WartaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Di Sidang PBB, Menlu Sugiono Sebut Isu Palestina jadi Ujian Hukum Internasional

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Richard Wilson - wartanaya.com

Foto : Richard Wilson - wartanaya.com

Palestina Dinilai Menjadi Tolok Ukur Tegaknya Hukum Internasional

Wartanaya.com – Isu Palestina kembali ditempatkan Indonesia sebagai persoalan mendasar bagi masa depan tatanan global. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa konflik dan pelanggaran yang berlangsung terhadap rakyat Palestina merupakan ujian besar bagi komitmen masyarakat internasional dalam menjalankan hukum internasional secara nyata.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat membacakan pernyataan nasional Indonesia dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Sabtu waktu setempat. Ia menekankan bahwa kekuatan lembaga-lembaga internasional tidak hanya ditentukan oleh aturan yang tertulis, melainkan juga oleh keberanian negara-negara dunia untuk mempertahankan dan menjalankannya.

“Dalam hal tersebut, Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip ini, serta ujian bagi hati nurani kita,” kata Sugiono.

Pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat

Dalam pandangan Indonesia, situasi yang terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat memperlihatkan tantangan serius terhadap prinsip-prinsip yang telah lama menjadi fondasi hubungan antarnegara. Sugiono menyoroti adanya pelanggaran hukum internasional yang berlangsung secara terbuka, sementara langkah konkret untuk menghentikannya belum memadai.

Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan sejumlah instrumen penting dunia, termasuk Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia atau UDHR, serta empat Konvensi Jenewa tahun 1949. Dokumen-dokumen itu dibentuk untuk memberi batas terhadap kekerasan, melindungi martabat manusia, dan memastikan hukum tetap berlaku, terutama ketika konflik terjadi.

Penegakan aturan internasional, dalam konteks ini, dipandang bukan sebagai isu prosedural semata. Konsistensi penerapannya menentukan apakah negara dan lembaga multilateral dapat dipercaya ketika masyarakat sipil berada dalam situasi paling rentan. Palestina, kata Sugiono, menunjukkan pentingnya kesesuaian antara prinsip yang sering disuarakan dunia dan tindakan yang benar-benar diambil.

Pengalaman Indonesia dan Dukungan bagi Palestina

Indonesia menegaskan kembali kedekatan historisnya dengan perjuangan rakyat Palestina. Sugiono menyatakan pengalaman Indonesia dalam menghadapi kolonialisme turut membentuk sikap diplomasi nasional yang terus mendukung hak bangsa Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.

“Indonesia telah mencicipi perjuangan melawan kolonialisme pada masa di mana hukum internasional lemah dan yang kuat pasti berkuasa,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi landasan moral dan politik bagi Indonesia untuk tetap berdiri bersama Palestina. Dukungan itu mencakup pembelaan terhadap hak rakyat Palestina atas kemerdekaan, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri. Indonesia juga mempertahankan posisi bahwa penyelesaian konflik perlu diarahkan pada solusi dua negara.

Solusi dua negara yang dimaksud harus berpijak pada hukum internasional serta parameter yang telah diterima secara internasional. Dengan kerangka itu, perdamaian tidak hanya dipahami sebagai penghentian kekerasan sesaat, tetapi sebagai jalan menuju pengakuan hak, keamanan, dan kehidupan yang bermartabat bagi pihak-pihak yang terdampak konflik.

Ujian bagi Sistem Multilateral

Sugiono menegaskan bahwa Palestina tidak dapat diperlakukan hanya sebagai persoalan regional. Dampaknya melampaui kawasan Timur Tengah karena menyentuh kredibilitas sistem multilateral, yakni sistem kerja sama antarnegara yang dibangun untuk menjaga perdamaian, melindungi kedaulatan, dan menyelesaikan sengketa melalui aturan bersama.

“Palestina bukan hanya isu satu kawasan. Palestina adalah ujian untuk melihat apakah sistem multilateral dapat membela prinsip yang diciptakannya dan dapat menegakkannya di saat yang paling dibutuhkan,” tutur Sugiono.

Pesan tersebut membawa implikasi yang lebih luas bagi komunitas internasional. Ketika hukum internasional diterapkan secara selektif, kepercayaan terhadap institusi global dapat melemah. Sebaliknya, penegakan hukum yang konsisten dapat memperkuat keyakinan bahwa negara-negara, besar maupun kecil, memiliki perlindungan yang sama di bawah aturan internasional.

Indonesia memandang agenda reformasi lembaga internasional tetap penting. Namun, pembaruan institusi tidak boleh mengalihkan perhatian dari kewajiban utama untuk menjalankan hukum internasional secara tegas dan tanpa standar ganda. Dalam pernyataannya, Sugiono menyampaikan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan pengakhiran kolonialisme harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.

“Kedaulatan harus dihargai dan kolonialisme harus diakhiri,” katanya.

Agenda Diplomasi Indonesia di New York

Dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun 2026, Indonesia diwakili oleh Sugiono sebagai pemimpin delegasi. Ia telah berada di New York sejak Senin, 21 September, untuk menjalankan rangkaian kegiatan diplomatik Indonesia dalam forum tahunan tersebut.

Sebelum menyampaikan pernyataan nasional pada Sabtu, Sugiono mengikuti sejumlah agenda tingkat tinggi dan pertemuan bilateral. Kehadiran dalam forum-forum ini menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyuarakan prioritas diplomasi, termasuk pentingnya perdamaian, penghormatan hukum internasional, dan perlindungan hak rakyat Palestina.

Penegasan Indonesia di Majelis Umum PBB memperlihatkan bahwa isu Palestina akan terus menjadi bagian penting dari diplomasi luar negeri Indonesia. Posisi itu tidak berhenti pada pernyataan solidaritas, melainkan menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan prinsip universal: bahwa hukum harus melindungi semua pihak dan tidak tunduk pada kekuatan semata.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Di Sidang PBB Menlu Sugiono Sebut?

Di Sidang PBB Menlu Sugiono Sebut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Di Sidang PBB Menlu Sugiono Sebut matter?

Di Sidang PBB Menlu Sugiono Sebut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.