WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Basarnas Pastikan Kapal Virgo Transport 8 Tak Bocor, Tak Ada Polusi Minyak

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Anthony Taylor - wartanaya.com

Foto : Anthony Taylor - wartanaya.com

Basarnas Pastikan Tidak Ada Polusi Minyak di Lokasi Tenggelamnya Virgo Transport 8

Wartanaya.com – Hasil pemantauan udara menunjukkan tidak terlihat adanya minyak, oli, maupun bentuk pencemaran lain di perairan sekitar bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Kapal tersebut kini berada pada kedalaman sekitar 29 meter setelah mengalami kecelakaan dalam pelayaran yang melibatkan total 243 orang di dalam manifes.

Kepastian awal mengenai kondisi kapal disampaikan Basarnas setelah melakukan peninjauan dari udara pada Kamis (17/9) siang. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko ikut memantau lokasi bersama perwakilan pemilik kapal serta tenaga ahli menggunakan helikopter HR-3601 Basarnas.

Dari pengamatan tersebut, badan kapal masih dapat dikenali dari permukaan. Kejernihan air di area kejadian membantu tim melihat posisi bangkai kapal, sekalipun sebagian besar struktur kapal telah berada di bawah permukaan laut.

“Alhamdulillah kita bisa melihat” kondisi kapal yang tenggelam, ujar Yudhi.

Yudhi menjelaskan bahwa tidak tampak tanda kebocoran yang berpotensi menimbulkan pencemaran di sekitar lokasi. Ketiadaan lapisan minyak atau oli di permukaan air menjadi perhatian penting dalam tahap awal penanganan kecelakaan, karena kondisi laut di sekitar kapal perlu terus dipantau bersamaan dengan proses pencarian korban.

Selain memeriksa kemungkinan polusi, peninjauan udara juga memperlihatkan perubahan posisi bangkai KM Virgo Transport 8. Pada hari kelima operasi pencarian dan pertolongan, kapal tercatat bergeser kurang lebih 453 meter ke arah tenggara dari titik awalnya. Pergeseran itu terjadi bersamaan dengan bertambahnya kedalaman posisi kapal hingga mencapai 29 meter.

Perubahan kedalaman tersebut membuat bagian lunas yang sebelumnya masih dapat terlihat dari atas permukaan tidak lagi tampak. Meski begitu, bentuk badan kapal masih terlihat cukup jelas dari udara. Kondisi itu memberi gambaran awal bagi tim dalam menyiapkan tahapan penanganan berikutnya di lokasi kecelakaan.

Persiapan Operasi Salvage

Setelah proses evakuasi korban berlangsung selama lima hari, perhatian Basarnas mulai mencakup persiapan pengangkatan bangkai kapal melalui operasi salvage. Langkah ini dijalankan sesuai arahan pimpinan setelah pemerintah memutuskan penanganan kecelakaan perlu dilanjutkan.

Operasi salvage merupakan tahapan teknis untuk menangani kapal yang tenggelam, termasuk upaya membalikkan atau mengangkat badan kapal dengan dukungan peralatan khusus. Tahap tersebut membutuhkan kesiapan perlengkapan, tenaga teknis, serta penilaian terhadap posisi kapal di dasar laut.

“Perlengkapan milik pihak pemilik kapal mulai digeser” untuk mendukung operasi salvage, kata Yudhi.

Perkembangan teknis mengenai operasi tersebut akan disampaikan setelah peralatan pendukung tiba dan persiapan dapat dijalankan. Dalam situasi kapal berada di kedalaman puluhan meter, penanganan tidak hanya berhubungan dengan pengangkatan fisik bangkai kapal, tetapi juga dengan pemantauan kondisi perairan di sekitarnya.

Kejelasan posisi kapal, arah kemiringan, serta tidak ditemukannya indikasi polusi menjadi informasi yang diperlukan untuk menentukan langkah lanjutan. Tim juga perlu memperhatikan perubahan kondisi laut yang dapat memengaruhi akses menuju lokasi dan pelaksanaan operasi di bawah air.

114 Korban Telah Ditemukan

Hingga Kamis (17/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi bahwa 114 korban telah ditemukan. Dari jumlah itu, 108 orang berhasil selamat, sedangkan enam orang ditemukan meninggal dunia.

Masih ada 129 orang yang belum ditemukan. Angka tersebut dihitung dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8. Pencarian terhadap korban yang belum ditemukan tetap menjadi bagian penting dari operasi yang berjalan di Laut Jawa.

Data korban dan kondisi bangkai kapal memberikan dua gambaran utama dalam penanganan kecelakaan ini: pencarian manusia yang masih harus diteruskan serta persiapan teknis terhadap kapal yang tenggelam. Kedua pekerjaan itu memerlukan koordinasi antara Basarnas, pemilik kapal, tenaga ahli, dan unsur lain yang terlibat dalam operasi.

Peninjauan dari udara juga membantu memperbarui gambaran lapangan tanpa harus mengandalkan pengamatan dari permukaan laut semata. Dengan badan kapal masih terlihat dari udara, tim dapat terus memantau perubahan posisi maupun kondisi perairan di sekelilingnya.

Basarnas menempatkan hasil pemantauan ini sebagai kabar positif, khususnya karena belum ada tanda pencemaran minyak atau oli di sekitar kapal. Namun, proses penanganan belum selesai karena masih terdapat korban yang belum ditemukan dan operasi salvage masih dalam tahap persiapan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kesiapan peralatan pendukung serta pelaksanaan langkah teknis di lokasi bangkai kapal. Sementara itu, pemantauan kondisi laut tetap penting untuk memastikan area kecelakaan dapat ditangani secara aman dan untuk menjaga perairan sekitar dari risiko pencemaran yang mungkin muncul selama proses lanjutan berlangsung.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Basarnas Pastikan Kapal Virgo Transport 8 Tak?

Basarnas Pastikan Kapal Virgo Transport 8 Tak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Basarnas Pastikan Kapal Virgo Transport 8 Tak matter?

Basarnas Pastikan Kapal Virgo Transport 8 Tak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.