WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iran Siap Perang Habis-habisan dengan AS tapi Tetap Buka Opsi Diplomasi

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Richard Wilson - wartanaya.com

Foto : Richard Wilson - wartanaya.com

Iran Tegaskan Kesiapan Militer, Diplomasi Tetap Dipertahankan

Wartanaya.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menguat setelah Teheran menyatakan siap menghadapi konflik berskala besar, sambil tetap membuka kemungkinan perundingan untuk mengakhiri kebuntuan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan sikap tersebut setelah Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan lalu.

Konflik AS-Iran yang berlangsung pasang-surut sejak 28 Februari 2026 telah memberi dampak luas, terutama terhadap perdagangan energi dunia. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz ikut menekan ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia, mendorong kenaikan harga bahan bakar serta menambah tekanan inflasi global.

Dalam penampilannya di program Meet the Press NBC News pada Minggu (27/9), Araghchi menyebut Iran tidak ingin mengabaikan kemungkinan perdamaian, meski Teheran merasa memiliki alasan kuat untuk tidak kembali ke meja diplomasi.

“Jika ditanya, sebenarnya tidak ada alasan bagi kami untuk kembali menempuh jalur diplomasi, namun saya tetap mengupayakannya karena menurut saya kita tidak boleh melewatkan kesempatan apa pun untuk perdamaian,” ujar Araghchi.

“Kami siap bernegosiasi, sama siapnya dengan kesiapan kami menghadapi tantangan apa pun... Kami bersikap tegas dalam menghadapi agresi apa pun terhadap kami, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat.”

Usulan Pembukaan Selat Hormuz

Pada Jumat (25/9), Araghchi mengajukan gagasan pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya lagi pembicaraan nuklir dengan AS dalam tujuh hari. Namun, rencana itu disertai syarat yang harus diterima pemerintahan Presiden Donald Trump.

Selat Hormuz memiliki arti penting bagi lalu lintas energi internasional karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari Teluk Persia. Hambatan pergerakan kapal selama konflik membuat dampaknya terasa jauh melampaui kawasan Timur Tengah, termasuk pada harga energi yang dibayar konsumen di berbagai negara.

Iran menyatakan pembukaan jalur tersebut tetap bergantung pada pemenuhan tuntutan Teheran. Araghchi menyampaikan bahwa persyaratan itu telah dipaparkan secara rinci kepada pihak penengah, yang kemudian meneruskannya kepada pemerintah Amerika Serikat.

“Syarat-syarat kami jelas; setiap kemajuan menuju pembukaan Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan syarat-syarat tersebut, dan kami tidak akan mundur dari tuntutan itu,” kata Araghchi dalam unggahan di saluran Telegram-nya.

Ia menambahkan bahwa Teheran belum menerima jawaban resmi dari Trump melalui pihak perantara. Araghchi menilai perundingan menjadi satu-satunya jalan untuk memecahkan kebuntuan yang sedang berlangsung.

“Hanya solusi melalui perundingan yang dapat memecahkan kebuntuan ini,” ujarnya.

Tuntutan Teheran dan Respons Washington

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya menjelaskan sejumlah syarat yang diajukan Teheran. Di antaranya penghentian tindakan yang disebut Iran sebagai agresi AS, berakhirnya blokade laut dan perang ekonomi, serta pelepasan aset-aset Iran.

Trump telah menolak proposal Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selain menampik kesepakatan itu, ia disebut menyatakan keinginan untuk kembali melakukan serangan bom terhadap Teheran setelah pemilihan umum sela AS pada November 2026.

Duta Besar AS untuk PBB Michael Waltz menyebut tawaran terbaru Iran sebagai langkah yang tidak sungguh-sungguh dimaksudkan untuk diterima.

“Presiden akan tetap membuka segala opsi untuk memastikan dunia aman dari ancaman Iran yang menyandera dunia dengan senjata nuklir,” ujar Waltz.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan diplomatik menghadapi hambatan besar. Iran menempatkan penghentian tekanan militer dan ekonomi sebagai prasyarat, sementara Washington menegaskan kekhawatiran mengenai program nuklir Iran dan keamanan internasional.

Militer Iran Menyatakan Perang Belum Berakhir

Di tengah jalur diplomasi yang belum menemukan titik temu, pejabat militer Iran terus menegaskan kesiapan melanjutkan perlawanan. Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami menyampaikan bahwa konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari belum selesai.

“Perang belum berakhir,” demikian pernyataan Hatami. “Kita telah menang, namun kita harus mengukuhkan kemenangan ini; dan musuh agresor, yang telah menderita pukulan telak, harus terus bersiap menerima hantaman keras dari para prajurit Iran tercinta kita.”

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC juga mengumumkan penangkapan kendaraan bawah air nirawak milik AS di Selat Hormuz pada Minggu (27/9). Dalam pernyataannya, IRGC menyebut perangkat tersebut sebagai UUV canggih milik militer Amerika Serikat.

“Pasukan Angkatan Laut IRGC berhasil menangkap kendaraan bawah air nirawak (UUV) canggih milik militer teroris AS,” demikian pernyataan yang dikutip dari pihak IRGC.

Klaim mengenai penyitaan kendaraan bawah air itu menambah dimensi baru dalam ketegangan di Selat Hormuz. Kawasan tersebut kini bukan hanya menjadi pusat sengketa diplomatik dan ekonomi, tetapi juga ruang konfrontasi militer yang dapat memengaruhi keamanan pelayaran internasional.

Dengan kedua pihak mempertahankan posisi keras, peluang dialog tetap ada tetapi sangat bergantung pada kesediaan Iran dan AS untuk menerima mekanisme kompromi. Bagi pasar energi global, pembukaan kembali Selat Hormuz dan meredanya konflik akan menjadi faktor penting untuk mengurangi ketidakpastian pasokan serta tekanan harga bahan bakar.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Iran Siap Perang Habis habisan?

Iran Siap Perang Habis habisan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Iran Siap Perang Habis habisan matter?

Iran Siap Perang Habis habisan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.