Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Solikin Tawarkan 8 Strategi ‘Semangka’
Solikin M. Juhro Sampaikan Kerangka Kebijakan "SEMANGKA" di Uji Kelayakan Komisi XI DPR
Wartanaya.com – Delapan strategi kebijakan yang ia beri nama "SEMANGKA" — kependekan dari Semangka Nusantara Versi 2 — menjadi inti paparan Solikin M. Juhro saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di hadapan Komisi XI DPR, Kamis (27/8). Seluruh rancangan tersebut disusun sebagai satu paket terpadu yang ditujukan untuk menopang program Astacita pemerintah.
Solikin mengelompokkan kedelapan strategi itu ke dalam tiga lapisan fungsional: jangkar kebijakan, mesin transformasi, dan pengungkit implementasi. Lapisan pertama memuat empat pilar, yaitu Stabilitas Dinamis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan, Efektivitas Kebijakan Moneter dan Operasi Moneter yang Pro-Market, Makroprudensial Adaptif, Inovatif & Pro Growth, serta Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan. Keempatnya diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperluas kapasitas pembiayaan perekonomian.
Mesin Transformasi dan Pengungkit Implementasi
Lapisan kedua, yang ia sebut mesin transformasi, mencakup strategi Navigasi Ekonomi Keuangan Inklusif (termasuk Syariah) dan Gerak Cepat Digitalisasi Sistem Pembayaran. Keduanya bertujuan memastikan aliran kebijakan menjangkau sektor riil dan masyarakat luas, sekaligus membuka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara itu, lapisan ketiga berupa pengungkit implementasi terdiri atas Kelembagaan BI yang Kredibel dan Bertatakelola serta Aksi Bersama dan Sinergi Kebijakan Nasional.
Fondasi Filosofis: Menolak Dikotomi Palsu
Di balik kerangka SEMANGKA, Solikin menegaskan bahwa kebijakan ekonomi tidak perlu terjebak pada pilihan yang saling meniadakan antara pertumbuhan dan stabilitas, atau antara inklusivitas dan efisiensi. Ia menyebut adanya apa yang ia istilahkan sebagai "trilema keberlanjutan": bagaimana mewujudkan stabilitas dinamis, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan ekonomi yang inklusif secara bersamaan.
"Dalam praktik kebijakan, kita sering dihadapkan kepada dilema. Seolah-olah terdapat pilihan yang dilematis, mau pertumbuhan atau mau stabilitas, mau inklusif atau mau efisiensi."
Menurut Solikin, pengalaman lebih dari tiga dekade di lingkungan bank sentral justru memperkuat keyakinannya bahwa ketiga tujuan tersebut mampu saling menopang. Ia menjelaskan bahwa stabilitas membuka ruang bagi pertumbuhan, pertumbuhan memperluas kesempatan kerja, dan inklusivitas memperkokoh basis ekonomi serta sosial.
"Stabilitas memungkinkan pertumbuhan, pertumbuhan memperluas kesempatan kerja, dan inklusivitas memperkuat basis ekonomi dan sosial."
Basis yang semakin kokoh itu, lanjutnya, pada akhirnya akan kembali memperkokoh stabilitas. Dengan logika tersebut, ketiganya bukan tujuan yang harus dipertentangkan.
"Jadi, ketiganya saling memperkuat satu sama lain."
Konteks Pengajuan
Solikin diajukan untuk mengisi kursi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Aida S. Budiman. Aida sendiri telah dicalonkan Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sehingga posisi deputi perlu segera diisi melalui mekanisme fit and proper test di parlemen.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Fit and Proper Test Deputi Gubernur?Fit and Proper Test Deputi Gubernur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Fit and Proper Test Deputi Gubernur matter?Fit and Proper Test Deputi Gubernur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.