WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hari Kelima Jurnalis Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Lampung

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Richard Wilson - wartanaya.com

Foto : Richard Wilson - wartanaya.com

Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Diperluas hingga Perairan Lampung

Wartanaya.com – Operasi gabungan untuk menemukan delapan orang yang putus kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau terus berlangsung pada Jumat, 11 September. Memasuki hari kelima pencarian, petugas memperlebar cakupan operasi di Selat Sunda, termasuk hingga perairan Lampung, untuk menelusuri kemungkinan keberadaan para korban.

Delapan orang yang dicari terdiri atas lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu. Mereka berangkat menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September, sebelum komunikasi dengan rombongan terputus. Hingga Jumat, lokasi dan kondisi mereka belum dapat dipastikan.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan bahwa strategi pencarian terus disesuaikan dengan situasi di lapangan. Operasi dilakukan melalui jalur laut sekaligus udara untuk menjangkau area yang lebih luas di sekitar kawasan vulkanik tersebut.

Area Laut Diperlebar dari Selatan ke Utara

Di laut, tim mulanya memfokuskan penyisiran di bagian selatan Gunung Anak Krakatau. Jangkauan pencarian diperluas hingga sekitar 20 nautical mile atau mil laut dari pusat aktivitas gunung. Setelah itu, pencarian diarahkan pula ke wilayah utara dengan memperhitungkan pola arus, gelombang, serta arah angin.

Faktor cuaca dan dinamika perairan menjadi unsur penting dalam operasi ini. Arus di Selat Sunda dapat memengaruhi pergerakan benda di permukaan laut, sehingga wilayah pencarian tidak hanya terbatas pada titik terakhir rombongan diketahui menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Perairan Lampung kini ikut masuk dalam ruang lingkup penyisiran. Perluasan tersebut dilakukan karena objek maupun korban berpotensi terbawa kondisi arus dan gelombang yang bergerak di kawasan Selat Sunda. Langkah ini menambah tantangan operasi, namun diperlukan agar setiap kemungkinan dapat diperiksa secara menyeluruh.

Helikopter dan Drone Membantu Pemantauan

Selain kapal dan unsur penyelamat di laut, operasi turut memanfaatkan helikopter untuk pengamatan dari udara. Drone juga digunakan untuk membantu pemantauan visual di titik-titik yang menjadi fokus pencarian. Kombinasi sarana tersebut memungkinkan petugas mengamati area yang sulit dijangkau melalui jalur laut dalam waktu yang lebih singkat.

Pada pemantauan udara yang dilakukan Kamis, 10 September, belum terlihat tanda keberadaan delapan orang itu di daratan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pulau Sertung turut menjadi salah satu lokasi yang dipantau, tetapi belum ditemukan petunjuk terkait rombongan tersebut.

"Pencarian langsung di Pulau Sertung tetap mempertimbangkan aspek keselamatan karena wilayah tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Berton dalam siaran pers pada Jumat (11/9).

Pertimbangan keselamatan menjadi bagian utama dalam penentuan langkah tim. Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga aktivitas di kawasan sekitar gunung harus dilakukan dengan perhatian khusus terhadap radius bahaya dan perkembangan aktivitas vulkaniknya.

Badan Geologi mencatat telah terjadi 14 erupsi Strombolian setelah berakhirnya periode erupsi menerus pada Minggu, 6 September. Catatan tersebut berlaku hingga Jumat, 11 September, pukul 06.00 WIB. Kondisi gunung yang masih aktif membuat setiap kegiatan pencarian di area terdekat perlu disesuaikan dengan situasi keselamatan terkini.

Benda Diduga Pelampung Masih Diidentifikasi

Dalam proses penyisiran, tim menemukan sebuah benda yang diduga pelampung atau jaket keselamatan. Temuan tersebut masih menjalani identifikasi dan belum dapat dikaitkan dengan rombongan yang hilang. Petugas belum menyimpulkan asal maupun hubungan benda itu terhadap delapan orang yang sedang dicari.

Identifikasi barang temuan diperlukan agar informasi yang berkembang tetap akurat. Dalam operasi pencarian di perairan, benda yang ditemukan bisa menjadi petunjuk penting, tetapi juga harus diperiksa dengan cermat sebelum digunakan sebagai dasar untuk mengubah arah pencarian atau menyampaikan kabar kepada publik.

Unsur yang terlibat dalam operasi mencakup Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, TNI, TNI AL, Polri, Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, serta potensi SAR lainnya. Keterlibatan berbagai pihak mendukung penyisiran lintas wilayah yang mencakup laut, udara, dan pulau-pulau di sekitar lokasi.

“Hingga Jumat, 11 September, delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Informasi mengenai keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil operasi pencarian tim SAR gabungan,” ujar Berton.

Pencarian memasuki tahap yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan karena wilayah Selat Sunda memiliki kondisi perairan yang dinamis. Petugas masih menelusuri kemungkinan di jalur laut, memantau pulau-pulau sekitar, serta memperluas cakupan ke arah Lampung sambil menjaga keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Publik diharapkan menunggu informasi resmi dari tim penanganan dan tidak menyebarkan kesimpulan yang belum terverifikasi. Sampai Jumat siang, operasi gabungan masih difokuskan untuk menemukan petunjuk baru mengenai posisi maupun keadaan lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Hari Kelima Jurnalis Hilang Tim SAR Perluas?

Hari Kelima Jurnalis Hilang Tim SAR Perluas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hari Kelima Jurnalis Hilang Tim SAR Perluas matter?

Hari Kelima Jurnalis Hilang Tim SAR Perluas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.