Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak Jet F-15 AS: Belum Ada Rencana Pengadaan
Kemhan Tegaskan Belum Ada Rencana Pengadaan Jet F-15 Meski RI Tercantum dalam Kontrak AS
Wartanaya.com – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang membahas rencana pengadaan jet tempur F-15 dari Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan menyusul tercantumnya nama Indonesia dalam dokumen kontrak program F-15 Eagle Crest yang diterbitkan Pentagon.
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada Letter of Offer and Acceptance (LOA) yang diaktifkan terkait rencana pembelian F-15 oleh Indonesia.
"Terkait F-15, sejauh ini belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai rencana pengadaannya. Termasuk juga belum ada LOA yang diaktifkan terkait pengadaan F-15 oleh Indonesia," kata Rico lewat pesan singkat WhatsApp pada Rabu (26/8).
Rico menambahkan bahwa penyebutan Indonesia dalam rilis kontrak dari pihak AS tidak serta-merta berarti LOA telah diaktifkan. Ia menekankan pula bahwa pencantuman tersebut tidak mengindikasikan pemerintah kembali melanjutkan rencana pengadaan F-15 yang sebelumnya pernah dibahas namun tidak pernah mencapai kesepakatan.
Detail Kontrak F-15 Eagle Crest
Boeing menerima kontrak senilai US$ 131,23 miliar — setara sekitar Rp 2.322 triliun — dari Pemerintah Amerika Serikat untuk program jet tempur F-15 Eagle Crest. Kontrak itu diberikan pada 24 Agustus 2026 melalui mekanisme indefinite-delivery/indefinite-quantity (IDIQ), yang memungkinkan penerbitan pesanan secara bertahap hingga batas nilai maksimum tercapai.
Perlu dicatat bahwa angka US$ 131,23 miliar bukan merupakan pembayaran langsung kepada Boeing. Pemerintah AS juga menyertakan opsi perpanjangan periode pemesanan hingga 24 Agustus 2036. Cakupan kontrak meliputi produksi pesawat, integrasi sistem, modernisasi, peningkatan kemampuan, retrofit, serta pemeliharaan dan dukungan berkelanjutan (sustainment) untuk sistem persenjataan F-15.
Program ini ditujukan bagi Angkatan Udara AS, Garda Nasional Udara AS, serta pelanggan lain di bawah Kementerian Pertahanan AS. Boeing akan mengerjakan kontrak tersebut di St. Louis, Missouri, dengan target penyelesaian pada Agustus 2037.
Dalam dokumen kontrak, AS mencantumkan Indonesia bersama Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Polandia sebagai negara yang tercakup dalam skema Foreign Military Sales (FMS).
"Kontrak ini mencakup penjualan militer asing kepada Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, dan Polandia. Kontrak ini diperoleh melalui pengadaan dari satu sumber (sole-source acquisition)," tulis Kementerian Pertahanan AS dalam rilis persnya pada Senin (24/8).
Konteks Diplomatik: Kunjungan Wakil Menhan AS ke Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan AS Bidang Kebijakan, Elbridge Andrew Colby, di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (12/8). Pertemuan tersebut turut diselingi santap siang bersama.
"Pemerintah AS sangat optimistis untuk memajukan hubungan dengan Indonesia yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, kemitraan, dan peningkatan kerja sama yang lebih mendalam," kata Colby setelah pertemuan.
Sehari sebelumnya, Selasa (11/8), Colby bertemu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis serta implementasi kerja sama pertahanan Indonesia-AS. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan hubungan bilateral dan pelaksanaan berbagai program dalam kerangka Major Defense Cooperation Partnership.
Latar Belakang: MoU Pembelian F-15EX Tahun 2023
Pada 2023, Prabowo Subianto — yang kala itu masih menjabat Menteri Pertahanan — menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembelian 24 unit pesawat tempur F-15EX baru dari AS. F-15EX merupakan jet tempur generasi 4.5. Penandatanganan dilakukan di markas The Boeing Company, St. Louis, Missouri, dan pihak AS memberikan kode khusus bagi Indonesia untuk penggunaan F-15EX, yaitu F-15IDN.
"Penandatanganan MoU komitmen pembelian 24 Unit Pesawat Tempur F-15EX," tulis Menhan Prabowo dalam unggahan foto di akun Instagramnya @prabowo.
Kendati demikian, rencana pemerintah Indonesia untuk membeli jet tempur F-15 dari AS tidak pernah terealisasi hingga kini.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak?Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak matter?Kemhan Soal RI Masuk Skema Kontrak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.