WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Targetkan Stunting Turun Jadi 14,2% pada 2029: MBG hingga Aturan Baru

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Anthony Taylor - wartanaya.com

Foto : Anthony Taylor - wartanaya.com

Regulasi Baru Stunting: Dari Perpres 72/2021 Menuju RPerpres PPPS

Wartanaya.com – Pemerintah tengah menyiapkan kerangka hukum pengganti untuk penanganan gizi anak. Melalui dokumen Nota Keuangan RAPBN 2027, diumumkan bahwa sebuah Rancangan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RPerpres PPPS) akan menggantikan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Tujuannya jelas: memperketat efektivitas kebijakan agar angka anak dengan gizi buruk dapat ditekan secara signifikan.

Target Angka yang Dikejar

Prevalensi stunting nasional tercatat di level 19,8% pada tahun 2024. Presiden Prabowo Subianto menetapkan ambisi penurunan hingga 14,2% pada tahun 2029. Sebagai langkah transisi, angka untuk tahun berjalan ditargetkan merosot ke 16,3%. Sejumlah indikator teknis akan dikejar guna mewujudkan penurunan tersebut.

Tiga Pilar Fokus Rancangan Aturan

Dokumen nota keuangan RAPBN 2027 merumuskan tiga arah utama dari regulasi baru:

Pertama, penguatan pencegahan sekaligus penanganan balita yang menderita wasting, mencakup kondisi gizi kurang maupun gizi buruk. Kedua, peningkatan koordinasi lintas pihak agar setiap kelompok sasaran memperoleh layanan intervensi secara utuh sesuai kebutuhan masing-masing. Ketiga, perbaikan tata kelola melalui perencanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi program yang lebih terarah dan terukur.

Integrasi Anggaran dan Program Makan Bergizi Gratis

APBN 2027 diarahkan untuk menjamin akses lengkap terhadap layanan intervensi gizi dan kesehatan bagi kelompok rentan, melalui kerja sama lintas sektor. Kebijakan ini juga akan disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Dana disalurkan lewat belanja pemerintah pusat—terutama belanja kementerian/lembaga—serta transfer ke daerah. Penggunaannya mencakup layanan kesehatan, pemenuhan gizi, penyediaan air minum dan sanitasi, edukasi pengasuhan, promosi kesehatan, serta berbagai intervensi pendukung lainnya.

Jejak Belanja 2022–2025

Pemerintah mencatat bahwa belanja kementerian/lembaga untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting selama periode 2022–2025 menunjukkan tren naik dengan rata-rata pertumbuhan 4,2% per tahun. Pada 2025, realisasi belanja mencapai Rp 31,95 triliun, melonjak 6,2% secara tahunan.

Kenaikan tersebut antara lain dipicu oleh intervensi gizi spesifik yang dijalankan Kementerian Kesehatan serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pola kebijakan serupa disebut akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2027.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Targetkan Stunting Turun Jadi 14 2?

Prabowo Targetkan Stunting Turun Jadi 14 2 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Targetkan Stunting Turun Jadi 14 2 matter?

Prabowo Targetkan Stunting Turun Jadi 14 2 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.