Gempa 5,8 Guncang Pandeglang, NTT Digempur Tujuh Gempa Besar dalam Tiga Hari
NTT Diguncang Tujuh Gempa Besar dalam Tiga Hari, Pandeglang Ikut Terguncang
Wartanaya.com – Wilayah Nusa Tenggara Timur kembali dilanda rangkaian gempa berkekuatan signifikan. Sejak 20 hingga 22 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tujuh kali kejadian gempa dengan magnitudo melampaui angka lima di kawasan tersebut. Gempa-gempa ini merupakan lanjutan dari aktivitas seismik pasca-gempa utama M7,7 yang menghantam Flores pada 15 Agustus 2026.
Hingga Sabtu pukul 08.00 WIB, total aktivitas gempa susulan yang tercatat mencapai 5.089 kejadian, dengan magnitudo terbesar menyentuh angka 6,2.
Gempa Terkini di Flores: M5,2 di Laut Timur Laut Ruteng
Gempa terakhir dalam rangkaian tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) pukul 08.31 WIB. BMKG mencatat kekuatan gempa sebesar 5,2 dengan kedalaman 16 kilometer. Titik episenternya terletak di laut, sekitar 64 kilometer ke arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.
Menurut BMKG, gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Tidak ada potensi tsunami yang menyertainya.
Guncangan dirasakan pada skala IV MMI di Lamba Leda dan Sambi Rampas, Manggarai Timur, serta di Reok, Manggarai. Pada tingkat intensitas tersebut, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah.
Pandeglang Banten Ikut Terguncang di Dini Hari
Sementara itu, di wilayah berbeda, gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang Pandeglang, Banten, pada Sabtu (22/8) dini hari. BMKG merekam kejadian tersebut pada pukul 00.41.43 WIB. Analisis menunjukkan kedalaman sumber gempa berada pada 10 kilometer dengan episenter di laut, sekitar 182 kilometer arah barat daya Sumur, Pandeglang.
Gempa tidak berpotensi memicu tsunami. BMKG mengklasifikasikannya sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," demikian tertulis dalam situs BMKG.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), getaran dirasakan pada skala III MMI di Cimanggu, Sumur, dan Cibitung. Pada tingkat intensitas ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai sensasi truk yang sedang melintas.
Sampai berita ini disusun, belum ada laporan mengenai gempa susulan di wilayah Pandeglang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gempa 5 8 Guncang Pandeglang NTT Digempur?Gempa 5 8 Guncang Pandeglang NTT Digempur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gempa 5 8 Guncang Pandeglang NTT Digempur matter?Gempa 5 8 Guncang Pandeglang NTT Digempur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.