Pekan Kemerdekaan Malaysia: Petronas Diselimuti Asap, Kasus Asma dan ISPA Naik
Wartanaya.com – Rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia tahun ini berlangsung di tengah kabut asap. Pada pekan lalu, kabut asap menyelimuti Kuala Lumpur hingga menyamarkan pemandangan gedung ikonik Petronas Twin Towers. Kondisi ini juga diikuti peningkatan kasus gangguan pernapasan di Malaysia.
Melansir South China Morning Post , dua gedung pencakar langit di Kuala Lumpur tersebut biasanya dapat terlihat dari jarak bermil-mil. Namun, pemandangan Petronas Twin Towers tertutup asap kelabu yang terbawa dari daratan Indonesia.
Channel News Asia juga melaporkan kondisi serupa. Petronas Twin Towers bahkan terlihat abu-abu dari Taman Danau Titiwangsa pada Kamis (27/8), yang berjarak sekitar 5 kilometer. Berdasarkan pantauan IQAir, kualitas udara Kuala Lumpur sempat masuk jajaran terburuk kedua di dunia, setelah New Delhi, India, pada Kamis (27/8).
Kondisi tersebut memaksa Malaysia memindahkan lokasi pidato tahunan Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam rangka Hari Kebangsaan dari Lapangan Merdeka di Kuala Lumpur ke Putrajaya International Convention Centre (PICC) pada Minggu (30/8), sehari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia.
Lapangan Merdeka merupakan lokasi bersejarah tempat Malaysia mendeklarasikan kemerdekaannya.
Sementara itu, parade Hari Kebangsaan pada 31 Agustus tetap digelar di ruang terbuka di Dataran Putrajaya. Pemerintah Malaysia tetap memantau perkembangan kabut asap selama pelaksanaan parade.
Kabut asap tak hanya mengurangi jarak pandang. Kondisi ini juga telah berdampak pada kesehatan masyarakat Malaysia.
Kasus asma di Malaysia dilaporkan meningkat 259 persen di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Namun, kenaikan kasus tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh peningkatan disebabkan oleh kabut asap.
Mengutip The Straits Times , Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat jumlah kasus asma naik dari 61 kasus pada pekan epidemiologi ke-32 menjadi 219 kasus pada pekan epidemiologi ke-33.
Pada periode yang sama, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan juga meningkat 124 persen, dari 1.637 kasus menjadi 3.674 kasus.
Kebakaran hutan dan lahan menghasilkan asap yang mengandung berbagai polutan, termasuk particulate matter (PM) 2,5. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Paparan polusi udara secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan kulit hingga gangguan pernapasan.
Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup mengatakan Pemerintah Indonesia telah memberikan izin resmi untuk operasi penyemaian awan lintas wilayah udara. Operasi tersebut menyasar daerah-daerah di sepanjang perbatasan kedua negara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Departemen Meteorologi Malaysia akan menyiapkan jadwal untuk menyinkronkan operasi tersebut dengan TNI.
Arthur mengatakan Pemerintah Malaysia akan terus memantau perkembangan titik api dan kualitas udara, sekaligus menjaga komunikasi dengan Pemerintah Indonesia.
Malaysia juga siap membantu memadamkan kebakaran apabila Indonesia membutuhkan dukungan yang telah mendapat persetujuan kabinet.
“Malaysia mengakui dan mendukung langkah-langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, dalam meningkatkan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Arthur.
Merespons tawaran bantuan dari negara lain, Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak meminta bantuan, tapi terbuka terhadap tawaran bantuan dari negara tetangga untuk memadamkan karhutla.
Pasalnya, perusahaan dari negara-negara tersebut juga tercatat sebagai pemegang konsesi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri di dalam negeri. Sedangkan karhutla dikaitkan dengan pembakaran lahan untuk industri tersebut.
“ Kan banyak perusahaan Malaysia juga, perusahaan Singapura, perusahaan mana-mana yang pegang sawit, pegang HTI (hutan tanaman industri) di Indonesia,” kata Jumhur, saat ditemui usai menghadiri The 4th International & Indonesia CCS Forum 2026, Rabu (26/8).
Dia menambahkan bahwa Indonesia bersama Malaysia, Singapura, dan Thailand telah memiliki kesepakatan mengenai penanganan kabut asap lintas batas.
“Sudah dibuat subregional, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, Transboundary Haze Pollution Agreement atau understanding ,” kata Jumhur, pekan lalu.
Selanjutnya, pemerintah negara-negara ini akan menyusun langkah mitigasi kabut asap lintas batas di kawasan, termasuk berbagai upaya teknis lainnya, untuk antisipasi ke depan.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pekan Kemerdekaan Malaysia?Pekan Kemerdekaan Malaysia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pekan Kemerdekaan Malaysia matter?Pekan Kemerdekaan Malaysia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.