Houthi Serang Bandara, Dibalas Arab Saudi dengan Hancurkan 82 Target di Yaman
Houthi Serang Bandara Dibalas Arab Saudi dengan Operasi Militer
Wartanaya.com – Houthi Serang Bandara Dibalas Arab Saudi melalui operasi militer yang disebut menargetkan 82 sasaran kelompok Houthi di sejumlah wilayah Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan langkah tersebut diambil setelah serangan terhadap infrastruktur sipil Saudi, termasuk bandara di Riyadh dan Abha, yang menewaskan tiga orang.
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menegaskan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil tidak akan dibiarkan tanpa respons. Pernyataan itu disampaikan melalui Kantor Berita Saudi atau SPA.
Pasukan Gabungan Koalisi melancarkan operasi luas dengan sasaran posisi militer Houthi di provinsi Saada, Al-Hudaydah, Al-Jawf, dan Marib. Salah satu targetnya adalah 11 fasilitas penyimpanan rudal balistik berbasis gunung di Saada.
Selain fasilitas rudal, koalisi menyebut operasi tersebut juga menargetkan pusat komando dan kendali, jaringan komunikasi, depot senjata dan rudal, serta lokasi berkumpul yang digunakan pasukan Houthi.
Korban Serangan di Bandara Riyadh dan Abha
Operasi balasan dilakukan setelah serangkaian serangan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha di wilayah Asir. Otoritas penerbangan sipil Saudi melaporkan tiga orang meninggal dunia dan 36 lainnya terluka.
Dua perempuan, masing-masing warga Maroko dan Aljazair, tewas dalam serangan di Bandara Abha. Serangan tersebut juga mengakibatkan 28 orang mengalami luka-luka.
Di Bandara Internasional King Khalid, seorang pria asal Sudan dilaporkan meninggal dunia, sementara delapan orang lainnya terluka. Otoritas penerbangan sipil Saudi menyebut satu serangan terjadi pada Rabu dan lainnya pada Selasa, tanpa merinci lokasi untuk masing-masing waktu kejadian.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid menggunakan sejumlah pesawat nirawak. Koalisi Saudi juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh pada Rabu.
Serangan Meluas ke Aden dan Jalur Laut Strategis
Pada Rabu (7/10), Houthi juga menyerang Bandara Internasional Aden dengan rudal balistik dan pesawat nirawak bermuatan bahan peledak, menurut Kementerian Transportasi Yaman. Satu rudal jatuh dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum pesawat dari Kairo dijadwalkan mendarat.
Bandara Aden merupakan pintu masuk internasional utama bagi wilayah Yaman yang berada di luar kendali Houthi. Ketegangan juga meningkat di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting bagi ekspor energi dan perdagangan dunia.
Pertempuran di front barat Yaman terkonsentrasi di distrik Dhubab yang menghadap Selat Bab el-Mandeb. Pasukan pro-pemerintah berupaya menguasai perbukitan strategis di sebelah timur dataran pesisir, termasuk wilayah di sekitar kota Mocha.
Bab el-Mandeb merupakan titik rawan maritim penting yang dilalui sekitar 12% perdagangan global.
Kekhawatiran terhadap keamanan perkapalan dan pasokan minyak global pun meningkat. Houthi sebelumnya telah berulang kali menargetkan infrastruktur Arab Saudi, termasuk bandara, kilang minyak, dan jaringan pipa minyak.
Latar Belakang Konflik Yaman
Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman pada 2014. Arab Saudi kemudian memimpin koalisi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Gencatan senjata yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak April 2022 sempat menciptakan periode yang relatif tenang. Namun, pertempuran dan perebutan wilayah kembali meningkatkan eskalasi konflik. Lebih dari 200.000 orang dilaporkan mengungsi sejak gelombang pertempuran terbaru dimulai.
FAQ: Houthi Serang Bandara Dibalas Arab Saudi
Apa respons Arab Saudi setelah serangan Houthi ke bandara?
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menyerang 82 target militer Houthi di beberapa provinsi Yaman, termasuk fasilitas penyimpanan rudal, pusat komando, jaringan komunikasi, dan depot senjata.
Bandara mana saja yang menjadi sasaran serangan?
Serangan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Abha di Asir, serta Bandara Internasional Aden di Yaman.
Mengapa Selat Bab el-Mandeb menjadi perhatian?
Selat tersebut merupakan jalur maritim strategis yang dilalui sekitar 12% perdagangan global. Gangguan keamanan di kawasan itu dapat meningkatkan risiko terhadap pelayaran internasional dan pasokan energi.