Akui Kaya dari Bisnis Migas, Hashim: CCS Jalan Tengah Ekonomi dan Industri
Hashim Djojohadikusumo: CCS/CCUS Jadi Jembatan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Target Emisi Nol
Wartanaya.com – Dalam pidato di The 4th International & Indonesia CCS Forum 2026 yang digelar pada Rabu (26/8), Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menegaskan posisi pemerintah Indonesia: target emisi nol bersih tahun 2060 tetap menjadi komitmen, namun tidak boleh dicapai dengan mengorbankan laju pertumbuhan ekonomi.
Menurut Hashim, jalan keluar dari dilema tersebut terletak pada pemanfaatan teknologi penangkapan, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon (CCS/CCUS). Ia menilai teknologi ini mampu menjaga keberlanjutan industri energi fosil sekaligus mendorong pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca.
Industri Batu Bara Masih Memiliki Peran Jangka Panjang
Hashim secara spesifik menyebut bahwa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara, yang hingga kini mendominasi bauran listrik nasional, dapat terus beroperasi berkat dukungan teknologi CCS/CCUS.
"Artinya, industri batu bara kita masih memiliki masa depan yang cukup panjang, bahwa kita sebenarnya dapat mempertahankan pembangkit listrik batu bara kita."
Ia menekankan bahwa pemanfaatan bahan bakar fosil dan upaya menekan emisi bukan dua hal yang saling meniadakan.
"Ini bukanlah sesuatu yang bertentangan, ini saling melengkapi."
Pengakuan Personal: Kekayaan dari Sektor Migas
Hashim tidak menutupi latar belakangnya sebagai pengusaha migas. Ia mengakui bahwa sebagian besar kekayaan pribadinya bersumber dari bisnis energi fosil, khususnya minyak dan gas. Bagi pelaku usaha di sektor tersebut, kehadiran teknologi CCS/CCUS ia sebut sebagai angin segar yang memungkinkan operasi industri fosil tetap berjalan di tengah transisi menuju ekonomi hijau.
"Saya sudah berkecimpung di bisnis minyak dan gas selama 34 tahun, jadi (teknologi CCS/CCUS) membantu saya dan banyak rekan di sini untuk berbisnis."
Lebih lanjut, Hashim menyatakan bahwa salah satu cara mewujudkan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan adalah dengan memanfaatkan seluruh sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, termasuk sumber energi konvensional.
"Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan semua sumber daya alam yang kita miliki, termasuk bahan bakar fosil dan sumber energi."
Ia mengakui bahwa kegiatan ekstraktif memang menghasilkan emisi karbon dalam skala besar, tetapi teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon dapat berfungsi sebagai jalan tengah antara kepentingan ekonomi nasional dan target pengurangan emisi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Akui Kaya dari Bisnis Migas Hashim?Akui Kaya dari Bisnis Migas Hashim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Akui Kaya dari Bisnis Migas Hashim matter?Akui Kaya dari Bisnis Migas Hashim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.