WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dikawal Pasukan Berkuda, Presiden Mesir Disambut Prabowo di Istana Merdeka

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By Richard Wilson - wartanaya.com

Foto : Richard Wilson - wartanaya.com

Prabowo Sambut Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi dalam Kunjungan Resmi di Jakarta

Wartanaya.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi dalam upacara penyambutan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10). Kunjungan ini menjadi rangkaian penting dalam agenda penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Mesir, yang mencakup pembicaraan tingkat kepala negara hingga rencana penandatanganan sejumlah kesepahaman.

Rombongan kendaraan Presiden Al-Sisi tiba di kawasan Istana Merdeka sekitar pukul 10.35 WIB. Puluhan pasukan berkuda mengiringi kedatangan tamu negara tersebut, bersama pengawalan bermotor. Suasana penyambutan juga dimeriahkan oleh ratusan murid sekolah dasar yang hadir di area sekitar istana.

Penyambutan di Serambi Barat Istana Merdeka

Di serambi barat Istana Merdeka, Prabowo menyambut langsung Presiden Al-Sisi. Prabowo mengenakan jas abu-abu, dasi biru tua, serta kopiah hitam. Sementara itu, Presiden Mesir hadir dengan setelan bernuansa hitam dan dasi berwarna ungu.

Keduanya saling menyapa dan berjabat tangan sebelum berjalan menuju lokasi upacara. Kedatangan Al-Sisi turut diiringi pertunjukan tari Tandok dari Sumatra Utara. Penampilan budaya tersebut menjadi bagian dari penyambutan bagi pemimpin Mesir di halaman Istana Merdeka.

Setelah itu, kedua presiden menuju mimbar upacara untuk mengikuti rangkaian seremoni kenegaraan. Lagu kebangsaan Mesir terlebih dahulu dikumandangkan, kemudian dilanjutkan dengan Indonesia Raya. Prabowo dan Al-Sisi selanjutnya memeriksa barisan pasukan kehormatan yang telah bersiap di halaman istana.

Upacara resmi ini memperlihatkan penghormatan negara tuan rumah kepada kepala negara yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan. Selain menjadi bagian dari protokol diplomatik, seremoni tersebut menandai dimulainya agenda pembicaraan Indonesia dan Mesir pada tingkat tertinggi.

Pertukaran Delegasi dan Agenda di Dalam Istana

Usai inspeksi pasukan, Prabowo memperkenalkan jajaran delegasi Indonesia kepada Presiden Al-Sisi. Al-Sisi kemudian mengenalkan delegasi Mesir kepada Presiden Prabowo. Kedua pemimpin lalu melanjutkan kegiatan di dalam kompleks Istana Merdeka.

Sejumlah pejabat Indonesia hadir dalam penyambutan itu, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Delegasi Indonesia juga mencakup Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Turut mendampingi agenda tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso. Kehadiran pejabat dari sejumlah sektor mencerminkan luasnya bidang yang dibahas dalam hubungan kedua negara.

Di Ruang Kredensial, Prabowo mempersilakan Al-Sisi menjalani sesi foto bersama dan membubuhkan tanda tangan pada buku tamu kenegaraan. Penandatanganan buku tamu menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Mesir dalam kunjungan resmi tersebut.

Pembicaraan Empat Mata dan Pertemuan Bilateral

Setelah agenda penyambutan, kedua kepala negara dijadwalkan mengadakan pertemuan tête-à-tête atau pembicaraan empat mata. Pertemuan itu kemudian dilanjutkan dengan forum bilateral yang melibatkan delegasi dari kedua negara.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian agenda mencakup pembicaraan langsung kedua presiden, pertemuan bilateral, serta penandatanganan nota kesepahaman di sejumlah bidang.

“Bapak Presiden akan menerima Presiden Mesir di Istana, dan akan ada serangkaian kegiatan, mulai dari pertemuan empat mata, pertemuan bilateral, dan penandatanganan nota kesepahaman terkait dengan masalah visa, kerja sama statistik, perikanan, dan juga rencana aksi untuk meningkatkan hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Mesir,” kata Arrmanatha.

Kesepahaman yang disiapkan meliputi isu visa, statistik, dan perikanan. Kedua negara juga merencanakan langkah bersama untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Mesir. Bidang-bidang tersebut menunjukkan bahwa pertemuan tidak hanya berfokus pada hubungan politik antarpemerintah, tetapi juga kerja sama yang memiliki ruang tindak lanjut antarlembaga.

Pertemuan dua pemimpin tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dan memperdalam hubungan Indonesia dengan Mesir. Sebagai dua negara dengan posisi penting di kawasan masing-masing, dialog tingkat presiden memberi landasan bagi pelaksanaan agenda kerja sama yang telah disepakati.

Indonesia Menjadi Tujuan Akhir Lawatan Asia

Kunjungan ke Jakarta merupakan tujuan terakhir dalam perjalanan Presiden Al-Sisi ke Asia. Sebelumnya, ia melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada 6–9 Oktober, lalu ke Malaysia pada 9–10 Oktober.

Al-Sisi tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (10/10) sore dengan pesawat kepresidenan. Saat memasuki wilayah udara Indonesia, pesawat tersebut mendapat pengawalan empat pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 dan dua pesawat F-16 TNI Angkatan Udara.

Di Lanud Halim Perdanakusuma, Presiden Mesir disambut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir. Pengawalan udara dan penyambutan di pangkalan udara itu merupakan bagian dari tata penghormatan bagi kunjungan kepala negara.

Arrmanatha menyatakan Al-Sisi dijadwalkan kembali ke Mesir pada Minggu sore setelah seluruh agenda kenegaraan di Jakarta selesai. Kunjungan ini juga menjadi kunjungan balasan setelah Prabowo melakukan lawatan ke Mesir pada 2024 dan 2025.

Dengan selesainya rangkaian penyambutan di Istana Merdeka, perhatian beralih pada hasil pembicaraan bilateral serta tindak lanjut nota kesepahaman yang direncanakan. Agenda tersebut diharapkan memperkuat arah kerja sama strategis Indonesia dan Mesir di berbagai sektor yang telah menjadi pembahasan kedua pihak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dikawal Pasukan Berkuda Presiden Mesir Disambut?

Dikawal Pasukan Berkuda Presiden Mesir Disambut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dikawal Pasukan Berkuda Presiden Mesir Disambut matter?

Dikawal Pasukan Berkuda Presiden Mesir Disambut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.