WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Modi dan Xi Bertemu di KTT BRICS, Upayakan Pemulihan Hubungan India-Cina

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Elizabeth Anderson - wartanaya.com

Foto : Elizabeth Anderson - wartanaya.com

Modi dan Xi Dorong Pencairan Hubungan India-Cina di Forum BRICS

Wartanaya.com – Pertemuan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Cina Xi Jinping di sela KTT BRICS di New Delhi, Sabtu (12/9), menandai kelanjutan upaya dua negara besar Asia itu untuk meredakan hubungan yang lama dibayangi ketegangan perbatasan. Agenda tersebut menjadi pertemuan pertama Xi di India sejak 2019.

Dialog tingkat tinggi ini berlangsung ketika Beijing dan New Delhi berusaha membangun kembali ruang kerja sama setelah bentrokan militer mematikan di perbatasan enam tahun lalu. Meski sejumlah langkah penurunan ketegangan telah dilakukan, persoalan keamanan, perdagangan, investasi, dan kepentingan strategis di Asia masih menjadi beban besar dalam hubungan bilateral.

Penekanan pada Kemitraan dan Pembangunan Bersama

Xi menyampaikan bahwa Cina melihat relasi dengan India melalui pertimbangan strategis serta kepentingan jangka panjang. Ia mengajak kedua pihak memaksimalkan kekuatan masing-masing, memberi dukungan satu sama lain, dan mengejar kemajuan bersama.

Presiden Cina itu juga menyerukan kerja sama yang bermutu antara kedua negara. Sebagai negara penting di Global South, India dan Cina dinilai dapat ikut membentuk tatanan dunia yang lebih multipolar sekaligus memperkuat perdamaian serta stabilitas internasional.

Hubungan antarlembaga di kedua negara disebut mulai pulih secara bertahap, di tengah pertumbuhan perdagangan bilateral. Xi menegaskan bahwa Cina dan India seharusnya ditempatkan sebagai mitra, bukan lawan dalam persaingan. Dalam pandangannya, kemajuan salah satu pihak perlu dilihat sebagai kesempatan, bukan ancaman bagi pihak lainnya.

Modi menyampaikan penghargaan atas kerja sama Cina dalam pelaksanaan KTT BRICS. Cina dijadwalkan menjadi tuan rumah forum tersebut pada tahun depan.

BRICS mula-mula dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, dan Cina. Kelompok ini kemudian berkembang melalui masuknya Afrika Selatan serta sejumlah negara lain. Perluasan keanggotaan membuat forum tersebut semakin penting sebagai ruang koordinasi negara-negara berkembang dalam isu ekonomi dan politik global.

Perbatasan Tetap Menjadi Syarat Utama

Bagi India, situasi damai di sepanjang garis perbatasan yang disengketakan tetap menjadi fondasi penting untuk memperkuat hubungan secara lebih luas. Modi meminta kedua pihak menaati kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri India pada Sabtu malam.

Kedua pemimpin kembali menyatakan komitmen untuk mencari jalan keluar sengketa perbatasan yang adil dan bisa diterima kedua pihak. Modi menekankan perlunya menjaga perbedaan agar tidak berkembang menjadi pertikaian terbuka.

“Perbedaan tidak boleh berubah menjadi perselisihan,” kata Modi.

“Kedua belah pihak harus berpedoman pada tiga prinsip bersama: saling menghormati, saling peka, dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Pesan itu penting karena sengketa perbatasan bukan hanya persoalan diplomasi. Ketegangan di kawasan Himalaya dapat memengaruhi penempatan pasukan, pembangunan infrastruktur pertahanan, hingga arah hubungan ekonomi antara dua negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Jejak Konflik di Ladakh

Hubungan India-Cina memburuk tajam setelah konflik militer pada 2020 di wilayah Ladakh, kawasan pegunungan dan gurun dengan cuaca ekstrem. Sedikitnya 20 prajurit India dan empat anggota militer Cina tewas dalam bentrokan di sepanjang perbatasan.

Insiden tersebut memicu kebuntuan yang berlangsung lama di daerah pegunungan sulit dijangkau. India dan Cina kemudian menempatkan puluhan ribu personel militer di kawasan itu, didukung artileri, tank, serta jet tempur.

Kedua negara masih memperkuat posisi di wilayah perbatasan. India membangun dan meningkatkan infrastruktur militer di sepanjang area sengketa, sementara Beijing mengembangkan jalan dan sejumlah fasilitas pertahanan di wilayah yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses diplomasi berjalan bersamaan dengan kewaspadaan keamanan yang tinggi.

Walaupun ada upaya meredakan situasi dalam beberapa waktu terakhir, rasa saling tidak percaya belum hilang. India dan Cina, yang sama-sama memiliki senjata nuklir, masih berselisih atas beberapa bagian perbatasan mereka.

Ekonomi dan Pertukaran Masyarakat

Pembicaraan Modi dan Xi tidak hanya berfokus pada keamanan. Keduanya juga membahas perluasan hubungan antarmasyarakat dan pelaku usaha, yang dapat menjadi salah satu jalur untuk memulihkan kepercayaan secara bertahap.

Sejumlah isu ekonomi turut masuk agenda, termasuk ketimpangan perdagangan, kelancaran rantai pasokan, dan akses pasar. Defisit perdagangan India terhadap Cina tetap menjadi salah satu persoalan utama dalam hubungan ekonomi dua negara. Selain itu, pembatasan India terhadap investasi dan teknologi dari Cina ikut memperumit ruang kerja sama.

Persaingan kepentingan strategis di Asia juga menjadi latar yang tidak dapat dipisahkan dari pertemuan tersebut. Karena itu, kemajuan diplomatik di tingkat pemimpin belum otomatis menghapus perbedaan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Pertemuan di New Delhi meneruskan komunikasi yang sebelumnya terjadi di Cina pada tahun lalu, ketika Modi menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai atau SCO. Organisasi regional itu bergerak dalam bidang politik, ekonomi, dan keamanan, serta didirikan oleh Cina.

Sejak perang India-Cina pada 1962, ekonomi kedua negara telah tumbuh pesat, meski perkembangan Cina berlangsung jauh lebih cepat. Kini, pertemuan Modi dan Xi menjadi ujian bagi proses pencairan yang sedang berjalan: apakah dialog dapat berkembang menjadi stabilitas hubungan yang lebih luas, atau tetap terbatas pada pengelolaan ketegangan di tengah perbedaan yang belum terselesaikan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Modi dan Xi Bertemu di KTT BRICS?

Modi dan Xi Bertemu di KTT BRICS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Modi dan Xi Bertemu di KTT BRICS matter?

Modi dan Xi Bertemu di KTT BRICS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.