaten Ngada
Setelah meninggalkan SDK Rowa, Abdul Mu'ti beserta rombongan melanjutkan perjalanan sekitar satu jam menuju SD Ngelapadhi di Desa Turamuri, Kecamatan Bejawa Utara, Kabupaten Ngada. Di sana, ia meninjau kondisi tenda yang menopang kegiatan pendidikan pascagempa serta membagikan paket bantuan pemerintah kepada warga sekolah.
Aspek Finansial dan Pendampingan Psikologis
Dana revitalisasi diberikan berdasarkan tingkat kerusakan: Rp15 juta untuk masing-masing dari 32 sekolah berkerusakan berat dan Rp10 juta untuk 29 sekolah berkerusakan sedang. Bagi warga sekolah yang menjadi korban, pemerintah menyalurkan santunan Rp10 juta kepada ahli waris seorang guru yang meninggal dunia, serta Rp5 juta untuk masing-masing ahli waris tiga siswa yang wafat. Guru dan tenaga kependidikan yang terluka memperoleh Rp2 juta, sedangkan murid korban luka mendapat Rp10 juta.
Kemendikdasmen juga mengerahkan tim trauma konseling dari BGTK dan HIMPSI untuk membantu pemulihan psikologis guru serta murid. Tim tersebut telah berada di lapangan dan melaksanakan kegiatan pada tanggal 23–24 di wilayah Ngada dan Nagekeo.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Gempa NTT Siapkan?Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Gempa NTT Siapkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Gempa NTT Siapkan matter?Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Gempa NTT Siapkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.